
''Saya lelah tuan! Saya ingin istirahat.'' Keluh lukas yang menemani jasson di depan pintu mansion.
''Nanti aku akan memberi mu uang jajan.'' Janji jasson.
''Bukan masalah uang tuan, Tapi saya sangat lelah! Dan kita hanya diam duduk sejak dua jam yang lalu.'' Jawab lukas mulai dongkol.
Sejak pulang dari mansion gara, Mereka hanya duduk diam di depan pintu mansion de lamozada. Bahkan sekarang sudah pukul tiga malam.
''Ayo masuk lah tuan! Nyonya bianca tidak akan membunuh mu.'' Rayu lukas dengan wajah lelah.
''Aku sungguh takut sekarang.'' Jawab jasson pelan.
''Jika takut kenapa anda malah memancing nya kemarin ?! Lihat kan sekarang, Aku juga yang kena susah nya!'' Rutuk lukas.
''Hei! Aku ini bos mu.'' Jasson menendang kaki lukas.
Lukas hanya menggerutu pelan sambil membuang muka, Tubuh nya sangat lelah. Ingin sekali rasa nya lukas berguling guling di halaman mansion.
''Tapi ku rasa dia sudah tidur.'' Cetus jasson.
''Hah pasti itu tuan.'' Sambar lukas.
''Baik lah, Ayo kita masuk perlahan.'' Jasson berdiri mengambil jas.
Bukan main senang nya lukas karena sekarang jasson mau masuk, Dengan begitu ia bisa segera berjumpa dengan kasur empuk nya.
__ADS_1
''Pelan lukas.'' Seru jasson saat lukas menutup pintu.
Layak nya seorang maling, Mereka berdua mengendap endap. Lampu juga dalam keadaan mati, Sehingga sangat gelap.
''Kenapa lampu nya padam ya tuan ?'' Tanya lukas berbisik.
Klik.
Baru saja lukas selesai bertanya! Sekarang keadaan mansion dalam terang benderang. Jasson menelan ludah ketika melihat bianca duduk di kursi dengan wajah garang, Tak lupa big yang berdiri memegang pistol di belakang nya.
''Habis lah anda tuan.'' Ujar lukas.
Tidak ingin terlihat lemah di hadapan para anak buah nya, Jasson menegap kan langkah dan mengabai kan bianca.
Baru saja kaki jasson naik satu anak tangga, Gucci kecil jatuh di hadapan nya. Tentu saja jasson kaget dan langsung bergelayut di besi tangga.
''Aku menunggu mu sejak siang tadi bodoh!Setelah pulang kau malah mengabai kan aku.'' Teriak bianca.
''Siapa yang menyuruh mu menunggu ku.'' Jawab jasson tapi tidak berani menatap istri nya.
Buaak.
Jasson terduduk sambil memegangi perut nya karena mulas sebab tendangan bianca, Big dan lukas hanya tersenyum tanpa membela siapa pun.
''Apa kau tidak berniat menjelas kan anak siapa yang delia kandung hah ?!'' Sentak bianca mencengkeram kerah kemeja suami nya.
__ADS_1
Semula jasson memang ingin bianca menanyakan anak nya delia, Karena menurut jasson itu adalah sebuah rasa cemburu bianca untuk nya! Namun sekarang jasson malah ketar ketir.
''Untuk apa aku menjelas kan, Kau akan lebih percaya pada penglihatan mu.'' Jawab jasson.
''Kau tidak melihat cara ku selama ini jasson! Meski kau tidak percaya, Namun aku tetap menjelas kan semua masalah yang kita hadapi.'' Teriak bianca.
''Sekarang aku juga butuh penjelasan, Tapi kau malah kabur kaburan hingga pulang sampai larut begini.'' Sambung bianca.
''Aku pulang malam karena takut kau marahi bi.'' Jasson mengakui.
''Kalau takut kenapa kau memancing amarah ku jasson!!'' Teriak bianca sampai terengah engah.
''Emaaakk!!''
Jasson menjerit memanggil emak ketika bianca mencengkeram leher nya dan menodong kan pistol, Tampak jelas jika bianca memang sangat marah. Bahkan wanita ini sampai meniti kan air mata.
''Anda yatim tuan.'' Sela big.
''Oh iya ya! Lupa aku.'' Cengir jasson.
''Tapi anda terlihat kiyowo saat berteriak tadi.''Ucap lukas tersenyum geli.
''Kiyowo endas (kepala) mu!'' Umpat jasson.
Kini pistol bianca sudah mengarah kejantung jasson, Entah apa yang akan bianca lakukan sekarang.
__ADS_1