
Sampai lah bianca di tempat mobil nya terparkir, Tanpa basa basi ia langsung turun dan membanting pintu mobil jasson.
''Segera pulang dan kabari aku jika sudah sampai.'' Pesan jasson.
Tidak ada jawaban dari mulut bianca, Gadis ini lebih memilih diam dan masuk mobil nya. Niat nya hanya satu, Segera ia menelepon adik lucknut nya.
''Ada apa kau menelepon ku ?'' Tanya jessica serak.
''Kau punya hubungan apa dengan jasson de lamozada ?!'' Tanya bianca the point.
''Apa urusan nya dengan mu.'' Sahut jessica malas.
''Kau bertanya apa urusan nya dengan ku ? Karena ulah mu aku harus menderita. Tidak bisa kah kau berbuat baik dan membangga kan orang tua ? Kenapa kau selalu menjadi beban daddy ?!'' Teriak bianca kalap.
Hening, Tidak ada sahutan dari jessica. Tapi sambungan telepon belum terputus, Entah apa yang sedang di lakukan oleh jessica.
''Memang hanya kau putri kebanggaan daddy, Aku hanya beban bagi kalian.'' Jawab jessica tersenyum kecut.
''Bagus jika kau sadar diri.'' Kesal bianca.
''Kau tidak usah ikut campur urusan ku, Cukup kau bahagia kan saja daddy mu.'' Ujar jessica mengelap air bening yang meluncur di pipi nya.
''Aku tidak akan ikut campur jika pria jal4ng mu tidak mengusik ku!'' Putus bianca mematikan sambungan telepon.
Sekuat tenaga ia melempar kan ponsel berharga nya, Tidak hanya cukup di lempar. Kini bianca turun dari mobil dan menginjak injak ponsel nya.
''Kenapa kau selalu membuat ku susah jessica, Aku benci pada mu!! Aku benci pada mu jessica!'' Teriak bianca mulai menangis.
Jatuh merosot tubuh bianca di jalanan, Meski mulut nya mengatakan benci. Tapi jauh di dalam hati nya, Bianca menyayangi jessica.
''Aku harus bagai mana dad ?'' Tangis bianca semakin pecah.
Hati bianca sangat bingung untuk mengambil keputusan, Ia tidak sanggup jika harus menjadi sugar baby nya jasson.
karena di dalam hati bianca ada nama yang telah bertahta, Namun karena pria itu playboy. Maka bianca membunuh cinta nya, Meski cinta itu tidak mati.
Di seberang jalan tampak sepasang mata tengah menatap tajam kearah bianca yang terduduk sambil menangis, Senyum iblis keluar dari bibir nya.
''Kau akan menjadi milik ku.'' Seringai jasson melajukan mobil nya.
...****************...
Di dalam kamar jessica menangis keras karena terluka dengan ucapan bianca, Gadis ini hilang arah hingga bisa menjadi jal4ng nya jasson.
__ADS_1
''Maaf kan aku kak, Aku selalu menyusah kan mu.'' Isak jessica memeluk foto bianca.
Terlintas kembali di mata jessica saat dulu mereka masih sangat akrab, Usia yang hanya terpaut dua tahun membua mereka terlihat sebaya.
Saat bianca sudah memasuki fakultas kedokteran, Jessica masih sekolah menengah keatas. Di situ lah awal mula kehancuran hidup jessica, Karena terbuai dengan rayuan pria ia menjadi hamil.
Tapi jessica nekat melakukan aborsi, Gara pun akhir nya mengetahui yang di alami putri bungsu nya. Hanya butuh waktu dua jam, Kekasih jessica mati dengan keadaan tragis.
Gara mulai menjauhi putri nya, Karena rasa kecewa gara yang teramat besar. Namun bianca masih tetap menyayangi adik nya, Hingga jessica pergi dari rumah dan menjadi simpanan pria kaya.
''Aku sayang pada mu kak.'' Lirih jessica sambil menutup mata.
London.
Bianca memasuki mansion paman nya dengan hati hati, Ia tidak ingin jika niko sampai melihat nya menggunkan pakaian pria.
''Mandi dulu lah.'' Ujar bianca memasuki kamar mandi.
Hampir satu jam bianca di dalam kamar mandi, Ia pun keluar dengan handuk yang untuk mengusap rambut nya. Tubuh nya yang mulus tanpa celah membuat mata yang melihat langsung terpana.
''Punya pembalut atau tidak ya ?'' Gumam bianca membuka lemari.
Nasip baik ia menemukan pembalut di dalam lemari, Tentu saja itu memang milik nya. Karena kamar ini milik bianca, Niko menyiap kan kamar jika keponakan nya datang berkunjung.
''Tapi tidak ada sayap nya.'' Ujar bianca memasang pembalut.
''Astagaa!!''
Bianca berteriak kaget karena tiba tiba saja jasson sudah berada di kamar nya, Entah bagai mana pria ini bisa masuk kedalam kamar bianca. Sedang kan para bodyguard berjejer rapi di luar sana.
''Kenapa kau di sini jasson ?!'' Kesal bianca melempar pembalut hingga mengenai kepala jasson.
''Hey tidak sopan kau ya.'' Rutuk jasson.
''Kau yang tidak sopan! Kau masuk tanpa izin dariku!'' Sentak bianca.
''Terus lah berteriak agar paman mu bisa mendengar.'' Ucap jasson.
Amarah bianca benar benar sudah tidak bisa lagi di padam kan, Ia bergegas menghanpiri jasson yang santai berbaring di atas ranjang.
Jasson yang tidak paham pada gerakan bianca hanya melongo, Saat bianca sudah naik keranjang. Sekuat tenaga ia melompat dan menjatuh kan dengkul nya di cacing berurat milik jasson.
''Aarrkkhhh!!''
__ADS_1
Teriakan jasson menggelegar memenuhi kamar bianca, Untung saja kamar nya kedap suara. Jika tidak, Maka niko pasti akan mendatangi.
''Rasakan itu!'' Sinis bianca.
Sangking sakit nya, Jasson hanya bisa meringkuk sambil memegangi cacing nya. Wajah nya memerah antara menahan sakit dan juga marah.
''Awas kau bianca!'' Ancam jasson bangkit berdiri.
Tapi bianca sudah berlari masuk kedalam kamar mandi, Ia memakai baju dan mendekap di sana.
''Sampai kapan tapi aku di sini.'' Ucap bianca menatap kamar mandi.
Tidak mungkin jika ia harus tidur di kamar mandi, Bianca menyesali kebodohan nya yang tidak berlari keruang ganti saja.
''Bagai mana jika kau rayu saja.'' Cetus hati bianca.
Bianca membuka pintu kamar mandi untuk mengintip, Terlihat jasson sudah tidak ada dikamar nya.
''Bagus lah dia pergi.'' Batin bianca girang.
Bodoh nya bianca langsung keluar, Ia naik keranjang dan merebah kan diri. Terasa pinggang nya lemas dan nyaman.
Hap.
Baru saja mata gadis ini akan terpejam, Kini tubuh nya sudah di timpa sosok tinggi besar dan wajah nya hanya berjarak beberapa centi.
''Tertangkap kau kucing nakal.'' Seringai jasson.
''Kenapa kau belum pergi sih jasson!!'' Teriak bianca menendang nendang.
''Karena aku ingin tidur dengan kekasih ku.'' Jawab jasson berguling turun kesamping bianca.
''Banyak tingkah!! Apa pun juga bukan!'' Rutuk bianca membalik kan tubuh membelakangi jasson.
Greep.
Tangan jasson melingkar erat di perut bianca, Bahkan kini leher belakang bianca terasa hangat oleh nafas jasson.
''Menjauh lah sana.'' Dorong bianca dengan bokong nya.
''Jika kau mendorong ku begitu, Maka kau akan membangun kan dinosaurus ku.'' Bisik jasson.
Bianca kaget dengan ucapan jasson, Secepat kilat ia menjauh kan bokong nya sambil menggerutu tiada henti.
__ADS_1
''Cih, Cacing begitu di bilang dinosaurus!'' Rutuk bianca.
Untung saja jasson tidak mendengar ucapan bianca, Ia memilih menutup mata dengan memeluk erat kekasih baru nya.