
Keesokan hari nya.
Jasson menggulung lengan kemeja dengan bibir tersenyum lebar, Lukas hanya menatap heran pada tuan nya ini.
''Apa anda sedang bahagia sayang ?'' Tanya jessica merangkul jasson.
''Yah.'' Angguk jasson mengusap pipi jessica.
Namun jessica kecewa dengan anggukan jasson, Karena ia tau. Jika jasson sedang bahagia, Maka ada wanita yang sedang di incar nya.
''Aku pergi.'' Ujar jasson.
Tinggal lah jessica sendirian di mansion yang sangat besar, Meski ia tidak pernah mengajak jasson menikah. Namun di dalam hati nya, Ia ingin menjalani rumah tangga bersama jasson.
Di dalam mobil lukas menatap tuan nya yang masih saja bercermin, Entah siapa yang akan di temui nya.
''Kita kerumah sakit xxx.'' Perintah jasson.
''Anda merasa tidak enak ?'' Tanya lukas kaget.
''Tidak enak apa nya ?'' Tanya jasson heran kepada pertanyaan lukas.
''Lalu kenapa anda ingin kerumah sakit.'' Ujar lukas.
''Aku ingin menemui seseorang.'' Jawab jasson.
Lukas langsung paham seseorang yang di maksud jasson, Siapa lagi jika bukan dokter cantik aduhai itu.
''Apa anda masih tahap mengejar ?'' Tanya lukas penasaran.
''Hmm.''
''Dia berbeda tuan, Mungkin karena nona bianca sudah kaya jadi tidak butuh uang mu.'' Ucap lukas.
''Jessica adik nya, Namun ia butuh uang ku.'' Ujar jasson.
''Mereka berdua memiliki sifat yang sangat jauh berbeda.'' Cetus lukas.
''Kucing cantik ini suka di kejar.'' Seringai jasson membayang kan wajah bianca.
Saampai di rumah sakit.
Tanpa banyak bertanya, Jasson langsung mendatangi ruangan dokter bianca. Namun ruangan itu terkunci, Pertanda tidak ada orang nya di dalam.
Jasson mengeluar kan sesuatu dari kantong nya, Dengan mudah ia bisa membuka pintu ruangan bianca.
''Anda mencari siapa tuan ?'' Tegur suara dari belakang.
Hilto mendatangi jasson yang sudah membuka pintu separuh, Jasson memandang hilto dengan pandangan menusuk.
''Dokter bianca sedang tidak ada, Kenapa anda ingin masuk keruangan nya ?'' Selidik hilto.
''Pintu nya tidak di kunci, Jadi aku mengira bianca ada di dalam.'' Dusta jasson.
__ADS_1
''Maaf anda siapa nya bianca ?'' Tanya hilto penasaran.
''Aku kekasih nya.'' Jawab jasson tersenyum.
Ada rasa kaget dan juga tidak percaya, Hilto tidak percaya karena jasson malah tidak mengetahui kemana bianca pergi.
''Benar kah ? Lalu kenapa anda tidak tau kalau bianca pergi.'' Selidik hilto.
''Kami sedang bertengkar jadi dia pergi tanpa pamit.'' Dusta jasson lagi.
''Apa anda tau kekasih saya pergi kemana ?'' Tanya jasson.
''Dia ambil cuti untuk liburan kelondon, Baru saja dokter bianca pulang.'' Jawab hilto.
''Baik lah, Terima kasih.'' Ujar jasson langsung meninggal kan rumah sakit.
Tidak ada yang tau, Saat ini hilto merasa kan sakit hati yang tiada tara. Gadis pujaan nya telah memiliki kekasih yang jauh berada di atas nya. Hilang rasa percaya diri dokter tampan ini.
''Semoga kau bahagia dengan nya bi.'' Doa hilto tulus.
****
London.
Bianca memasuki rumah keluarga anderson, Ia ingin menghabis kan masa liburan nya di rumah paman niko.
"Tuan niko sedang pergi nona." Beritahu bodyguard.
"Kemana ?" Tanya bianca menyerah kan koper untuk di bawa masuk.
"Kenapa kau tidak ikut ? Kan kakak asisten nya." Ujar bianca.
"Saya menangani pekerjaan lain nona." Jawab deri tersenyum malu karena di panggil kakak oleh bianca.
Ranjang besar langsung tertimpa tubuh bianca, Untuk menghilang kan lelah. Bianca memutus kan tidur saja.
Sore hari ia terbangun karena mendengar suara yang tidak asing, Saat menuruni tangga mata bianca terbelalak kaget melihat wanita itu.
"Jesslyn ?"
"Kapan kamu datang bi ?" Tanya niko kaget saat melihat keponakan nya.
"Baru saja." Jawab bianca memandang jesslyn.
" Di mana jessica ?" Tanya niko.
"Sibuk pacaran." Jawab bianca cuek
"Aku ada urusan bisnis dengan paman mu." Ucap jesslyn tersenyum malu.
"Oh baik lah." Angguk bianca berlalu kedapur.
Tapi hati bianca masih tidak percaya pada ucapan jesslyn, Bisa di lihat jika dua manusia itu terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Masa mereka pacaran." Batin bianca menatap kepergian dua manusia itu.
Namun diam diam ia berjalan mengikuti kedua nya, Di balik tembok ia menguping pembicaraan mereka.
"Cih, Bilang nya rekan bisnis." Ejek bianca keki di balik tembok.
Tak berapa lama niko pergi dengan wajah masam, Bisa di tebak jika paman nya sedang mode merajuk.
''Sangat pusing aku sekarang, Kenapa dia mudah sekali merajuk!'' Kesal jesslyn.
''Siapa ?''
Jesslyn tersentak kaget karena suara bianca, Ia menoleh sambil tersenyum untuk menutupi rasa canggung.
''Tidak ada.'' Elak jesslyn.
Bianca duduk di samping jesslyn, Niat untuk mengejar niko pun jesslyn urungkan karena ia tidak enak jika sampai meninggal kan sahabat nya.
''Berapa lama kau di sini ?'' Tanya jesslyn.
''Sekitar satu minggu.'' Jawab bianca.
''Kau mau menemui kekasih mu ya ?'' Gurau jesslyn.
''Aku tidak punya kekasih.'' Jawab bianca jutek.
''Usia mu sudah hampir dua puluh empat, Kenapa kau tidak punya kekasih.'' Tanya jesslyn penasaran.
''Aku tidak ingin sakit hati seperti mu.'' Jawab bianca menerawang jauh.
''Tidak semua pernikahan berakhir seperti ku bi.'' Nasihat jesslyn.
''Entah lah.'' Desah bianca berat.
''Atau kau mau dengan kak kai ?'' Jesslyn menawar kan kakak nya.
''Cih, Tidak sudi aku punya pacar seperti dia.'' Kesal bianca.
''Kan kau bisa jadi kakak ipar ku.'' Gurau jesslyn.
''Cukup kau menjadi bibi ku saja.'' Jawab bianca menatap jesslyn.
''Apa maksud mu ?'' Kaget jesslyn.
''Tidak usah pura pura, Lebih baik kau bujuk paman ku yang sedang merajuk.'' Ujar bianca.
''Astaga baru juga satu minggu, Sudah ketahuan oleh tikus got ini. Bagai mana jika satu bulan, Bisa bisa mommy langsung mencekek ku.'' Batin jesslyn merinding.
Malam hari bianca berpamitan pada niko untuo keluar, Jika hanya diam di mansion paman nya. Bisa bisa bianca langsung gila karena menyaksikan keromantisan niko dan jesslyn.
''Baru juga bercerai, Masa jesslyn sudah di mabuk cinta nya paman niko.'' Rutuk bianca sambil mengendarai mobil.
Danau yang luas dan tejejer kursi kursi itu adalah tujuan bianca, Ingin menikmati udara malam kota london.
__ADS_1
Di samping kanan dan kiri nya terlihat sepasang kekasih yang sedang berpacaran, Ada rasa dongkol di hati nya karena hanya bianca yang duduk sendirian.