Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Abang atau mas


__ADS_3

Sudah lima hari bianca di rawat di rumah sakit milik nya, Para teman dan kerabat silih berganti menjenguk nya.


''Aduh mau pipis nih.'' Gumam bianca di saat tengah malam.


Memang bianca sudah bisa buang air kekamar kecil tanpa menggunakan ktater, Perlahan ia bangkit karena tidak ingin jika tidur jasson sampai terganggu.


''Mau kemana ?''


Suara serak dan parau mengaget kan bianca, Dengan sigap jasson memapah istri nya menuju kamar mandi walau bianca belum mengatakan nya.


''Mau ganti segi tiga juga jasson.'' Ujar bianca.


''Tunggu, Biar ku ambil.'' Jawab jasson berkelebat pergi.


Saat ini ada rasa bahagia karena perhatian jasson di dalam hati bianca, Di satu sisi bianca juga memikir kan perasaan jessica saat ini.


''Dia lah yang membunuh bayi mu!'' Cetus iblis yang suka menghasut manusia.


Yah, Kini bianca teringat kembali dengan kejadian itu. Di mana jessica dengan membanting nya sehingga ia jatuh menabrak meja besi.


''Perut nya sakit lagi sayang ?'' Panik jasson sambil membawa Cd dan juga pembalut.


''Tidak! Hanya ingat anak ku saja.'' Jawab bianca mengusap air mata.


''Sudah lah, Ayo pakai ini.'' Ujar jasson memberikan alat bianca.


''Tidak akan ku maaf kan jessica biadap itu!'' Dendam bianca.

__ADS_1


''Jika dari awal kau tidak mengancam ku, Mungkin kejadian nya tidak seperti ini.'' Jawab jasson membantu membuka bungkus pembalut.


Hati bianca mencelos mendengar ucapan jasson, Ia teringat juga dengan ucapan nya yang akan menggugur kan bayi itu.


''Maaf kan mama nak.'' Isak bianca semakin menjadi.


''Bi, Semua sudah terjadi. Walau bagai mana pun kita menyesali nya, Anak kita tidak bisa kembali.'' Nasihat jasson.


''Maaf kan aku ya.'' Ujar bianca penuh sesal.


Senyum hangat jasson tampil kan, Sehingga membuat sang istri merasa lega. Dengan perlahan jasson menggendong bianca kembali keranjang.


''Loh ada daddy.'' Kaget jasson membaring kan bianca.


Markus tidak menjawab ucapan anak nya, Dengan satu kode. Gefari langsung menuntun mertua mendekati menantu baru nya.


''Bianca juga tidak tau kek, Cuma kami punya buku nikah.'' Jawab bianca ngeri ngeri sedap melihat wajah markus.


''Itu berarti kau sudah jadi istri nya jasson.'' Kesal markus.


''I iya kek.'' Angguk bianca.


''Apa kau bisa menuntun ku kemana pun aku pergi seperti menantu ku yang sudah karatan ini ?!'' Tanya markus menunjuk gefari.


''Sialan kakek tua ini.'' Rutuk gefari dalam hati.


''Aku akan berusaha semampu ku kek.'' Jawab bianca.

__ADS_1


''Apa kau tahan mendengar kan omelan ku seperti menantu durhaca ku ini ?!'' Tanya markus lagi.


''Wah, Mommy gefari tahan sekali.'' Batin bianca karena melihat gefari yang masih tetap kalem.


''Karena kakek adalah ayah dari suamiku, Maka aku akan menahan semua yang kakek lakukan.'' Jawab bianca tersenyum manis.


''Mana bisa begitu! Bagai mana jika nanti daddy ku memperkosa mu. Apa kau akan tahan juga ?'' Cetus jasson kurang ajar.


''Anak b!adap!''Maki markus mengambil ancang ancang akan melempar kepala jasson.


''Hajar saja dad.'' Kompor gefari.


''Kan banyak kejadian begitu dad.'' Ujar jasson membela diri.


''Aahh masa ?!''


Tiga manusia dengan kompak berkata, Hingga membuat jasson merasa terasing.


''Jika sudah tau aku adalah daddy suami mu, Kenapa masih memanggil ku kakek ?!'' Kesal markus.


''Jadi bianca harus memanggil apa ?'' Tanya bianca dengan bodoh nya.


''Yah, Kau bisa memanggil nya abang atau mas.'' Jawab gefari.


pletak.


Tidak terhindar lagi, Jidat gefari langsung di makan ujung tongkat markus. Sang pemilik hanya nyengir kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2