Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Menikah


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Satu rombongan besar mendatangi kediaman vander veken, Jasson memasuki mansion gara tanpa rasa sungkan seperti tempo lalu.


''Di mana tuan mu ?'' Tanya lukas tegas pada scot.


''Tunggu lah sebentar.''


Tidak sampai lima belas menit gara sudah muncul dengan wajah datar nya, Meski gara juga penasaran dengan kedatangan jasson. Tapi ia berpura pura santai.


''Aku datang memenuhi permintaan mu.'' Ucap jasson dingin.


''Apa aku pernah meminta sesuatu pada mu ?'' Tanya gara memicing sinis.


''Ku rasa tuan gara yang terhormat ini tidak semudah itu melupakan, Bukan kah seminggu yang lalu kau ingin aku menikahi anak mu.'' Jawab jasson tak kalah sinis.


''Berikan semua nya.'' Perintah jasson pada anak buah nya.


Satu buket bunga besar namun berisi uang dolar, Lima orang yang mengangkat nya masuk kedalam rumah gara.


''Apa maksud mu ini jasson ?'' Tanya gara semakin pusing.


''Anggap saja ini sebagai uang lamaran, Dan di mana jessica ?'' Tanya jasson.


''Kenapa kau mencari ku ?'' Jawab jessica yang duduk santai di sofa.


Jasson menyambar tangan jessica dengan kasar, Tentu saja gara langsung menepis tangan jasson.


''Hari ini kita menikah.'' Putus jasson.


''Apa kau gila ? Aku belum setuju untuk menikah dengan mu.'' Kesal jessica.


''Tidak usah berlagak jual mahal, Kau kira aku tidak tau hati mu.'' Cemoh jasson.


''Sebaik nya kau jelas kan pada ku jasson, Kenapa kau tiba tiba ingin menikah dengan anak ku ?'' Tanya gara tidak mengerti.


''Inti nya mau menikah apa tidak ?!'' Tanya jasson tegas.


''Aku belum punya baju pengantin.'' Cetus jessica.


Satu jentikan jari saja, Anak buah jasson menggotong gaun putih mewah. Mereka langsung meletak kan di depan jessica.


''Silah kan di periksa nona.'' Ujar bodyguard.


Terbelalak takjub mata jessica ketika melihat gaun ini, Ukuran manekin sama persis dengan size tubuh nya.


''Kenapa kau melakukan ini jaason ?'' Tanya jessica.


''Karena aku mencintai mu.'' Jawab jasson gamblang.


Dengan sangat mudah jasson mengatakan cinta, Padahal di dalam hati nya. Hanya ada nama bianca. Mata jasson melirik kesana kemari mencari keberadaan gadis pujaan nya.


''Pakai itu, Aku menunggu mu di gereja.'' Titah jasson berkelebat pergi.


Jessica yang pada dasar nya memang tergila gila pada jasson, Langsung saja tersenyum senang. Ungkapan cinta jasson barusan, Membuat hati jessica seakan mau meledak.


''Panggil kan aku perias yang handal.'' Perintah jessica pada maid.

__ADS_1


''Baik nona muda.'' Angguk maid.


Ada rasa ragu di hati gara, Namun melihat girang nya jessica. Ia tidak tega jika harus menolak lamaran jasson.



Jessica vander veken.



Bianca vander veken.


Gereja.


Keluarga vander veken datang mengiringi pengantin wanita, Jessica berjalan menuju altar dengan di antar kan oleh gara.


Senyum bahagia menghiasi wajah jessica, Gadis ini merasa hidup nya sempurna karena bisa menikah dengan pria yang di cintai nya. Meski cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan.


...****************...


Hujan gerimis sejak sore tadi seolah mendukung suasana pengantin baru, Jessica duduk di depan cermin sambil menghapus make up nya.


Pernikahan mereka hanya di ada kan di gereja tanpa pesta, Itu semua karena permintaan nya gara.


''Mau kemana ?'' Tanya jessica ketika jasson membuka pintu kamar.


''Keluar.''


Terasa sangat dingin ucapan jasson, Namun jessica berpikir jasson kelelahan dan ingin mencari udara segar.


Gazebo.


''Aku sudah menikahi anak mu sesuai yang kau minta, Jadi aku juga punya permintaan.'' Jawab jasson santai.


Gara menoleh dengan cepat kearah pria ini, Dengan tidak tau malu nya. Jasson meminum wine milik gara.


''Santai saja, Aku tidak ingin nyawa mu kok.'' Ujar jasson tersenyum.


''Apa yang kau mau ?'' Tanya gara menahan geram.


''Walau pun aku juga punya mansion dan tidak hanya satu. Tapi aku ingin tetap tinggal di mansion mu.'' Seringai jasson sombong.


''Meski kau tinggal di mansion ku ini, Tapi kau juga tidak bisa melihat bianca lagi.'' Ejek gara yang tau isi hati jasson.


''Apa maksud mu ?'' Kaget jasson.


''Bianca sudah pergi dari sini, Karena dia tidak ingin melihat kau lagi.'' Jawab gara.


Kini jasson tau, Kenapa sejak tadi ia tidak melihat bianca. Ternyata gadis itu pergi, Pergi dengan perut yang mulai tumbuh janin.


Tanpa berkata lagi, Jasson pergi meninggal kan gara yang tertawa mengejek nya. Dalam hati ia bersumpah akan mencari gadis nya besok.


Ceklek.


Begitu membuka pintu mata jasson langsung di suguh kan oleh pemandangan elok, Jessica berdiri menatap nya hanya menggunakan jaring laba laba.


''Sayang.''

__ADS_1


Bisikan dan tiupan halus menerpa telinga jasson hingga membuat nya merinding, Elusan tangan jessica semakin turun kebawah dan ingin membuka seleting.


''Aku ingin mandi.'' Tolak jasson menyingkir kan tubuh jessica.


Ada rasa kecewa di hati jessica karena penolakan jasson, Kedua kali nya jasson menolak dia. Padahal dulu jika melihat sedikit saja paha nya tersingkap, Maka jasson akan langsung menerkam.


''Apa aku tidak cantik lagi ?'' Batin jessica bercermin.


Tanpa jessica tau, Sebenar nya jasson sudah menelan obat yang mampu membuat nya tidak bergairah. Jasson tidak ingin jika ia sampai menghianati bianca, Meski kini bianca entah kemana.


Di Desa.


Sebuah rumah yang bergaya klasik, Tampak gadis cantik tengah menikmati angin sepoi. Udara desa yang masih alamai, Membuat bianca merasa tenang.


Bianca sudah memutus kan untuk tinggal di desa ini saja, Ia ingin bercocok tanam seperti aunty nya. Istri jhon yang sangat mahir dalam berkebun, Bianca sempat mempelajari kiat bercocok tanam dengan nya.


''Manis sekali bengkuang ini.'' Lirih bianca.


Berbagai macam buah buahan ia tanam, Namun itu belum bisa di panen. Karena memang bianca baru satu minggu di sini.


''Duaar!''


''Aakhh, Sialan!''


Karena di kejut kan oleh draka, Bianca oleng dan hampir jatuh dari ayunan. Ia menatap heran kepada pemuda ini yang tiba tiba ada di sini.


''Kenapa kau di sini ?'' Heran bianca.


''Kebun kita kan bersebelahan, Coba kau lihat di sana.'' Tunjuk draka.


''Oh ada rumah di sana.'' Kaget bianca.


''Masa kau tidak tau kalau ada rumah, Maka nya jangan tidur terus.'' Cemoh draka memetik strawberry.


''Eemm manis nya.'' Gumam draka.


''Manis lah, Habis ku semprot dengan anti serangga barusan.'' Jawab bianca.


''Hah ?!''


''Cuih, Cuih. Sialan kau bianca.'' Rutuk draka mengelap lidah nya.


''Kata nya mafia, Tapi sama racun anti serangga saja takut.'' Ejek bianca.


Draka tidak menjawab ejekan bianca, Ia memutar kran dan berkumur kumur. Suara tawa bianca menghiasi rumah itu.


''Aku juga mau menanam strawberry lah.'' Ujar draka.


''Heleh, Wong kau tau nya cuma nanam g4nja saja.'' Ujar bianca.


''Strawberry satu kilo paling cuma dua ratus ribu yang impor, Lah g4nja. Berlipat lipat harga nya.


''Tapi itu barang haram, Coba lah cari uang dengan jalan yang benar.'' Nasihat bianca.


Draka hanya diam menatap lurus, Entah di dengar atau tidak ucapan bianca. Karena ia memang pemuda yang bebal.


**Kalian ngerasa alur nya bosenin gak sih ?

__ADS_1


Kalau iya, Coment ya bestie**.


__ADS_2