Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Kedatangan markus dan gara


__ADS_3

''Waduh! Kok mati lampu nya ?" Heran bianca yang sedang bersantai.


Dengan stelan celana pendek dan bra sport, Bianca turun dari ranjang untuk mengecek keadaan luar.


"Masa habis token ?" Gumam bianca.


Mansion sebesar ini apa mungkin sampai kehabisan token, Mau taruh di mana muka tuan de lamozada.


"Bodyguard juga pada sepi ?!" Heran bianca.


Rasa curiga jika tiba tiba ada musuh yang menyerang langsung terkumpul di hati bianca, Tangan nya meraba laci dan mengambil senjata.


"Jasson juga belum pulang." Batin bianca sangat cemas.


Suara langkah kaki terdengar mendekati nya, Segera bianca sembunyi di balik tembok. Posisi nya sudah siaga untuk menyerang orang yang saat ini mendekati nya.


Buaaak, Gdubrak.


"Aarkhh!"


Suara yang sangat familiar di telinga bianca, Orang itu menjerit ketika bianca menendang di bagian perut.


"Hidup kan lampu nya!" Teriak jasson.


Klik.


Seketika mansion kembali terang, Tampak lah jasson yang sedang telentang sambil memegangi perut nya kesakitan.


Tendangan karate bianca memang tidak di ragu kan lagi, Apa lagi bianca jika punya waktu senggang. Ia akan melatih kemampuan bela diri nya.


"Kenapa kamu telentang di sini sayang ?" Tanya bianca membantu jasson bangkit.


"Tanya kan pada kaki sialan mu itu!" Kesal jasson.


"Aku kira kamu tu musuh loh sayang, Jadi aku reflek." Jawab bianca berusaha mencari maaf nya jasson.


"Gagal kan kejutan nya." Rutuk jasson.


"Kejutan apa ?" Tanya bianca.


"Sudah lah, Perut ku juga sakit." Ujar jasson masuk kedalam kamar.


Bianca menepuk jidat nya dengan keras, Sudah bisa di pastikan jika tuan muda nya sedang merajuk.


"Apa ada nyamuk nona ?" Tanya lukas.


"Nyamuk apa ?!" Tanya bianca tidak mengerti.


"Anda tadi menepuk jidat, Apa kah itu nyamuk." Tanya lukas lagi.


"Kepo saja kau!" Rutuk bianca ikut masuk kamar.


Di dalam kamar.


Hilang sosok yang di cari bianca, Di balkon dan kamar mandi tidak ada. Hanya tinggal ruang ganti yang bianca belum cek.


Ceklek.

__ADS_1


"Waaow!"


Mata bianca terpana melihat pemandangan ini, Bahkan mulut nya berwaow ria hingga lupa tertutup.


"Kau sexy sekali sayang." Puji bianca mendekati jasson yang masih merengut.


"Tidak usah pegang pegang!" Tolak jasson ketus.


"Tidak mau di pegang ? Yakin kah sayang ?!" Goda bianca meraba telur yang tidak bercangkang.


Sebenar nya jasson ingin memberi kejutan pada istri bar bar nya, Kostum batman sudah ia kenakan sedemikan rupa. Hingga tubuh elok nya membekas di balik kustom.


"Ini apa sih tema nya ?" Tanya bianca masih berupaya mencair kan es batu.


"Aku sengaja memadam kan listrik, Agar nanti saat aku masuk kamu tidak tau. Lalu aku akan berpura pura memperkaos mu." Jawab jasson.


Bianca terkikik geli mendengar rencana jasson, Ingin memberi kejutan malah di kasih tendangan maut.


"Jadi gagal dong perkaosan nya." Goda bianca.


"Gagal!" Ketus jasson.


"Biar aku saja lah yang memperkaos batman nya." Ide bianca.


Jasson yang semula jual mahal kepada daging segar, Kini malah menyerang balik tanpa ampun.


"Lebih cepat baby!" Teriak jasson.


"Ini udah cepat, Mau secepat apa lagi sih?!" Rutuk bianca yang sedang goyang dj naik turun.


"Ssshh,aarkhh nikmat nya!" Teriak jasson.


"Kebiasaan suka teriak teriak kalau mau keluar." Ujar bianca menyentil kepala aset berharga.


"Jangan sayang, Kalau lecet tidak bisa tempur." Ucap jasson melindungi.


"Kan ada helm nya." Tunjuk bianca.


"Oh iya ya, Pasti aman kalau pakai helm." Cengir jasson.


"Petir pakai helm itu." Ujar bianca.


"Petir ini bisa bikin nona bianca kejang kejang." Bisik jasson kembali memasukan.


"Mana aku kejang kejang jasson! Kau kira aku kena step!" Protes bianca.


"Aakhh, Terserah apa saja." Jawab jasson tersendat.


Walau pun tubuh nya terasa lelah untuk melayani suami nya, Tapi bianca tidak menolak ketika jasson kembali mengajak nya bertempur.


...----------------...


Hubungan jasson dan bianca semakin harmonis dari waktu kewaktu, Malam ini mansion mereka akan kedatangan daddy nya jasson.


''Jam berapa kakek mau datang sayang ?'' Tanya bianca yang sedang merias wajah nya.


''Kakek siapa ?'' Tanya jasson bingung.

__ADS_1


''Kakek markus dong.'' Sahut bianca menoleh.


''Oh daddy, Mungkin sebentar lagi. Lagi pula kamu kok manggil daddy ku kakek ? Apa kamu mulai membiasa kan anak kita kelak ?'' Tanya jasson menyinggung anak.


''Aku belum terbiasa manggil daddy sayang.'' Jawab bianca berdiri membantu jasson mengancing kemeja.


Lagi dan lagi, Bianca tidak menggubris ucapan jasson tentang anak. Jasson gemas dengan tingkah istri bar bar nya.


''Kita masih mau makan malam sayang.'' Bianca mengingat kan jasson saat sang suami malah menyerang leher nya.


''Cuma cium kok.'' Cengir jasson.


''Awal nya cium tapi terus nen lalu terjadi lah peradukan.'' Sela bianca.


''Mumpung belum punya anak kan baby, Nanti kalau kita sudah punya anak. Tidak akan bisa bebas lagi.'' Ujar jasson.


Hanya senyum yang tanggapan bianca berikan, Ia memang seolah menghindar dari pembahasan tentang hadir nya buah hati.


''Ayo turun.'' Ajak bianca.


Ruang makan.


Sepasang suami istri turun sambil bergandengan tangan, Markus sudah duduk dengan santai di meja makan sambil mengobrol dengan sagara.


''Daddy juga datang ya ?'' Heran bianca.


''Iya sayang.'' Angguk gara.


Hidangan sudah tersedia di atas meja, Meski bukan masakan bianca. Mereka pun bersiap untuk makan malam.


''Daddy sehat kan ?'' Tanya bianca memegang tangan markus.


''Daddy selalu sehat sayang, Kan daddy mau menggendong cucu dari jasson.'' Gurau markus menyendok kan makanan kemulut nya.


''Iya bi, Daddy juga ingin sekali rasa nya punya cucu.'' Sahut gara.


''Masih belum lah dad.'' Ucap bianca tersenyum manis.


''Jasson tidak kepingin apa punya anak ? Usia mu kan juga sudah mulai tua. Nanti kelamaan anak mu malah mengira kau kakek nya.'' Cetus markus.


''Aku terserah bianca saja dad.'' Jawab jasson menatap istri nya.


''Meski pun istri mu tidak ingin punya anak ?'' Pancing gara.


''Apa pun yang di putus kan oleh bianca, Aku akan menghargai nya. Lagi pula kan jika masalah anak, Dia yang mengandung dan juga melahir kan. Aku tidak bisa memaksa nya.'' Jawab jasson.


Hati bianca tersentuh oleh ucapan jasson, Perlahan rasa tidak percaya nya mulai menyingkir. Meski niat untuk tidak memiliki anak belum pudar di benak nya.


''Apa bianca tidak ingin anak sayang ?'' Tanya markus pelan.


''Te tentu saja ingin daddy, Tapi tidak untuk sekarang.'' Gugup bianca.


''Oohh, Daddy juga tidak memaksa mu sayang. Cuma daddy minta kau sedikit pikir kan ucapan ini, Usia jasson juga sudah matang. Jika terlalu lama menunda, Tidak akan bagus.'' Saran markus.


''Iya dad.'' Angguk bianca.


''Sudah lah dad, Kita bahas yang lain saja. Tidak usah masalah anak terus.'' Ujar jasson berusaha mencari simpati istri nya.

__ADS_1


''Dasar sialan! Padahal dia yang meminta untuk membahas anak!'' Rutuk markus dan gara dalam hati nya.


__ADS_2