Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
22


__ADS_3

Jasson menekan kode di pintu kamar nya, Hingga mereka masuk kedalam. Bianca langsung menubruk tubuh kekar jasson.


''Ada apa bi ?'' Bingung jasson karena bianca mulai menangis.


''Kau jahat pada ku jasson! Kenapa kau tidak pernah menemui ku lagi ?!'' Isak bianca sembari memeluk erat.


"Aku hanya ingin menuruti ucapan mu bi, Kau bilang jangan menemui mu lagi." Jawab jasson.


"Kan kau bisa tetap datang jika kau memang merindu kan ku." Salak bianca.


"Maaf kan aku." Ujar jasson balik memeluk bianca.


Bianca masih betah menangis di dada bidang jasson, Tempat baru yang membuat nya nyaman.


"Aku merindu kan mu siang malam jasson." Ucap bianca.


"Benar kah ?"


"Tentu saja benar! Kau yang tidak rindu padaku dan malah asik dengan yang lain nya." Kesal bianca.


Senyum terbit di bibir jasson, Hati nya berbunga bunga mendengar bianca rindu pada diri nya.


"Aku juga rindu pada mu sayang." Jawab jasson.


Bianca mendongak mendengar ucapan jasson, Mata mereka bertemu dan seolah mengatakan perasaan masing masing.


Jari jasson mengusap bibir bianca berwarna merah cery, Sesaat kemudian bibir mereka bertemu dengan mesra.


"Hmpp."

__ADS_1


Kaki bianca melingkar di pinggang jasson, Sehingga posisi nya seperti koala yang di gendong induk nya.


"Aku ingin kita bersama baby." Bisik jasson.


"Hhmm iya." Angguk bianca.


"Sungguh ? Tanya jasson tidak percaya.


"Yah, Aku ingin kita bersama." Jawab bianca yakin.


Bukan main senang nya jasson mendengar ucapan bianca, Di peluk dengan erat wanita yang telah mengobrak abrik hati nya ini.


Jasson membawa bianca duduk di sofa, Saat ia duduk otomatis bianca berada di pangkuan nya. Sehingga posisi mereka terlihat intim.


Gdubrak.


''Kakek.''


''Apa yang kau lakukan dad ?'' Teriak jasson.


Karena merasa malu tertangkap basah oleh markus dan gefari serta bodyguard lain nya, Bianca melompat menjauhi jasson yang juga langsung berdiri.


''Jelas kan pada ku sekarang!" Tegas markus menatap nyalang kedua ny.


"Kakek aku yang mengejar dia." Jawab bianca dengan berani.


"Tidak dad! Aku yang mengejar nya." Jawab jasson cepat.


"Jadi kalian kejar kejaran." Cetus gefari memiring kan bibir.

__ADS_1


"Shut up!" Bentak mereka bersamaan.


Gefari terkejut dengan bentakan mereka, Di tambah markus adalah geng nya. Tapi malah ikut membentak diri nya.


"Bangs4t kalian." Maki gefari dongkol.


"Aku mertua mu ge, Di mana hormat mu." Ujar markus.


"Maaf dad."


Markus berjalan mendekati sepasang anak manusia beda usia ini, Tatapan nya terlihat tajam saat menatap bianca.


"Kakek tidak suka ya jika bianca menjadi menantu mu ?" Tanya bianca memasang wajah sedih.


"Hey, Bukan begitu sayang." Panik markus karena melihat cucu angkat nya memelas.


"Lalu kenapa kakek marah marah ?" Tanya bianca pelan.


Hembusan nafas markus terdengar berat, Sejujur nya dia merasa senang jika bianca bisa menjadi menantu nya. Tapi masalah nya ada di gara, Pria itu tidak akan mau menerima jasson sebagai menantu nya.


"Kakek takut jika daddy mu menolak nak." Jawab markus.


"Kita akan perlahan lahan memberitahu nya dad." Jawab jasson.


"Perlahan lahan apa nya ?! kepala mu bisa lepas di tangan gara!" Sentak markus.


Jasson membenar kan ucapan markus, Gara pasti tidak akan mudah untuk menerima kehadiran nya.


Hallo bestie, dikit dulu ya. Othor lagi panas tinggi ni, Gak kuat mau ngetik tangan nya gemetaran

__ADS_1


__ADS_2