Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Kena Sidang


__ADS_3

McLeon Mansion.


Kini Jethro dan Jacob sudah sampai di McLeon Mansion.


Begitu sampai di McLeon Mansion, Jacob langsung diambil alih oleh pengasuh-nya. Sedangkan Jethro, Daddy Jerome dan Mommy Radea pergi ruang kerja Daddy Jerome.


"Kamu tidak memberi makan Jacob yang aneh-aneh kan?" tanya Daddy Jerome.


"Tidak Dad, Daddy tenang saja." jawab Jethro berbohong padahal semua makanan kecuali yang membuat Jacob alergi Jethro berikan pada anaknya.


Lalu Jethro menatap tajam pada Mommy-nya.


"Kenapa menatap Mommy seperti itu?" tanya Mommy Radea.


Jethro menggelengkan kepala-nya. Sebenarnya ia ingin protes pada Mommy-nya karena Mommy-nya lah pelaku yang ternyata diam-diam menjadi jembatan penghubung Becca untuk bisa berkomunikasi dengan Jacob.


Tapi ya sudah lah, toh sekarang Jethro dan Becca sudah berbaikan dan Jethro juga sudah mengizinkan Becca untuk berkomunikasi dengan Jacob, jadi Jethro sudah tidak mau mempermasalahkan masalah itu lagi.


"Bagaimana dengan masalah disana? Apa semuanya sudah beres? Apa pelaku yang membocorkan hasil desain kita sudah tertangkap?" tanya Jethro.


"Mm.. semua sudah beres. Pelaku sudah ditangkap dan kerjasama dengan beberapa brand masih terus berlanjut." jawab Daddy Jerome.


"Kamu sendiri bagaimana? Apa kewalahan menjalankan perusahaan selama Daddy tidak ada?" tanya Daddy Jerome.

__ADS_1


"Tidak Dad, semuanya bisa Jethro kendalikan." jawab Jethro.


"Oh.. iya, Daddy dengar kamu memiliki asisten perempuan, sejak kapan kamu memperkerjakan asisten perempuan? Dan kenapa tidak dibawa kesini?" tanya Daddy Jerome.


Jethro mengernyitkan keningnya.


Darimana Daddy tau tentang Zizi? Tidak mungkin kan dari si mulut ember Jacob, sedangkan daritadi saja Jacob selalu bersamaku dan dia tidak membocorkan tentang Zizi.


Kalau bukan Jacob, pasti Daddy tau dari Mommy dan Mommy tahu dari Becca.


Gumam Jethro dalam hati.


Jethro pun menoleh kearah sang Mommy dan memberikan tatapan mengintimidasi pada Mommy Radea.


"Kenapa kamu malah menatap Mommy seperti itu? Apa kamu menuduh Mommy yang memberitahu, hah! Mommy saja tidak tahu apa-apa!" protes Mommy Radea.


Kalau bukan Mommy, lalu siapa?


Gumam Jethro bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kenapa tidak dijawab? Apa perempuan itu bukan hanya sekedar asisten mu? Atau dia calon Mommy barunya Jacob?" tanya Daddy Jerome menyelidik.


"Jangan berpikir yang macam-macam Dad, dia hanya asisten Jethro saja. Jethro masih belum kepikiran memberi Mommy baru untuk Jacob." jawab Jethro.

__ADS_1


"Kalau hanya sekedar asisten kenapa kamu membiarkan perempuan itu tinggal di apartemen mu?" Mommy Radea yang mulutnya sudah gatal juga ikut bertanya.


"Dia tidak punya tempat tinggal, makanya Jethro izinkan dia menempati apartemen Jethro, ya sekalian lah mengurus apartemen itu." jawab Jethro.


"Daddy dengar usia-nya masih delapan belas tahun?" tanya Daddy Jerome dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Jethro.


"Pekerjaan apa yang kamu berikan pada gadis itu sebagai asistennya? Sedangkan, Daddy rasa untuk mengatur schedule mu saja gadis itu tidak bisa." makin kesini pertanyaan Daddy Jerome semakin menjebak.


Jethro menghela nafasnya kasar. Daripada Daddy-nya mencari tahu sendiri tentang Zizi, dan sudah pasti itu hal yang sangat mudah bagi Daddy-nya kalau Daddy-nya mau, lebih baik Jethro jujur awal mula pertemuannya dengan Zizi.


"Sebenarnya..." Jethro pun menceritakan pertemuannya dengan Zizi, tapi Jethro tidak mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa ia menolong Zizi dari tangan Bibi-nya, yang Jethro katakan, ia hanya kasihan dengan Zizi. Begitu juga dengan perjanjian lisan yang Jethro ajukan pada Zizi dimana Jethro meminta Zizi untuk menjadi sugar baby-nya, itu juga tidak Jethro ceritakan pada orangtuanya.


"Lalu kenapa kamu menyekolahkannya dan memberinya les mengendarai?" tanya Daddy Jerome yang masih berusaha membuat Jethro jujur.


"Itu karena Jethro melihat Zizi punya pontensi yang tinggi, makanya Jethro menyekolahkannya dan memberi-nya les mengendarai agar dia bisa menjadi asisten Jethro yang bisa diandalkan seperti Alex, Dad." jawab Jethro.


"Oh.. asisten yang bisa diandalkan.." balas Daddy Jerome dengan sorot mata seperti sedang mengejek Jethro.


"Ya sudahlah, kalau memang kamu merasa gadis itu mempunyai potensi tinggi menjadi asisten pribadi mu yang bisa diandalkan, Daddy serahkan semuanya padamu. Pupuk gadis itu sebaik-baiknya." kata Daddy Jerome lagi.


Dasar anak ini! Sudah tua tapi masih suka membohongi perasaannya sendiri!


Cebik Daddy Jerome dalam hati.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2