
Sampai lah mereka di halaman belakang mansion, Tampak seorang pria paruh baya sedang duduk bersama seorang wanita muda berambut pendek.
''Selamat malam tuan mark, Ada putri tuan sagara mencari anda.'' Lapor kepala bodyguard.
Mark menoleh kearah mereka, Tidak ada senyum di wajah nya. Karena mark kembali bersikap dingin kepada siapa pun setelah kepergian viona.
''Malam uncle.'' Sapa bianca.
''Malam.'' Angguk mark.
Big menatap pria ini dengan seksama, Ia baru paham jika bianca mengajak nya kemari adalah untuk menemui pria yang ada di foto milik nya.
Meski di foto itu mark masih berusia muda, Namun big tidak salah ingat dengan wajah mark yang masih saja sama.
''Tumben kamu datang kesini bi ?'' Tanya berliana anak nya mark dan viona.
''Ada urusan sedikit.'' Jawab bianca kikuk.
''Dengan uncle ?'' Tanya mark menunjuk wajah nya.
''Hhmm, Iya.'' Angguk bianca.
Mata bianca melirik big yang masih saja menatap mark, Memang ayah dan anak ini tidak memiliki kemiripan. Ada keraguan di hati bianca, Karena wajah big chaines boy.
''Bianca hanya ingin memastikan saja, Jika uncle merasa keberatan dan ucapan ku menyakiti hati. Tolong lupa kan saja ya uncle, Tapi jika bisa. Bianca sangat berharap kalau uncle akan jujur saat ini.'' Ujar bianca ngeri ngeri sedap.
Mark mengasing kan diri dari dunia luar, Urusan kantor semua ia berikan kepada berliana. Meski mark pernah membuang berliana karena menganggap kematian viona adalah salah anak nya.
Tapi mark kemudian kembali memaaf kan berliana, Karena berliana pun juga sudah bercerai dari adam devarka aganor.
''Kenapa hati ku berdebar saat melihat pemuda ini.'' Batin mark saat menatap big sekilas.
''Apa ini benar foto uncle ?'' Tanya bianca memberikan secarik foto kepada mark.
Mark mengamati foto nya yang berada di halaman sebuah rumah, Memang benar jika itu adalah foto nya semasa muda.
''Dari mana bianca dapat foto uncle ini ?'' Tanya mark penuh selidik.
''Ibu nya big yang memberikan itu.'' Jawab bianca menatap bodyguard nya.
''Bodyguard mu ?''
__ADS_1
''Benar uncle, Ibu nya bilang jika pria dalam foto itu adalah ayah nya.'' Jelas bianca.
''Siapa nama ibu mu ?'' Tanya mark langsung berdiri.
''Iriana lancaster tuan.'' Jawab big.
Mata mark mengembun melihat pemuda yang ada di hadapan nya ini, Big menatap bianca yang juga kebingungan.
Karena reaksi mark di luar dugaan, Pria ini malah seolah menyambut kehadiran anak yang pernah ia tinggal kan sejak dalam kandungan.
''Kenapa uncle tega meninggal kan ibu nya ? Tidak lah uncle kasihan jika tau kehidupan big selama ini.'' Ujar bianca.
''Di mana ibu mu sekarang ?'' Mark tidak mengindah kan ucapan bianca.
''Kenapa anda menanyakan nya ? Bukan kah anda dulu yang membuang dia! Karena ulah mu aku harus menderita!'' Sengit big.
''Menderita apa maksud mu ?'' Heran mark semakin tidak mengerti.
Emosi big meluap ketika melihat mark yang seolah olah tidak tahu tentang derita yang ia alami, Dengan kencang ia menampar wajah mark.
Plaak.
''Papa!''
''Aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini, Dan kenapa kau menjadi bodyguard nya bianca jika kau memang putra ku.'' Ucap mark.
''Memang nya kau pikir enak menjadi putra mu ?! Jika saja aku bukan putramu, Maka hidup ku tidak akan seperti ini.'' Sentak big.
''Papa punya anak lain ?'' Tanya berliana bergetar.
''Ayo kita bicara kan ini pelan pelan, Dan cerita kan semua nya dengan jelas.'' Ajak bianca.
Bianca melihat jalur yang rumit antara big dan mark dan juga iriana ibu nya big, Tampak jelas jika mark tidak mengelak sejak tadi.
''Aku tidak mau! Lebih baik aku pulang saja.'' Kesal big ingin pergi.
''Duduk lah dulu big, Biar masalah ini jelas.'' Rayu bianca.
''Tidak mau!'' Tolak big sengit.
''Duduk big!!"
Bentakan bianca terdengar nyaring di telinga mereka, Hingga big terpaksa duduk di kursi yang bianca tunjuk.
__ADS_1
Melihat cara duduk big yang sedang kesal, Hati mark kembali bergetar. Karena mereka memiliki kesamaan.
"Cerita kan apa yang telah terjadi uncle." Pinta bianca.
"Berliana juga ingin mendengar kan pa." Ujar berliana mengusap air mata nya karena sedih membayang kan kalau papa nya ini ternyata punya anak selain diri nya.
Helaian nafas mark terdengar berat, Seakan mark tidak ingin jika kejadian kelam beberapa tahun yang silam itu di bongkar kembali.
"Suatu malam yang sangat aku sesali, Aku sedang mabuk berat. Iriana yang bekerja pada ku sebagai maid sedang membersih kan kamar milik kami." Kenang mark pelan.
"Aku mengira iriana adalah viona istriku, Hingga aku menodai gadis itu. Setelah satu bulan berlalu, Iriana menangis dan mengadu pada kami kalau ia sedang mengandung." Lanjut mark.
"Sedih nya mama ku." Lirih berliana bergetar.
"Namun iriana hanya meminta uang sebesar satu miliyar untuk menebus itu semua, Dan ia pergi dari mansion ku." Ujar mark.
"Satu miliyar ?!" Kaget bianca dan big.
"Apa papa memberikan nya ?" Tanya berliana.
"Tentu saja papa berikan, Karena itu juga darah daging ku." Sahut mark.
"Lebih tepat nya anda merasa bersalah." Cetus big.
"Lalu apa yang terjadi kemudian uncle ?" Bianca sangat penasaran saat ini.
"Sembilan bulan berlalu, Iriana mengabari kami jika ia sudah melahir kan bayi laki laki. Dan setiap bulan aku mengirimi nya uang dua ratus juta untuk merawat anak itu." Ujar mark.
"Sampai anak itu berusia satu tahun." Ucap big sambil tersenyum pahit karena teringat saat ia menangis di kunjungi oleh ibu nya di jalanan.
''Tidak! Sampai saat ini aku masih memberi nya uang bulanan itu. Bahkan sekarang bertambah menjadi lima ratus juta.'' Jawab mark.
''Kau jangan berbohong bangsaat! Jika kau terus mengirimi ibu ku uang, Maka aku tidak akan di buang di jalanan. Maka aku tidak akan menangis sepanjang malam karena kelaparan!" Bentak big mengeluar kan air mata.
"Big tenang lah." Rayu bianca memegang lengan bodyguard nya.
"Tidak mungkin!" Ujar mark bergetar.
Terbayang di ingatan mark ketika ia datang mengunjungi rumah iriana, Memang wanita itu selalu tidak memberi nya izin jika mark ingin bertemu anak nya.
"Apa nya yang tidak mungkin hah?! Jika tuan jasson tidak memungut ku, Maka aku tetap menjadi sampah jalanan." Teriak big kalap.
Merosot tubuh mark kelantai, Selama ini ia sudah di tipu oleh wanita iblis itu. Bodoh nya mark selalu percaya dengan ucapan iriana, Jika mengantar uang. Mark hanya boleh berdiri di depan pintu saja.
__ADS_1