
Bianca berjalan sambil melihat ponsel nya, Jarak nya dan gara lumayan jauh. Gara berjalan sambil berbincang dengan gefari, Sehingga tidak fokus pada putri nya.
Srep.
Sebuah tangan menarik bianca memasuki kamar, Di cium dari aroma saja bianca sudah tau siapa sosok ini.
''Lepas kan aku jasson, Daddy bisa menghajar mu nanti.'' Ucap bianca.
''Aku tidak peduli pada daddy mu, Aku rindu baby.'' Jawab jasson.
''Jasson ayolah jangan begini, Aku takut ketahuan daddy.'' Ujar bianca.
''Biar di tangani oleh gefari daddy mu.''
Usai berkata, Jasson langsung menyerang leher bianca. Sehingga sang empu langsung kewalahan, Tapi akhir nya bianca hanya pasrah dan menikmati cumbuan sang buaya.
''Aku masuk ya.'' Pamit jasson membalik tubuh bianca.
Hanya suara ******* kecil yang tertahan kini memenuhi kamar tamu, Posisi yang berdiri membuat bianca cepat lemas namun puas.
''Aarrkkh nikmat nya.'' Racau jasson sambil memompa.
Tapi kenikmatan mereka terganggu oleh dering ponsel bianca, Bianca melihat layar ponsel dan terbelalak kaget.
''Berhenti jasson! Daddy menelepon ku." Ucap bianca panik.
Namun jasson masih saja mencari kenikmatan nya, Mana rela ia hanya mendiam kan dinosaurus di dalam himpitan serabi lempit.
"Ada apa dad ?" Tanya bianca pelan karena menahan gejolak.
"Daddy sama mommy mau pulang, Kamu di mana bi ?" Tanya gara di seberang telepon.
"Ooh, Ak aku di kamar jesslyn dad." Dusta bianca.
"Cepat lah turun bi, Kita akan pulang." Perintah gara.
"Seperti nya aku ingin tidur bersama jesslyn dad." Bohong bianca lagi.
"Oke lah kalau begitu, Jangan tidur terlalu malam ya nak." Ujar gara.
"Baik dad."
Gara menutup telepon nya, Ia pun berpamitan pada gefari sang tuan rumah. Joana bercipika cipiki dengan sahabat nya ini, Mereka pun masuk mobil untuk segera pulang.
"Dasar sialan si jasson." Rutuk gefari yang tau apa yang tengah di lakukan oleh adik ipar nya saat ini.
Di kamar tamu.
"Aarrkkh sakit jasson!"
Jeritan bianca menggema dengan keras, Jasson yang akan mencapai pelepasan mengigit pundak bianca lagi. Hingga menimbul kan luka.
"Aahh, Uuhh nikmat nya." Racau jasson menarik keluar dinosaurus.
Lemas tubuh bianca usai di gempur dengan kasar, Jasson dengan sigap menggendong nya naik keranjang.
"Maaf kan aku baby." Lirih jasson merasa bersalah setelah melihat luka bianca.
__ADS_1
"Kenapa mulut mu sangat kebiasaan sih!" Rutuk bianca.
"Aku sudah menahan nya, Biasa nya aku malah menampar atau mencekik." Jawab jasson tersenyum.
"Dasar psikopat." Rutuk bianca.
"Tapi enak kan ?" Goda jasson.
"Enak, Tapi aku lemas kalau posisi nya begitu." Jawab bianca tanpa malu.
"Jadi mau posisi yang bagai mana ?" Tanya jasson memancing.
"Ya aku di bawah lah biar tidak capek." Jawab bianca.
"Dasar mau enak nya saja." Ujar jasson menoyor buah kenyal.
Bianca memeluk jasson menempat kan kepala nya di dada pria ini, Pria yang dulu sempat di benci nya. Tapi sekarang malah bianca tidak bisa lepas dari jerat jasson de lamozada.
"Mau tidak kita ganti gaya ?" Tawar jasson sambil memain kan boba.
"Gaya apa ?" Tanya bianca mulai merem melek.
"Aku ingin gaya dengan pemerkaosan, Tangan mu di rantai di tiang ini." Tunjuk jasson pada tiang ranjang.
"Aku di borgol ?" Tanya bianca memastikan.
"Iya baby, Aku akan memompa mu sampai kelojotan." Bisik jasson.
"Kalau aku sudah di borgol dan kau tiba tiba mati kena serangan jantung bagai mana ?" Tanya bianca tanpa dosa.
Syok tujuh turunan jasson mendengar pertanyaan kekasih nya, Ternyata bianca mewarisi mulut pedas nya gara.
" Kekamar mandi." Jawab jasson.
"Kenapa tidak jadi ahik ahik nya ?" Heran bianca karena ia sudah ready.
"Tidak mood." Jawab jasson.
"Kurang ajar si jasson ini, Aku sudah begini malah di tinggal." Rutuk bianca ikut masuk kedalam kamar mandi.
Entah apa yang telah mereka lakukan, Yang pasti kini suara mereka bersahut sahutan dari sabang sampai merauke.
...****************...
Mata para bodyguard menatap kedatangan nona muda mereka, Semua menunduk untuk memberi hormat pada jessica.
"Mommy."
Joana menoleh kaget dengan kedatangan putri bungsu nya, Ia berlari menghampiri jessica.
"Ayo duduk sayang." Ajak joana menarik anak nya.
"Jessi rindu pada mommy." Ujar jessica memeluk erat joana.
"Mommy juga rindu nak, Kenapa baru pulang sekarang ?" Tanya joana memeluk dengan kasih sayang.
"Mommy tau alasan nya." Jawab jessica tersenyum kecut.
__ADS_1
Joana hanya bisa mendesah berat ketika mendengar jawaban jessica, Jessica jarang pulang karena tidak ingin bertengkar dengan daddy nya.
"Mommy masak apa hari ini ?" Tanya jessi mengalih kan obrolan.
"Mommy membuat sup kepiting dan juga cumi krispi." Jawab joana mengelus rambut pirang jessica.
"Ayo kita makan." Ajak jessica.
Joana mengikuti langkah riang putri nya, Di balik canda jessica. Ada luka yang ia sembunyikan, Sebagai orang tua. Joana tau perasaan anak nya.
Langkah jessica tiba tiba terhenti ketika melihat sosok yang sekarang sangat sulit, Gara tengah menikmati masakan joana.
"Ayo."
Melihat ada keraguan pada jessica, Joana dengan cepat menarik tangan nya untuk duduk di kursi.
"Selamat siang dad." Sapa jessica kaku.
"Siang." Jawab gara sambil mengunyah makanan.
Ini lah yang di takut kan oleh jessica, Batas nya dan gara sangat terasa sekarang. Jessi tau sepedas apa mulut ayah nya.
"Kenapa kau melirik ku hah ?!" Sentak gara membuat anak dan istri nya terjingkat kaget.
"Ti tidak dad." Jawab jessica ketakutan.
Praang.
Semua peralatan dan masakan jatuh berhamburan oleh ulah gara, Joana dengan cepat merangkul jessica yang ketakutan.
"Maaf kan jessi dad." Isak jessica.
"Maaf untuk apa jessica ?! Katakan maaf untuk apa ?!" Bentak gara mendekati jessica yang ketakutan.
"Sayang jangan begini pada anak mu." Pinta joana pelan.
"Apa dia putri ku ?" Tanya gara sinis membuat hati jessica sakit.
"Dia darah daging mu gara! Kau membesar kan dia dengan penuh kasih sayang! Bahkan dulu kau tidak rela jika bianca sampai memukul jessica." Teriak joana.
"Lalu apa balasan yang ku dapat kan joana ?!" Teriak gara pula.
"Rasa sayang ku pada nya tidak berarti, Dia tau aku menyayangi nya. Tapi dia menutup hati karena aku mengusir nya saat dia menggugur kan janin tidak berdosa itu." Bentak gara lantang.
"Setiap hari aku menunggu nya pulang, Namun saat pulang dia hanya menyapa ku selamat siang dan selamat malam. Aku tidak butuh ucapan itu, Aku hanya ingin dia memeluk ku lebih dulu." Isak gara tak kuasa menahan tangis.
Jessica tercengang dengan ucapan daddy nya, Air mata semakin deras mengalir di pipi mulus nya.
"Dia tidak mau memeluk ku karena dendam saat aku mengusir nya dulu." Ucap gara lagi.
"Tidak dad."
Kaki gara bergetar saat jessica menubruk dan bersujud di sana, Tangis gadis ini semakin menjadi.
"Aku tidak dendam pada daddy, Aku takut jika untuk terus pulang." Isak jessica.
Gara masih menatap nanar putri bungsu nya, Seburuk apa pun tingkah jessica. Namun sebagai orang tua, Gara tidak mampu untuk terus membenci jessica.
__ADS_1
"Aku tidak punya nyali untuk memeluk mu dad, Meski aku sangat merindu kan mu." Ucap jessica dengan gemetar.
Tak kuasa joana membendung isak tangis nya, Ingin rasa nya ia mengangkat jessica yang sedang bersujud. Namun hati nya melarang untuk melakukan itu, Joana ingin hubungan ayah dan anak ini segera membaik.