
''Daddy kok bisa setuju begitu saja ya sama pernikahan kita ?'' Heran bianca.
Jasson memandang sekilas pada istri nya yang tengah berbaring di ranjang, Setelah kepergok minum susu dari sumber nya. Jasson langsung memboyong bianca kemansion de lamozada.
''Kamu sekarang rajin banget kerja nya.'' Ujar bianca mendekati jasson.
''Ya harus rajin lah sayang.'' Jawab jasson tersenyum.
''Dulu kamu kan santai, Kenapa sekarang sibuk mengurus perusahaan ?'' Selidik bianca.
''Kalau aku tidak kerja, Kita mau makan apa ?'' Ujar jasson.
Mendengar ucapan jasson, Bianca merasa ada yang tidak beres. Padahal dulu jasson ogah ogahan mengurus perusahaan nya.
''Ada apa sayang ?'' Tanya bianca menyelidik.
''Tidak ada sayang.'' Jawab jasson menarik tangan istri nya.
''Apa kamu bangkrut ?'' Tanya bianca lagi, Karena ia merasa jasson menyembunyikan sesuatu.
''Mana mungkin aku bangkrut, Kalau pun itu terjadi. Usaha ku yang lain kan masih banyak.'' Ucap jasson mencuri ciuman dari bianca.
Bianca hanya mengangguk karena ia merasa jasson masih enggan untuk bercerita, Lambat laun ia pasti akan tau. Pikir bianca.
''Aku besok mulai masuk kerja ya ?'' Izin bianca.
''Tidak boleh! Kondisi mu belum pulih sepenuh nya.'' Larang jasson.
''Aku bosan kalau di rumah terus sayang.'' Rengek jasson.
''Tunggu lah beberapa hari lagi bi, Kalau kamu bosan kan bisa main kekantor ku.'' Ujar jasson mengelus kepala bianca.
''Sungguh ? Aku boleh kekantor mu ?'' Tanya bianca kaget.
''Ya boleh lah, Siapa yang melarang sayang.'' Jawab jasson.
Dengan senang hati bianca memeluk suami nya, Ia merasa bosan jika hanya diam di rumah saja.
''Aku keluar sebentar.'' Ujar jasson ketika ponsel nya berdering.
Bianca mengangguk, Setelah jasson pergi. Bianca membuka map yang jasson lupa kan, Ia membuka dan membaca nya. Untung saja bianca tidak terkena serangan jantung ketika membaca berkas tersebut.
Hampir setengah jam jasson pergi karena mendapat panggilan dari klien nya, Tak lama ia masuk dan langsung di sambut dengan wajah garang istri nya.
''Jelas kan pada ku!'' Pinta bianca memberikan berkas.
''Apa sayang ?'' Jasson pura pura tidak tau.
''Jangan berbohong jasson!'' Teriak bianca.
''Sudah lah sayang, Ini tidak seberapa.'' Ujar jasson mengumpul kan berkas nya.
__ADS_1
''Jadi karena semua perusahaan mu sudah ada di tangan daddy, Kau jadi bekerja keras seperti ini ?!'' Tanya bianca mulai berkaca kaca.
''Sayang, Aku masih bekerja di perusahaan ku.'' Hibur jasson memeluk bianca.
''Tapi semua nya sudah atas nama daddy jasson.'' Ujar bianca.
''Hanya tiga tahun sayang, Setelah tiga tahun berlalu. Semua nya akan kembali pada ku.'' Jawab jasson.
''Kenapa daddy sangat keterlaluan ?! Aku harus bicara pada nya!'' Kesal bianca ingin berlari keluar.
Untung saja jasson dengan sigap menarik kembali bianca, Jika saja sampai terlepas. Maka bianca pasti sudah mengendari mobil menuju mansion vander veken.
''Duduk dulu ya, Kita bicara kan baik baik sayang.'' Rayu jasson.
''Kenapa kau mau menyerah kan jasson ?'' Tanya bianca yang masih menangis.
''Karena aku ingin bersama mu bi, Aku ingin berumah tangga dengan mu.'' Jawab jasson berjongkok di depan bianca.
''Tapi tidak dengan mengorban kan tiga perusahaan mu jasson!'' Kesal bianca.
''Jangan kan cuma perusahaan, Bahkan jika gara mau nyawa ku pun. Aku siap memberikan nya, Asal kau ada di sisi ku.'' Ucap jasson tulus.
Hati bianca mencelos mendengar ucapan jasson, Pria ini mengorban kan perusaahan milik nya. Hanya untuk bisa hidup bersama bianca.
''Aku tidak pantas kau perjuang kan seperti ini jasson, Aku tidak bisa membalas pengorbanan mu.'' Isak bianca mengusap rahang jasson.
''Aku hanya butuh balasan cinta mu bianca, Aku tidak butuh yang lain nya.'' Jawab jasson tulus.
Tidak ada jawaban dari bibir bianca, Karena bibir nya ia gunakan untuk mencium bibir jasson. Rasa bahagia menguar di dalam hati nya.
Sesuai dengan ucapan nya tadi malam, Siang ini bianca datang kekantor jasson sambil menenteng kotak makanan.
''Tuan jasson ada ?'' Tanya bianca ketika berpapasan dengan big.
''Ada nona, Mari saya antar.'' Jawab big sembari tersenyum.
Big berjalan di depan, Bianca mengikuti langkah big. Namun tak sengaja ia bertemu dengan gara yang baru keluar dari ruangan jasson.
''Hhmmp!''
Bianca membuang muka ketika gara tersenyum hangat pada nya, Tentu saja gara kaget ketika putri kesayangan nya malah bersikap demikian.
''Hey apa yang putri daddy lakukan ?! Tanya gara mendekati anak nya.
''Bianca tidak mau bicara pada daddy.'' Ketus bianca.
''Kenapa ? Salah daddy apa nak ?'' Tanya gara walau pun ia sudah bisa menebak permasalahan nya.
''Bianca marah karena daddy itu matre sekali.'' Kesal bianca dengan gaya yang imut.
''Memang dari dulu daddy matre.'' Jawab gara tanpa dosa.
__ADS_1
''Iissh! Bagai mana jika jasson jatuh miskin ?!'' Kesal bianca memukul daddy nya dengan tas.
''Astaga! Putri ku tega sekali memukul ku!'' Ujar gara dengan gaya dramatis.
''Daddy jangan lebay gitu dong, Bianca cuma pelan mukul nya.'' Ujar bianca.
''Aakkhh sakit sekali.'' Gara malah semakin berteriak memang pundak nya.
Mendengar keributan dari luar, Jasson keluar untuk meliha apa yang terjadi. Mata nya terbelalak ketika melihat gara yang di lantai sedang di tarik tarik oleh bianca.
''Ada apa ini ?'' Tanya jasson.
''Ooh menantu ku! Lihat lah kelakuan istri mu ini. Dia tega sekali memukuli aku.'' Lapor gara malah memeluk lengan jasson.
''Cih! Sudah dapat tiga perusahaan baru aku di akui.'' Sinis jasson.
''Jangan lebay daddy!'' Teriak bianca.
''Aku seperti sedang nonton bioskop.'' Cetus big yang berdiri bersandar di tembok.
''Tutup mulut mu!'' Bentak mereka bertiga.
Big terjengit kaget mendengar bentakan tersebut, Untung saja ia tidak jatuh terjengkang dan terguling guling.
''Sudah lah, Ayo masuk.'' Ajak bianca pada suami nya.
''Daddy tidak di ajak ?'' Tanya gara menunjuk diri nya.
''Tidak! Bianca tidak mau bicara pada daddy.'' Kesal bianca.
''Rasakan itu!'' Ejek jasson.
Jasson masuk kedalam ruangan nya dan meninggal kan gara yang melongo seperti sapi ompong, Tak lama gara pun pergi dengan senyum kemenangan karena mendapat perusahaan tiga.
''Eehh ada janda.'' Sapa gara ketika bertemu dengan gefari di lobby.
''Apa kau ?!'' Salak gefari.
''Galak sekali.'' Ucap gara.
''Kenapa kau di sini ?'' Heran gefari.
''Tentu saja untuk melihat perusahaan ku.'' Jawab gara bangga.
Mata gefari memicing menatap curiga pada gara, Sedang kan yang di tatap malah menyilang kan tangan di dada nya.
''Jangan memperkaos ku ge.'' Ujar gara mundur.
''Sialan! Tidak minat aku padamu!'' Cetus gefari.
''Hehehe, Ku kira karena lama tidak di belai kau jadi jablay.'' Ujar gara santai.
__ADS_1
Plaak.
Pundak gara mendapat geplakan dari tangan maut gefari, Jika tadi ia hanya akting kesakitan. Sekarang justru gara benar benar kesakitan.