
Saat terasa mobil sudah berhenti, Jasson menutup bagian bawah milik bianca dengan kemeja milik nya.
''Apa yang kau lakukan ? Kau bawa aku kemana jasson.'' Teriak bianca yang meronta ronta dalam gendongan jasson.
Tanpa malu jasson berjalan masuk tanpa menggunkan pakaian, Namun bodyguard tidak ada yang berani menatap atau pun melirik nya.
''Di bawa kemana ku ?'' Batin bianca ketakutan.
Mansion mewah kini mereka masuki, Dengan langkah lebar jasson membawa bianca menuju kamar di lantai tiga.
Sampai lah di sebuah kamar mewah bernuasa silver dan biru, Aroma mint menusuk indera penciuman dokter cantik ini.
''Bruuk.''
Tubuh bianca di lempar keranjang king size, Segera bianca bangkit berdiri menjauhi jasson yang terlihat santai.
''Ini kunci nya.'' Jasson melempar kunci borgol.
Meski pun bingung, Bianca segera menyambar kunci tersebut. Dengan susah payah ia berhasil membuka borgol.
Namun kondisi nya yang hampir bugil membuat nya bingung, Dengan terpaksa ia mengambil kemeja milik jasson yang tadi di gunakan nya.
''Aku tidak akan memaksa mu untuk menjadi kekasih ku, Tapi justru kau lah yang akan memaksa ku.'' Ujar jasson dingin berjalan kesofa.
''Percaya diri sekali anda tuan.'' Sinis bianca.
''Ucapan ku tidak pernah meleset.'' Seringai jasson membuat bianca bergidik.
Remot yang di tekan jasson menampil kan sesuatu di layar tivi, Mata bianca terbelalak karena mengenal gadis yang merangkak seperti anj!ng di bawah jasson.
Jessica yang berada di dalam layar sana, Bahkan saat adegan adu gabrut pun terekam jelas. Cambukan dan tamparan di lakukan oleh jasson pada gadis yang sedang di setubuhi nya.
''Apa yang kau lakukan pada adik ku ?!'' Teriak bianca mencengkeram leher jasson.
''Memberi nya uang dan juga kenikmatan, Kau pun akan mendapat kan nya baby.'' Ujar jasson mengusap pantat bianca.
Plaak.
Tanparan bianca melayang kewajah jasson, Rasa sedih dan marah bercampur aduk dalam hati nya saat ini.
''Kau iblis jasson!'' Geram bianca.
Gdubraak.
__ADS_1
Tubuh bianca terpelanting saat jasson melempar nya sekuat tenaga, Namun bianca dengan cepat berdiri walau pun tulang pinggul nya terasa nyeri.
''Adik mu itu jal4ng ku dan kau juga akan menjadi jal4ng ku.'' Tunjuk jasson.
''Mimpi saja kau biadap.'' Maki bianca.
''Jika ku sebar kan video ini, Maka jessica tidak akan punya muka lagi. Bahkan sangking depresi nya dia bisa bunuh diri.'' Ancam jasson kembali duduk di tepi ranjang.
''Kau ingin mengancam ku ? Lakukan saja jika kau ingin menyebar kan video itu. Aku tidak peduli.'' Sinis bianca.
''Kau mungkin tidak peduli pada nya, Tapi kau pasti peduli pada perasaan dan juga reputasi daddy mu. Gara sebagai pengusaha ternama akan mendapat cacian dan juga kecaman, Dan pasti nya gara juga akan hancur saat melihat putri bungsu nya menjadi pemuas ku.'' Ucap jasson menenggak wine.
Seketika bianca terdiam karena ucapan jasson, Ia boleh tidak peduli pada jessica. Tapi bagai mana dengan daddy nya, Sudah pasti hancur perasaan gara.
''Kau pasti anak yang baik untuk gara.'' Ujar jasson.
''Apa sebenar nya salah ku pada mu tuan jasson ? Kenapa kau membuat ku seperti ini ?'' Tanya bianca menatap nyalang.
''Karena kau terlalu cantik baby.'' Jawab jasson.
Kini bianca berada di antara pilihan yang sangat sulit, Jika memikir kan ego nya. Maka gara pasti akan hancur, Tapi jika ia memilih dady nya. Maka hidup bianca lah yang hancur.
''Tidak usah takut, Aku tidak akan menyiksa mu.'' Ujar jasson.
''Pilihan nya iya atau tidak.'' Ujar jasson yang tidak sabar.
Hembusan nafas bianca terdengar berat, Hidup nya berada di ambang kehancuran karena ulah jasson.
''Hanya menjadi kekasih saja.'' Putus bianca akhir nya.
''Yah.'' Angguk jasson memberi isyarat agar gadis ini mendekat.
Langkah bianca terasa berat karena mendatangi jurang neraka, Jasson yang tidak sabar langsung menarik bianca duduk kepangkuan nya.
''Kiss me.'' Pinta jasson.
Bianca mendekat kan bibir nya dan ******* bibir jasson, Jasson langsung memperdalam ciuman mereka dengan menekan tengkuk bianca.
Di rasa bianca sudah kehabisan nafas, Jasson melepas kan ciuman nya. Tapi tangan jasson malah menelusup kedalam kemeja, Hingga membuat bulu kuduk bianca merinding.
''Bisa kah jangan sekarang ?'' Tawar bianca.
''Aku ingin sekarang.'' Ucap jasson dengan nada tidak ingin di tolak.
__ADS_1
Tapi bianca tidak siap jika harus adu gabrut sekarang, Menjadi kekasih saja ia karena terpaksa.
''Aku belum siap jasson.'' Ucap bianca pelan karena gelisah dengan tangan yang menari nari di dada nya.
''Kau hanya perlu diam, Aku yang akan bergerak.'' Ujar jasson dengan seringai mesum.
Otak bianca berputar untuk mencari alasan yang bisa menghentikan kemesuman jasson, Tepat pada waktu nya. Tiba tiba bianca merasan kan sesuatu yang hangat keluar dari aset nya.
''Eeh seperti nya aku sedang mens.'' Ucap bianca langsung berdiri.
''Jangan menipu ku.'' Kesal jasson menarik pinggang bianca.
''Aku serius jasson.'' Ujar bianca.
Tidak ingin bianca berhasil menipu nya, Jasson merogoh kan jari nya kedalam. Seketika ia merasa ada cairan hangat yang meleleh.
''Shiit.'' Maki jasson kesal saat melihat cairan yang di jari nya.
Senyum kemenangan terbersit dari bibir bianca, Ia bisa bernafas lega karena bisa lepas dari cengkeraman iblis.
''Antar kan aku ketempat tadi.'' Ujar bianca membenar kan kancing kemeja.
''Untuk apa ?'' Tanya jasson malah merebah kan diri.
''Tentu saja aku pulang kemansion paman ku.'' Kesal bianca menarik tangan jasson.
''Di sini juga mansion, Kenapa kau harus pulang kemansion niko.'' Ujar jasson menutup mata.
''Antar kan aku sekarang atau ku lumuri kau dengan ini.'' Ancam bianca merogoh sesuatu di balik kemeja nya.
''Hey!''
Jasson terjingkat kaget karena bianca ingin mengusap kan darah yang di ambil nya, Bahkan hidung jasson sudah terkena hingga bau khas darah langsung tercium.
''Kau gila!'' Teriak jasson.
''Aku memang gila, Kenapa kau tertarik pada gadis gila seperti ku.'' Sahut bianca.
Tidak ingin mencari masalah dengan kegilaan bianca, Jasson mengambil kunci mobil nya dan juga celana.
''Pakai ini.'' Jasson melempar celana panjang nya.
''Dasar!'' Rutuk bianca memakai celana kepanjangan itu.
__ADS_1
Sesuai dengan permintaan bianca, Jasson mengantar dokter cantik nya kedanau tempat mereka bertemu tadi. Senyum kemenangan tidak surut dari bibir jasson de lamozada.