Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Gara vander veken


__ADS_3

Gara sedang menikmati hembusan angin di gazebo mansion nya, Segelas wine menemani mafia yang sudah insaf ini.


Terlintas kembali bayangan jessica saat dulu memutus kan pergi meninggal kan dia, Gara dulu sangat marah pada jessica yang sangat b!nal. Sehingga saat jessica pergi, Ia tidak mencegah nya.


''Maaf kan daddy jessi.'' Batin gara memikir kan putri bungsu nya.


Sebagai orang tua, Gara tidak mungkin selama nya membenci putri nya sendiri. Meski rasa kecewa di hati nya amat besar, Namun gara masih menyayangi jessica.


''Pulang lah nak.'' Lirih gara mengusap sudut mata nya.


Tidak bisa di pungkiri, Bahwa gara sebenar nya sangat menanti kan kepulangan jessica. Saat jessica pulang, Ia bersikap dingin karena gara ingin jessica memeluk nya lebih dulu.


''Maaf mengganggu tuan, Di depan ada rombongan tuan jasson.'' Ujar raikes.


''Jasson siapa ?'' Tanya gara cuek.


''Jasson de lamozada tuan.'' Jawab raikes.


''Ada apa adik ipar gefari datang kemari ?'' Heran gara berjalan masuk mansion.


Sampai di halaman depan, Tampak jasson datang membawa mobil box besar. Entah apa yang di bawa oleh jasson, Gara berjalan mendekati mafia asal spanyol ini.


''Selamat sore tuan gara.'' Sapa jasson ramah.


''Selamat sore, Ada apa tuan jasson datang kemari dengan anggota sebanyak ini ?'' Tanya gara langsung.


''Sebenar nya aku tidak ingin membawa mereka, Tapi mereka malah mengikuti ku. Seolah aku adalah berlian.'' Ujar jasson mencoba bergurau.


''Padahal nyata nya anda adalah ta*." Jawab gara tanpa dosa.


Seketika anggota jasson saling pandang, Mereka tidak menyangka jika mulut gara sangat lah pedas. Memang gefari dan gara adalah sahabat yang sangat klop karena sama sama memiliki mulut sepedas cabe setan.


''Aku kemari untuk membawa kan mu hadiah tembakau terbaik yang kami punya.'' Ujar jasson dengan nada canggung.


''Maksud mu tembakau haram itu ?'' Tanya gara memicing tajam.


''Anda salah paham tuan, Ini memang tembakau murni.'' Lukas memberikan sekotak tembakau.


Gara mengambil sejumput dan mencium bau nya, Sedikit terkejut karena memang ini tembakau murni tanpa ada garam haram nya.


''Lalu apa maksud mu memberi ku hadiah ini ? Bukan kah sebelum nya kita tidak pernah berhubungan ? Apa yang kau incar dari ku ?'' Tanya gara langsung.


Mulut jasson bagai kan terkena lem setan untuk menjawab pertanyaan gara, Ia tidak menyangka jika calon mertua nya sepicik ini.


''Aku hanya ingin membina hubungan dengan mu tuan gara.'' Jawab jasson cepat.


Mendengar ucapan jasson, Gara sontak mundur satu langkah. Mata nya memandang jasson tidak percaya.

__ADS_1


''Apa kau gila ?! Kenapa kau naksir pada ku. Aku bukan gay jasson!'' Sentak gara menyilang kan tangan.


''Duh, Kumat somplak nya.'' Lirih raikes menepuk jidat nya karena melihat tingkah gara.


''Mak maksud ku bukan begitu gara !'' Teriak jasson ikut panik.


''Lalu apa jadi nya ?! Kau bilang ingin membina hubungan dengan ku.'' Ucap gara menjauh.


''Ada teman nya jhon ini.'' Batin gara teringat kakak nya yang pernah jadi gay.


''Astaga!! Kenapa malah jadi begini.'' Kesal jasson mengguyar rambut nya kasar.


Karena tuan nya pun sudah mulai naik darah, Akhir nya lukas berinisiatif untuk menjelas kan pada mafia somplak namun kejam ini.


''Begini tuan, Maksud tuan saya adalah. Jasson yang otak nya di dengkul ini ingin berteman dengan anda yang otak nya di ketiak.'' Jelas lukas enteng.


Seketika suasan terasa dingin mencekam, Lukas mengusap tengkuk nya yang tiba tiba merinding disco.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bianca berjalan di koridor rumah sakit sambil mengelap keringat di kening nya, Dua jam bergelut di ruang bedah membuat tenaga nya terkuras.


''Bianca.''


Hilto berlari mengejar bianca yang menoleh karena panggilan nya, Senyum manis ia tampil kan di depan gadis pujaan nya.


''Ada apa ?'' Tanya bianca berusaha ramah.


''Boleh kah menemani aku minum coffe.'' Tawar hilto penuh harap.


Ada rasa kasihan di hati bianca, Karena sift nya juga sudah selesai. Akhir nya bianca mengangguk setuju dengan ajakan hilto.


''Di mana ?''


''Bagai mana jika di caffe depan saja.'' Ujar hilto.


''Tidak masalah.'' Jawab bianca berjalan pergi.


''Yes.''


Dari dulu hilto sangat ingin duduk berdua bersama bianca, Namun gadis ini selalu menolak nya. Tapi sekarang karena anugerah tuhan, Bianca setuju untuk pergi bersama nya.


''Tidak usah bawa kendaraan lah ya ?'' Ujar bianca karena caffe nya hanya tinggal menyebrang.


''Terserah kamu bi.'' Jawab hilto.


Bianca tersenyum meliha hilto yang sejak tadi mesam mesem kegirangan, Bahkan saat akan menyebarang pun. Hilto dengan hati hati menuntun tangan bianca.

__ADS_1


''Lepas kan tangan mu!'' Bentak suara dari belakang.


Terjingkat kaget dua manusia ini, Saat menoleh bianca langsung ketar ketir karena jasson menatap nya tajam. Raut wajah jasson sangat lah tidak baik.


''Sedang apa kau kemari jasson ?'' Tanya bianca mendekati dengan gugup.


''Sedang memergoki kekasih ku selingkuh!'' Ketus jasson.


''Anda salah paham tuan.


''Tutup mulut mu! Aku tidak bicara pada mu.'' Bentak jasson.


Grep.


Sekali angkat bianca langsung di pikul seperti karung beras, Mata para suster dan dokter lain nya menatap mereka dengan bertanya tanya.


''Jasson kita bisa ketahuan oleh daddy ku.'' Bisik bianca.


Tidak ada jawaban dari mulut jasson, Amarah dalam dada nya berkobar kobar. Sudah ada percikan api dari rumah calon mertua, Malah di siram bensin dengan pemandang kekasih nya di gandeng pria lain.


Bruk.


Jasson membanting tubuh bianca kesofa, Meski sofa itu empuk. Namun pinggang bianca ada rasa sakit.


''Aku tidak ada apa apa dengan nya jasson.'' Jelas bianca bangkit.


''Apa kau kira aku buta! Aku bisa melihat jika pria itu naksir pada mu.'' Sentak jasson.


''Ya tapi kan aku tidak naksir pada nya.'' Balas bianca tepat.


''Lalu kenapa kau mau di gandeng ? Kemari kan tangan mu.''


Jasson mengambil tissu di atas meja, Ia mengelap elap tangan bianca dengan kasar karena emosi.


''Dia hanya menyentuh tangan ku saja kau sudah jijik, Lalu bagai mana dengan ku yang tetap menerima mu meski kau bekas orang lain.'' Cetus bianca.


Gerakan tangan jasson terhenti karena mendengar ucapan bianca, Sudut hati nya mengatakan kalau ia memang pria yang picik.


''Bahkan selama dua bulan ini entah berapa kali kau *** *** dengan jessica atau yang lain nya.'' Ucap bianca.


''Tidak sayang, Kau salah menilai ku. Selama dua bulan ini aku tidak pernah menyentuh wanita mana pun.'' Jujur jasson masih memegang tangan bianca.


''Apa aku harus mabuk dulu agar bisa percaya ?'' Tanya bianca membuat jasson sedih.


''Tolong percaya pada ku bi, Jessica di london sedang kan aku di spanyol.'' Ujar jasson berjongkok di depan bianca.


''Apa di spanyol tidak ada wanita tuan jasson ?'' Tanya bianca dengan senyum yang sama persis dengan gara.

__ADS_1


''Astaga senyum itu, Kenapa aku harus melihat senyum licik ini lagi ?!'' Teriak jasson frustasi.


Bianca mengerenyit heran dengan tingkah jasson yang ambruk telentang di lantai karpet berbulu, Malah dengan tangan yang menggosok gosok mata.


__ADS_2