Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
minta bantuan


__ADS_3

Malam yang dingin karena cuaca sedang gerimis, Bianca duduk di balkon kamar nya menikmati pemandangan. Hari ini ia cukup lelah karena bianca melakukan operasi sebanyak lima kali.


Hanya minuman soda yang masuk ketenggorokan nya, Bianca ingin menjauh dari alkohol.


''Tidak ada kabar dari nya seharian.'' Gumam bianca menatap layar ponsel.


Entah karena terlalu bucin atau apa, Bianca sangat rindu pada jasson. Padahal baru satu hari mereka tidak bertemu.


''Lebih baik aku tidur, Besok juga harus bangun pagi.'' Batin bianca bergegas masuk.


Baru saja tangan nya menggeser kaca penutup balkon, Sosok yang ia rindu kan sedang memanjat dengan lincah.


''Jasson.'' Pekik bianca girang.


Tapi jasson cepat menarik bianca agar merunduk, Ternyata bodyguard gara hampir melihat kedatangan jasson.


''Aku hanpir ketahuan.'' Bisik jasson.


''Ayo cepat masuk.'' Ajak bianca.


''Jika aku berdiri, Maka mereka akan melihat ku.'' Jawab jasson.


''Merangkak lah.'' Ujar bianca.


Mau tidak mau jasson akhir nya merangkak masuk kedalam kamar bianca, Jika sampai ketahuan maka akan gagal rencana pacaran mereka.


''Mau minum apa ?'' Tawar bianca.


''Minum itu boleh ?'' Tawar jasson ngasal menunjuk buah yang sekarang sedikit membesar.


''Boleh.''


Di luar dugaan, Bianca malah mengatakan boleh. Tak hanya sampai di situ, Kini tangan nya membuka kancing piyama sebanyak dua biji.


Panas dingin jasson melihat pemandangan itu, Dengan berani bianca mendorong jasson jatuh keranjang.


''Mau yang mana sayang ?'' Tanya bianca dengan nada sensual.


''Aku ingin kedua nya.'' Jawab jasson cepat.


''Tidak ingin yang lain ?'' Tawar bianca lagi.


Tidak tahan lagi jasson dengan godaan ini, Dengan cepat ia menyambar bibir bianca dan mengunyah nya dengan lembut.


Tangan jasson bekerja dengan lihai membuka kancing piyama, Hingga tampak lah susu cap indomilk yang terlihat segar.


''Aarrkkh.''


Bianca menggerang ketika jasson meninggal kan jejak di leher kekasih nya, Ciuman jasson turun hingga keperut mulus bianca. Bulu kasar di wajah jasson membuat bianca kegelian, Dan mengeluar kan suara haram.


''Aku ingin kau baby.'' Pinta jasson dengan nafas memburu.


''Lakukan lah sayang.'' Jawab bianca pasrah.


Semangat jasson sangat lah kuat, Ia melempar celana nya sembarang arah. Tak lupa juga kemeja nya terlepas dan jatuh di bawah ranjang.


''Kenapa seperti nya dia semakin besar ?'' Tanya bianca saat melihat dinosaurus yang berdiri tegak.


''Aku sedikit membesar kan nya.'' Jawab jasson.


''Kenapa di besar kan jasson ? Yang kemarin saja sudah besar.'' Protes bianca karena ngeri dengan tampilan dinosaurus yang baru.


''Nikmati saja baby.'' Jawab jasson tidak ingin memperpanjang masalah.


Kini mereka mempersiap kan posisi untuk adu mekanik, Tapi tiba tiba bianca sadar tentang sesuatu.


''Pakai sarung dulu jasson.'' Ucap bianca membuat jasson heran.

__ADS_1


''Sarung ?''


''Maksud ku kond*m." Ralat bianca nyengir.


"Tidak mau aku pakai itu, Lagi pula aku tidak punya." Tolak jasson.


"Kenapa tidak mau sih ?!" Kesal bianca.


"Rasa nya tidak enak bi." Jawab jasson.


"Sama saja rasa nya, Wong cuma kehalang plastik tipis saja kok." Ujar bianca bangkit duduk.


"Tidak mau ya tidak mau!" Kekeh jasson.


"Jadi gimana ? Pil ku tidak ku bawa pulang." Jawab bianca.


"Ya sudah, Biar lah dia jadi." Jawab jasson enteng.


Klepuk.


Wajah tampan jasson di hantam bantal dengan kuat, Tentu saja jasson langsung emosi bahkan sang dinosaurus kembali tidur.


"Kau tidak sopan sekali ya !" Kesal jasson.


"Ya mulut mu itu tidak di jaga, Bagai mana jika aku sampai hamil." Kesal bianca pula.


"Hamil ya tinggal nikah." Jawab jasson.


"Enak saja mulut mu." Rutuk bianca.


Lama mereka terdiam dalam pikiran masing masing, Hilang sudah niat untuk adu mekanik. Tapi ternyata jasson mempunyai rencana licik.


"Nanti buang di luar." Janji jasson.


"Beneran ?"


"Bukan begitu masalah nya, Hubungan kita saja masih belum jelas." Jawab bianca membela diri.


Setengah jam berlalu.


"Aarrkh, Aahh baby."


"Lebih cepat jasson." Pinta bianca.


"Kita barengan."


"Aarrrkkh."


Teriakan panjang keluar dari mulut mereka berdua, Jasson ambruk menimpa bianca yang berada di bawah nya.


"Kau sungguh nikmat baby." Ujar jasson.


Bianca hanya tersenyum karena ia juga kelelahan, Tapi tiba tiba ia sadar tentang sesuatu yang ganjil.


"Kau membuang nya di dalam jassoonn!!"


Teriakan bianca menggema di dalam kamar nya, Untung saja kamar itu kedap suara. Jika tidak, Maka gara dan joana pasti akan langsung menggedor pintu.


"Bukan kah hangat jika di buang di dalam ?" Tanya jasson dengan senyum licik.


"Hangat kepala mu! Kenapa kau itu bodoh sekali sih ?!" Kesal bianca mendorong jasson untuk turun dari tubuh nya.


"Mau kemana ?" Tanya jasson menahan tangan bianca.


"Cebok! Biar cebong mu tidak jadi." Ketus bianca masuk kamar mandi.


Sekitar sepuluh menit bianca berada di dalam kamar mandi, Saat keluar ternyata jasson sudah tidak ada di ranjang nya.

__ADS_1


"Sudah puas, Di tinggal kan aku seperti l0nt3." Rutuk bianca jengkel.


...----------------...


"Ada apa kau kemari ?" Tanya gefari dingin seperti biasa nya.


"Hanya ingin ngobrol dengan mu." Jawab jasson duduk sambil ikut membuka berkas.


Hening tidak ada sahutan, Gefari masih saja fokus pada berkas nya. Sedikit pun ia tidak menoleh kearah jasson, Jasson menjadi gugup.


"Katakan saja langsung maksud mu." Cetus gefari.


"Kau pintar sekali." Puji jasson tersenyum malu.


"Baru tau kau ?!" Sombong gefari.


Jika saja jasson tidak memiliki niat untuk meminta bantuan, Sudah habis di jitak nya kepala gefari saat ini.


"Aku ingin kau mendekat kan aku dengan gara." Pinta jasson.


Mata gefari langsung terbelalak saat menatap jasson, Otak nya ngadat saat mendengar ucapan jasson yang ambigu.


"Kakak ku saja bisa sembuh jasson, Kenapa kau malah ingin masuk kedunia gaya ?" Tanya gefari membuat jasson terjingkat.


"Kenapa otak mu dan otak gara sama saja ?!" Kesal jasson.


"Ya karena kami memang satu pikiran." Jawab gefari enteng.


"Tolong lah ge, Aku ingin bisa menjalin hubungan yang baik." Hiba jasson malah naik keatas meja kerja.


"Sopan sekali kau ya!" Teriak gefari.


"Eeh sorry khilaf ge." Jawab jasson.


"Palak bapak mau khilaf!" Rutuk gefari membuat jasson kaget.


"Akan ku adukan kau pada daddy ya." Ancam jasson.


"Kenpa kau mau mengadu kan ku ?" Heran gefari.


"Karena bapak ku adalah bapak mertua mu." Jawab jasson membuat gefari tersadar.


"Dasar sialan." Rutuk nya jengkel.


Karena ancaman jasson yang memang sangat mempan, Akhir nya gefari mau mengajak jasson dan gara untuk makan malam di mansion milik nya.


Jika undangan dari gefari, Sudah pasti gara tidak akan menolak nya. Sahabat sekaligus adik gefari bagi seorang gara.


"Kau memang kakak ipar ku yang baik." Puji jasson tersenyum senang.


"Ada mau nya saja kau itu memuji ku." Cibir gefari.


"Pantas saja jakson sangat mencintai mu, Karena ternyata kau memang sangat baik meski pun dingin." Ucap jasson teringat kakak nya.


Raut wajah gefari langsung terlihat sedih ketika nama suami nya di sebut, Ingatan nya kembali lagi pada jakson yang sudah lama meninggal.


"Aku rindu pada nya jasson." Lirih gefari dengan air mata yang mulai mengambang.


"Maaf kan aku ge, Aku tidak bermaksud mengingat kan mu tentang kematian jakson." Sesal jasson.


"Tidak, Aku memang selalu mengingat dia selagi aku masih bisa." Jawab gefari.


"Ihklas kan dia ya." Ujar jasson menepuk pundak gefari.


"Setiap aku melihat mu, Maka aku selalu teringat dia. Jadi jangan terlalu sering bicara pada ku." Ujar gefari.


Jasson mengangguk paham dengan ucapan kakak ipar nya, Memang gefari sangat sulit menerima kematian jasson yang tiba tiba karena bunuh diri.

__ADS_1


__ADS_2