Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Pendarahan


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Sebuah hellikopter tampak berputar putar dan mendarat di halaman rumah bianca yang luas, Seorang pria tampan turun dan langsung masuk kedalam rumah.


Jasson menyusuri rumah yang terlihat asri dan bersih, Mata nya melihat gadis yang tertidur dengan perut yang mulai membuncit.


''Kau sungguh menjaga nya.'' Lirih jasson mengelus lembut.


Hati jasson terenyuh melihat keadaan bianca yang sangat kurus, Karena tubuh bianca hanya tinggal tulang yang di bungkus kulit saja.


''Demi menghindari ku, Kau meninggal kan pekerjaan dan juga keluarga.'' Ucap jasson.


''Jasson!''


Bianca bergegas bangun tapi di tahan oleh jasson, Ia memaksa bianca tetap berbaring dengan tenang.


''Apa aku seburuk itu bianca ? Kenapa kau sangat tidak sudi melihat ku.'' Tanya jasson dengan hati pedih.


Air mata bianca lolos tanpa bisa di bendung, Pria yang setiap malam ia rindu kan, Pria yang selalu menghiasi hati nya. Kini tengah duduk di hadapan nya dengan hati terluka.


''Jika kau terus melihat ku, Maka kau tidak akan bisa lagi mencintai jessica.'' Tutur bianca mengelus rahang jasson.


''Kenapa bukan kau saja yang menikah dengan ku ?!'' Teriak jasson mencengkeram baju bianca.


''Karena aku orang ketiga jasson, Aku perusak hubungan mu.'' Jawab bianca.


Bianca duduk dan memangku kepala jasson yang di sender kan, Paha bianca terasa hangat oleh cairan milik jasson.


''Jangan menangis jasson, Anak mu nanti malu kalau papa nya cengeng.'' Gurau bianca.


''Berapa usia nya ?''


''Menginjak empat bulan.'' Jawab bianca tersenyum teduh.


Helaian nafas jasson terasa berat, Ia naik kesofa dan duduk di samping bianca. Bingung dan juga tidak mengerti dengan jalan cinta nya yang rumit.


''Ayo pulang.'' Ajak jasson.


Gelengan kepala bianca membuat nya meradang, Bagai mana pun ia tidak tega jika bianca hidup di desa sendirian.


''Aku sudah menuruti keinginan mu bianca! Jadi kau pun harus menuruti ucapan ku!'' Bentak jasson.


''Mommy ku tidak tau jika aku hamil jasson!'' Teriak bianca.


''Apa kau waras ? Gara itu manusia pintar, Sangat tidak mungkin jika dia tidak memberi tahu joana kalau kau hamil.'' Ujar jasson.


Hati bianca mencelos karena ucapan jasson benar, Sangat tidak mungkin jika gara tidak memberi tau kehamilan nya pada joana.


''Kenapa mommy tidak pernah bertanya pada ku ?'' Gumam bianca.


''Karena kau adalah putri kesayangan gara! Dia akan membiar kan mu mengambil keputusan apa pun. Karena joana percaya, Kau manusia pintar.'' Sahut jasson.


''Jadi sekarang ayo pulang.'' Ajak jasson menarik tangan bianca.


''Aku tidak mau jasson! Aku mau di sini saja.'' Kekeh bianca.

__ADS_1


''Baik lah, Tapi setelah aku pulang. Maka kau akan dapat kabar kematian semua keluarga mu!'' Ancam jasson berkelebat pergi.


Ternganga bianca dengan ancaman jasson, Tidak ada raut bercanda di wajah nya. Walau pun gara juga punya bodyguard, Jika di banding kan dengan jasson. Gara masih kalah, Kecuali gara mendapat bantuan dari gefari atau jhon.



Jasson de lamozada.


...****************...


''Daddy tau tidak jasson pergi kemana ?'' Tanya jessica.


''Ya mana daddy tau dong jessi.'' Jawab gara membenar kan kaca mata nya.


''Memang nya dia tidak pamit ?'' Tanya joana yang ikut membaca majalah bersama suami nya.


''Cuma bilang mau keluar.'' Jawab jessica.


Jessica ikut duduk bersantai sambil membaca majalah, Gara melirik putri nya yang terlihat baik baik saja. Meski gara tau kalau pernikahan anak nya tidak baik baik saja.


''Bagai mana sikap jasson kepada mu ?'' Tanya gara menaruh majalah.


''Seperti yang daddy lihat, Dia baik. Setiap minggu akan memberi ku uang.'' Jawab jessica.


''Bukan masalah uang jessica, Tapi perlakuan nya pada mu.'' Sahut joana.


''Baik mom, Tapi memang dia itu orang nya dingin. Dari dulu sudah seperti itu.'' Jawab jessica.


''Syukur lah kalau begitu.'' Jawab joana.


''Tanda apa ?'' Tanya jessica tidak paham.


Joana dan gara tersenyum melihat kepolosan putri nya, Jessica tidak paham dengan pertanyaan gara.


''Maksud daddy, Apa sudah ada tanda junior nya jasson.'' Jelas joana.


''Ooh, Belum mom.''


Jessica tersenyum kikuk, Bagai mana mungkin akan ada junior. penjantan nya saja selalu menolak jika akan di beri santapan.


''Selamat siang.''


Suara jasson membuat tiga orang ini menoleh, Mata joana terbelalak melihat putri sulung nya berdiri di belakang jasson.


''Bianca sayang, Syukur lah kamu sudah mau pulang nak.'' Teriak joana girang.


Tapi saat akan memeluk putri nya, Mata joana melihat bola yang ada di perut bianca. Seketika ia membeku. Dan benar seperti dugaan jasson, Gara sama sekali tidak terkejut melihat kehamilan bianca.


''Bi... Kamu hamil nak ?'' Tanya joana gemetar.


''Maaf kan bianca mom, Bianca tidak bisa menjaga diri.'' Isak bianca bersujud di kaki joana.


''Tidak bi, Ayo berdiri sayang.'' Ajak joana menarik bianca.


''Jangan terlalu kencang menarik nya, Anak ku bisa terluka.'' Seru jasson pada joana.

__ADS_1


''Anak mu ?!!''


Jessica dan joana berseru kaget, Jessica mendekati kakak dan suami nya. Rasa cemburu menggerumuh di dalam hati wanita ini.


''Kau pel4cur rendahan bianca!'' Teriak jessica.


''Jaga bicara mu!'' Sentak jasson.


Melihat anak dan istri nya yang mulai panik, Gara berdiri untuk melerai pertikaian yang akan terjadi.


''Biar kan bianca istirahat, Dia lelah.'' Ujar gara merangkul pundak anak nya.


''Dia itu hamil di luar nikah daddy! Kenapa kau tidak peduli.'' Teriak jessica.


''Lalu kau ingin daddy melakukan apa ?'' Tanya gara.


''Kenapa daddy tidak menghukum nya, Anak yang ada di kandungan nya itu tidak memiliki ayah.'' Sentak jessica.


''Aku ayah nya jessica!'' Bentak jasson.


Tidak ingin jika bianca semakin terluka, Karena gara memang masih merahasia kan kehamilan bianca dari joana.


''Dasar pelakor!''


Jessica berlari menubruk bianca dan membantinh nya kesamping, Tidak ada yang jika jessica sampai senekad ini.


''Aaarrkkh, Perut ku sakit!'' Teriak bianca.


Karena ulah jessica tersebut, Bianca yang di dorong jatuh dengan keras. Dan perut nya menghantam besi meja.


''Bianca!''


Jasson langsung menghampiri bianca yang meringis kesakitan, Gara dan joana juga ikut memeriksa putri nya.


''Astaga bianca, Yang mana sakit nya nak ?'' Panik joana.


''Bawa dia kerumah sakit jasson! Bianca pendarahan!'' Teriak gara.


Tidak menjawab lagi, Jasson menggendong bianca kerumah sakit. Dres putih bianca sudah banjir dengan darah yang mengalir deras.


''Jasson anak ku bagai mana ?'' Teriak bianca yang kesakitan.


''Tenang lah sayang.'' Hibur jasson memangku kepala bianca.


''Aakkh sakit sekali.'' Teriak bianca.


Mobil jasson meluncur dengan kecepatan penuh, Di belakang mobil gara juga mengikuti dengan kencang.


''Cepat lah lukas!'' Teriak jasson panik karena darah bianca semakin banyak.


''I iya tuan.''


Wajah bianca semakin pucat karena semakin kehilangan banyak darah, Di jok mobil darah nya sudah menggenang.


Dukungan nya jangan lupa ya bestie

__ADS_1


__ADS_2