Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Oh


__ADS_3

Kini jasson dan delia sedang menunggu antrian untuk melakukan USG, Mata jasson celingak celinguk mencari sosok yang di harap akan lewat dan melihat keberadaan nya.


Namun sosok itu tak kunjung menampak kan batang hidung nya, Padahal tadi jasson sudah menelepon gara untuk menjalan kan misi nya ini.


''Tuan sedang cari siapa ?'' Tanya delia ketika melihat jasson yang mondar mandir.


''Tidak! Hanya lelah untuk duduk.'' Elak jasson.


''Maaf kan jika saya merepot kan anda tuan.'' Delia menampakan wajah menyesal.


''Aku senang kok mengantar mu.'' Jawab jasson tersenyum manis.


Tak, Tak.


Suara sepatu yang beradu dengan lantai membuat kepala jasson menoleh, Jantung jasson berpacu lebih cepat ketika melihat wanita cantik yang berjalan sangat elegan.


Aura dominan dan elegan terpancar jelas, Bahkan jika bukan untuk rencana datang nya sang buah hati. Jasson tidak akan punya nyali untuk melakukan ini.


''Sayang! Kamu ngapain di sini ?'' Tanya bianca heran.


''Ak Aku menemani delia.'' Jawab jasson cepat.


Bianca menoleh kearah delia yang sedang mengusap usap perut, Seolah ia sedang mengiming imingi bianca dengan kehamilan nya.


''Tuan jasson menemani saya untuk melakukan USG nyonya, Mungkin tuan ingin melihat janin ku.'' Ujar delia dengan berani.


Gigi bianca gemeletuk menahan emosi, Namun dokter ini tidak ingin menunjukan kemarahan nya di hadapan orang banyak.

__ADS_1


''Oh!''


Jasson terjengit ketika mendengar kata oh dari bibir istri nya, Sama sekali tidak ada ekspresi cemburu yang ia lihat.


''Hanya oh ?!'' Tanya delia berdiri.


''Lalu.''


''Apa anda tidak curiga jika ini anak tuan jasson ?! Tidak kah anda iri pada ku.'' Tanya delia dengan lancang.


''Aku iri pada mu ?! Jatuh harga diri ku jika aku iri pada sampah jalanan!'' Ketus bianca berlalu pergi.


''Astaga pedas sekali mulut nya!'' Bisik pengunjung yang mendengar.


Bukan bianca jika tidak bermulut pedas, Jasson segera berlari mengejar istri nya. Delia yang melihat jasson pergi, Juga ikut berlari.


Jasson berhenti dan berbalik menatap delia, Tentu saja delia tersenyum bangga karena jasson mau menuruti ucapan nya.


''Ada apa ?!''


''Sebentar lagi akan giliran ku, Kenapa anda malah pergi.'' Ucap delia dengan nada merajuk.


''Apa urusan nya dengan jika itu sudah giliran mu ?!'' Sengit jasson.


Delia tersentak kaget mendengar ucapan jasson, Tidak ada raut ramah dari bos nya ini. Tentu saja karena jasson sudah tidak butuh wanita ini.


''Bukan kah anda ingin menemani saya ?'' Tanya delia gemetar.

__ADS_1


''Percaya diri sekali kau biitch!'' Geram jasson.


Kerah baju delia di tarik dengan keras oleh jasson, Hingga tubuh wanita ini terangkat naik.


Karena rasa kecewa pada tanggapan bianca tadi, Jasson meluap kan pada delia. Karena wanita ini sudah tidak berguna, Biang yang ada di balik ini semua juga jasson sudah tahu.


''Aku hanya membutuh kan mu untuk menjalan kan misi ku, Sebaik nya kau pulang dan beritahu lordus untuk bersiap siap menerima balasan dari jasson de lamozada!'' Geram jasson menghempas kan delia kelantai.


''Kasihani saya tuan.'' Isak delia memegang kaki jasson.


''Cuih!''


Usai meludah dengan arogan, Jasson melangkah pergi. Tujuan nya adalah mansion, Karena singa betina nya pasti sudah menunggu untuk mengaum.


''Berdiri.''


Delia mendongak ketika melihat sepasang sepatu di hadapan nya, Namun delia langsung pucat ketika melihat sosok itu.


''Tuan.''


''Bawa dia.''


Bodyguard lord langsung menyeret delia masuk mobil, Entah apa yang akan delia hadapi sekarang.


Hallo bestie, Maaf ya othor jarang up.


Othor lagi banyak banget kerjaan nya, Jangan lupa dukung othor ya🙏

__ADS_1


__ADS_2