
Beberapa bulan berlalu.
Tepat malam nanti, Usia pernikahan jasson dan bianca sudah satu tahun. Meski banyak rintangan yang mereka alami, Namun hingga saat ini. Mereka bisa mempertahan kan rumah tangga nya.
Pertengkaran juga tidak pernah luput dalam pernikahan mereka, Namun sejauh ini. Bianca dan jasson bisa menyelesai kan nya dengan kepala dingin. Walau pun bianca lebih banyak mengalah, Jika jasson menjadi reog saat sedang cemburu berat.
''Apa sudah selesai pesanan ku big ?'' Tanya jasson.
''Sudah tuan, Saya juga sudah mengambil nya.'' Big menyerah kan bingkisan.
''Kau memang bodyguard terbaik ku.'' Puji jasson.
''Cih! Ada mau nya saja dia memuji ku!'' Sahut big.
''Apa yang kata kan big ?!'' Tanya jasson garang.
Big menutup mulut karena keceplosan, Sudah pasti gaji nya akan di potong oleh bos nya ini karena itu lah hukuman yang selalu big terima.
''Hehehe, Maaf kan saya tuan. Niat nya tadi cuma mau ngomong dalam hati, Tapi malah kebablasan.'' Cengir big sambil membenar kan kuncir rambut nya.
''Dasar bocah! Kuncir mu saja yang kau bangga kan.'' Rutuk jasson.
''Karena kuncir ini saya menjadi tampan tuan.'' Jawab big bangga.
''Untuk apa tampan jika tidak laku! Jadi bujang tua nanti kau big.'' Ejek jasson.
''Seperti anda berarti ya tuan ?'' Sahut big tanpa dosa.
Mendelik jasson mendengar jawaban pengawal yang ahlak nya pindah entah kemana, Sedang kan big malah mengumbar senyum manis nya.
Big lancaster.
...****************...
''Akhir nya selesai juga pekerjaan ku.'' Gumam bianca kelelahan.
Bianca tidak sadar jika jam sudah menunjukan sebelas malam, Begitu banyak berkas yang di perikasa nya. Di tambah tadi ada pasien yang operasi.
Tidak ada sedikit pun bianca ingat ini adalah hari ulang tahun pernikahan nya, Yang ia pikir kan sekarang. Kasur yang empuk untuk berguling guling.
''Pasti jasson sudah tidur.'' Batin bianca saat tiba di mansion.
Langkah nya tergesa gesa karena kasihan kepada suami nya yang tidur sendiri, Akhir akhir ini bianca memang kerap lembur hingga malam. Bahkan beberapa kali ia harus tidur di rumah sakit.
Sampai di ruang makan, Hati bianca mencelos ketika melihat jasson yang masih setia menunggu nya pulang.
''Sayang, Maaf kan aku yang pulang selalu telat.'' Ujar bianca mendekati suami nya.
''Aku menunggu mu sejak jam enam sore.'' Sahut jasson.
__ADS_1
''Astaga! Mampus lah aku.'' Batin bianca.
Agar sang suami tidak merajuk, Bianca langsung bergelayut manja di lengan jasson. Hanya bianca tidak tau ada acara apa saat ini, Sehingga banyak hidangan yang tersedia.
''Maaf kan aku ya ? Aku membuat mununggu lama sekali.'' Sesal bianca.
''Karena ini adalah hari spesial, Maka aku akan memaaf kan mu.'' Ucap jasson mengusap pipi istri nya.
''Hari spesial ? Memang nya ini hari apa sayang ?'' Tanya bianca bingung.
Mata jasson menatap tajam kepada istri nya yang kelimpungan, Tampak jelas jika bianca tidak mengingat tanggal pernikahan mereka.
''Kau sungguh tidak ingat ini hari apa ?!'' Tanya jasson mulai sinis.
''Tidak sayang! Ulang tahun mu kan sudah lewat." Jawab bianca.
"Kau ingat tanggal ulang tahun ku ? Berarti aku sangat penting ya bagi mu." Tanya jasson.
"Tentu saja lah, Aku pasti ingat jika itu sesuatu yang penting." Jawab bianca mengambil cup cake dan memakan nya.
"Apa pernikahan kita tidak penting ?! Pantas saja kau tidak mengingat nya!" Kesal jasson membanting kotak hadiah yang akan di berikan kepada istri nya.
Terdiam kaku bianca, Bahkan cup cake nya tidak bisa tertelan setelah mendengar ucapan jasson. Rasa bersalah dan malu mulai bergelayut di hati nya.
"Maaf kan aku jasson." Ujar bianca berbalik.
Tapi jasson sudah tidak ada, Pria itu naik kelantai atas usai membanting kotak kado. Bianca memungut kotak itu dan mengambil surat yang yang terselip.
Bergetar tangan bianca saat membuka surat, Goresan tinta yang di tulis oleh jasson semakin membuat rasa bersalah bianca tambah besar.
**Happy annivarsary istriku, Sudah setahun kita menikah. Terima kasih karena mau hidup bersama dengan ku.
Aku berharap, Cinta mu tidak pernah luntur untuk ku. Dan aku berharap kita akan segera memiliki baby jika kau bersedia.
I love you bianca de lamozada**.
Setetes air mata jatuh membasahi kertas yang ada di tangan nya, Di dalam kotak ada sebuah perhiasan yang di hadiah kan oleh suami nya.
''Ini gelang yang aku incar satu bulan yang lalu.'' Ujar bianca.
Merasa diri nya sangat keterlaluan, Bianca menyambar kunci mobil nya dan berlari keluar lagi.
Jasson yang mendengar suara mesin mobil, Mengintip dari jendela kamar. Ada rasa sakit yang bersemayam di hati nya.
''Di memilih pergi.'' Desah jasson kecewa.
Satu jam berlalu.
''Anda baru pulang nona ?'' Tanya big ketika melihat bianca turun dari mobil.
''Tadi aku sudah pulang, Cuma aku pergi sebentar.'' Sahut bianca.
__ADS_1
''Selamat istirahat nona.'' Big membungkuk kan badan.
''Tuan mu tidak pergi kan ?'' Tanya bianca.
''Tidak nona.''
Berlari bianca menuju kamar, Bahkan bianca lupa jika rumah mereka ada lift. Ia memilih berlari menaiki tangga.
''Aduh kaki ku sakit.'' Keluh bianca.
Nafas nya memburu ketika sampai di depan pintu kamar, Berhenti dulu ia sebentar untuk mengatur nafas.
Ceklek.
Gelap guliata keadaan kamar, Bianca sedikit ketar ketir karena tidak bisa melihat keadaan kamar.
''Aduuh!''
Klik.
Bersamaan bianca yang mengaduh kesakitan karena tulang kering nya menabrak kursi, Lampu kamar menyala terang.
''Apa mata mu juga lupa kau pakai ?!'' Tanya jasson berdiri hanya menggunakan handuk.
''Sexy sekali suami ku.'' Batin bianca melihat jasson yang terlihat sexy.
''Lupa juga untuk bicara ?!'' Tanya jasson lagi.
''Kaki ku sakit jasson.'' Ucap bianca dengan nada manja.
Namun seperti nya jasson tidak berniat menolong nya berdiri, Pria ini malah duduk di tepi ranjang menghadap balkon.
''Beneran marah dia.'' Batin bianca sambil berdiri.
Perlahan bianca mendekati suami sexy nya, Kotak besar juga ia bawa dan bianca letak kan di paha jasson.
''Ini hadiah dari ku sayang.'' Ujar bianca tersenyum manis.
Braak.
Kotak malang itu jatuh melanting menabrak tembok, Terdengar bunyi rintihan dari dalam kotak tersebut.
''Kenapa bisa menangis kotak itu ?!'' Heran jasson kaget.
''Maka nya jangan di lempar begitu dong ayang!'' Sahut bianca memungut kotak.
Jasson ikut mendekat untuk melihat, Di dalam kotak yang bianca berikan. Ternyata berisi anak anjing husky.
''Kau membeli kan ku anjing ?'' Tanya jasson mulai girang.
''Iya! Tapi malah kau lempar tadi.'' Sahut bianca.
__ADS_1
Anak anjing itu langsung di sambar oleh jasson, Wajah nya girang karena jasson memang menyukai hewan seperti ini.