Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Markus de lamozada


__ADS_3

Hidangan makan malam memenuhi meja yang tesusun di tepi danau belakang mansion jasson, Jasson menarik bianca agar duduk di kursi.


''Apa ini diner ?'' Tanya bianca.


''Siapa yang peduli ini makan malam atau pun makan siang.'' Sahut jasson dingin.


Semilir angin menemani makan malam mereka, Suasana romantis membuat hati bianca sedikit bergetar.


''Kemari kan piring mu.'' Jasson menarik piring bianca.


Mata bianca terbelalak melihat aksi jasson, Dengan telaten pria ini memotong daging di piring bianca menjadi kecil kecil.


''Makan lah.'' Suruh jasson.


''Terima kasih.'' Sahut bianca.


Jasson tersenyum senang karena sedikit demi sedikit bianca mulai menurut pada nya, Rasa untuk memiliki gadis ini pun menjadi semakin kuat.


''Apa ini yang kau maksud bianca ?'' Tanya suara yang baru datang.


Sontak saja dua manusia ini langsung menoleh, Bianca kaget melihat jessica yang telah berdiri di sana.


''Jessi ?''


''Ini yang kau maksud kan ?'' Tanya jessica lagi.


''Yah.'' Angguk bianca.


Jessica berjalan mendekati jasson yang menatap nya tajam, Ada kemarahan di dalam mata pria ini.


''Maaf kan aku yang sudah lancang mengganggu mu tuan, Tapi bisa kah anda lepas kan kakak ku.'' Pinta jessica gemetar.


''Kau punya nyali ?!'' Sinis jasson.


''Aku akan melakukan untuk mu tuan, Tapi jangan rusak kakak ku.'' Hiba jessica berlutut di kaki jasson.


Tanpa sadar air mata bianca mengalir karena jessica memohon untuk nya, Dengan kemarahan penuh. Bianca menarik adik nya yang tengah bersujud.


''Apa yang kau lakukan jessi ? Keluarga vander veken tidak pantas memohon seperti ini.'' Kecam bianca.


''Tidak mengapa bi, Aku sudah biasa melakukan nya.'' Jawab jessica membuat hati bianca semakin remuk.


''Karena aku bukan keluarga vander veken.'' Sambung jessica.


''Tidak usah memohon, Aku rela jadi budak nya.'' Ujar bianca mengusap air mata adik nya.


Jessica menggeleng mendengar ucapan kakak nya, Tidak mungkin bianca yang sangat kerasa kepala mau tunduk di bawah kendali jasson.


''Daddy akan kecewa pada mu bi, Dia sudah kecewa pada ku.'' Isak jessica.


''Aku bisa menyimpan rapat, Tapi mungkin lebih bagus lagi jika kau kembali kerumah kita untuk menggantikan posisi ku.'' Sahut bianca.

__ADS_1


''Kita jadi tukar posisi.'' Ujar jessica tersenyum lucu.


''Kau bisa belajar jadi putri yang baik untuk daddy jessi, Buat lah dia bangga pada mu.'' Ucap bianca.


''Lebih baik kalian berdua jadi kekasih ku.'' Sahut jasson yang tersenyum enteng.


Amarah bianca kembali tersulut karena ucapan jasson, Dengan langkah berani ia mendekati jasson.


Duaak.


Jasson tidak sempat mengelak, Hingga ia terdongak oleh tendangan karate nya bianca. Bahkan bianca juga langsung mencekik leher jasson, Bodyguard yang melihat segera menarik paksa bianca.


''Lepas kan aku! Singkir kan tangan kotor mu!'' Teriak bianca.


''Tenang lah nona, Kami tidak akan menyakiti anda.'' Ujar lukas.


''Lepas kan dia lukas!'' Perintah jasson yang berdiri tegak.


Lukas melepas kan cekalan dari bianca, Gadis ini berjalan mendekati jasson yang sedang menatap kagum pada nya.


''Segera bebas kan adik ku.'' Pinta bianca.


''Baik lah, Aku akan melepas kan dia.'' Sahut jasson.


''Apa maksud nya ?'' Tanya jessica heran.


''Aku sudah tidak membutuh kan mu lagi, Pergi dari hadapan ku.'' Usir jasson kepada jessica.


''Aku tidak mau.'' Tolak jessica.


''Aku tidak butuh kau lagi.'' Sahut jasson merangkul bianca.


''Karena anda punya dia, Maka membuang ku tuan ?'' Tanya jessica menunjuk bianca.


''Kenapa kau malah tidak suka jessica ?!'' Tanya bianca heran.


''Karena kehadiran mu aku selalu terbuang bianca! Di rumah daddy aku terbuang karena kau! Lalu sekarang aku juga terbuang karena kehadiran mu!'' Teriak jessica.


Bianca terperangah dengan ucapan jessica, Kenapa gadis ini malah memilih hidup bersama jasson. Sedang kan bianca ingin ia bisa memulai hidup bersama daddy nya, Dengan menjadi putri yang baik.


''Aku melakukan karena kebaikan mu jessica!'' Sentak bianca.


''Tidak! Kau memang selalu merampas semua yang ku punya.'' Balas jessica.


''Kau bilang aku merampas pria sialan itu ?!'' Tunjuk bianca pada jasson.


Jasson kaget karena bianca mengatai nya sialan, Tapi untuk protes ia belum punya kesempatan.


''Jika bukan karena ulah mu, Maka aku tidak akan bersama pria bangs4t ini.'' Teriak bianca.


Usai berkata ia berjalan pergi meninggal kan jessica yang terdiam, Jasson juga hanya menatap langkah dokter cantik nya.

__ADS_1


''Pergi lah.'' Suruh jasson pada jessica.


''Biar kan aku tetap bersama mu tuan.'' Pinta jessica memohon.


''Pergi lah masuk kamar.'' Sentak jasson.


Meski jasson membentak nya, Tapi jessica merasa senang karena jasson tidak jadi membuang ia dari hidup nya.


''Cih, Tidak selama nya kau selalu menang bianca.'' Batin jessica menuju kamar nya.


Niat bianca untuk melepas kan adik nya dari jerat nafsu jasson malah di salah arti kan oleh jessica, Ia tidak ingin terbuang terus oleh seseorang.


Jessica merasa terbuang dari keluarga karena gara lebih menyayangi bianca, Namun gara sebenar nya bukan tidak sayang pada jessica. Ia hanya merasa kecewa pada kelakuan buruk jessica.


Bianca sukses menjadi dokter, Sedang kan jessica sukses menjadi pel4cur nya jasson de lamozada.


''Bianca ?''


Markus yang melihat anak gara sedang berjalan sendirian segera menghampiri nya, Senyum teduh menaungi wajah pria berusia hampir sembilan puluh tahun ini.


''Kakek ?'' Sapa bianca kaget.


''Kenapa berjalan nak ?'' Tanya markus heran.


''Eh anu kek, Bianca sedang olah raga.'' Dusta bianca.


''Kakek sudah lama tidak ngobrol bersama dokter cantik ini, Bagai mana jika bianca ikut kakek yuk.'' Ajak markus.


''Kemana kek ?'' Tanya bianca.


''Kerumah anak kakek.'' Jawab markus.


Akhir nya bianca masuk mobil nya markus, Karena tidak enak jika menolak ajakan markus yang sudah di anggap kakek nya sendiri.


Tidak sampai dua puluh menit mobil markus berhenti di sebuah mansion, Bianca terperanjat karena itu mansion yang baru saja ia tinggal kan.


''Mampus, Aku tidak sadar kalau tuan lima menit itu anak nya.'' Batin bianca.


''Ayo turun nak.'' Ajak markus lembut.


''I iya kek.'' Gugup bianca.


Bodyguard bersusun rapi untuk menyambut markus, Lukas menunduk hormat pada tuan besar nya.


''Selamat datang tuan besar.'' Sapa lukas.


Markus hanya menganguk dan menggandeng bianca masuk kedalam, Langkah bianca terasa berat untuk memasuki mansion.


''Bianca kenapa ?'' Tanya markus pelan.


''Tidak kek.'' Jawab bianca menggeleng.

__ADS_1


Senyum terkembang di bibir markus, Ia mengajak bianca duduk di sofa sembari mengobrol tentang kesehatan nya.


__ADS_2