Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Sekertaris baru


__ADS_3

Seperti biasa nya, Hari ini jasson datang kekantor dengan di iringi dua bodyguard kesayangan.


Sampai lah mereka di ruangan milik jasson, Big juga masuk kedalam ruangan nya. Lukas pun langsung di sibuk kan dengan berkas yang menumpuk.


''Selamat pagi tuan jasson.'' Sapa sebuah suara merdu.


Terjingkat kaget dua bodyguard itu melihat wanita yang tengah menyapa bos nya, Rona wajah delia terlihat berseri seri bahagia.


''Selamat pagi delia.'' Balas jasson ramah.


''Saya sudah menyiap kan kopi untuk tuan, Semoga hari anda ceria.'' Ujar delia tersenyum manis.


''Terima kasih.''


Braak.


Big membanting berkas nya dengan kuat, Namun sedikit pun jasson tidak peduli dengan kelakuan nya.


''Ada yang bisa saya bantu tuan big ?'' Tanya delia ramah.


Delia tau kalau big adalah orang kepercayaan jasson, Ia tidak bisa sembarangan bersikap pada pemuda ini.


''Menjauh dariku!" Sentak big.


"Kenapa anda marah pada saya ? Saya hanya ingin membantu saja." Ujar delia dengan nada memelas.


"Apa kau tuli hah! Aku bilang menjauh dariku!" Bentak big.


Tidak ingin memperpanjang masalah, Lukas menarik delia untuk menjauh dari big. Segera ia mengeluar kan wanita itu dari ruangan big yang hanya bersebelahan dengan ruangan jasson bos besar mereka.


"Saya hanya ingin membantu tuan lukas." Ucap delia pelan.


"Kerja kan saja yang menjadi tugas mu, Tidak usah mencampuri urusan orang." Tegas lukas.


"Kenapa kalian sangat sinis padaku ? Padahal aku berniat baik." Ujar delia memasang wajah sedih.


Namun lukas tidak peduli pada nya, Ia memilih pergi untuk bergelut dengan berkas yang membuat otak nya pusing.


"Awas saja kalian, Jika aku sudah berhasil. Habis lah kau." Ancam delia.


Dirumah sakit.


Pukul sudah menunjukan sebelas siang, Bianca bersiap meninggal kan rumah sakit. Ia ingin membawa kan makan siang untuk jasson, Karena hubungan mereka masih memanas usai kejadian kemarin.


Tas penuh dengan berbagai macam makanan, Karena bianca juga membawa kan makanan untuk bodyguard kesayangan nya itu.


"Selamat siang nyonya." Sapa resepsionis ramah.


"Siang, Suami ku ada kan ?" Tanya bianca.


"Ada nyonya."


Bianca masuk kedalam lift untuk menuju ruangan jasson di lantai paling atas, Karyawan dan karyawati langsung menunduk hormat ketika melihat istri atasan nya.


Tok, Tok.

__ADS_1


"Masuk."


Pintu ruangan jasson terbuka lebar, Bianca melangkah kan kaki nya masuk kedalam. Ia meletak kan paper bag yang di bawa nya di atas meja.


"Aku bawa makan siang untuk mu." Ujar bianca mendekati suami nya.


"Aku sudah makan tadi." Jawab jasson masih fokus pada kerjaan.


"Ooh, Makan di mana ?" Tanya bianca tegak di samping jasson.


"Delia membawa kan aku makanan." Jawab jasson dengan nada cuek.


"Delia ?"


"Sekertaris baru ku."


"Baik lah jika kau sudah makan, Aku makan sendiri saja." Ucap bianca menutupi rasa kecewa.


Dua kotak makanan ia keluar kan karena bianca akan memberi kan nya pada big dan lukas, Ia menuju ruangan dua pengawal somplak.


"Selamat siang nyonya." Sapa lukas langsung berdiri.


"Siang, Kalian udah makan belum ?" Tanya bianca.


"Belum kak, Kami baru saja akan turun kebawah." Jawab big santai.


"Makan dengan ku saja yuk, Ayo lah." Ajak bianca kembali membawa makanan nya keruangan jasson.


Dua pengawal langsung mengekori bianca masuk keruangan jasson, Karena ruangan ini cukup besar. Mereka makan di sofa sambil bercanda.


"Ini ada boba." Tunjuk bianca.


"Apa kau tidak suka boba ?" Tanya big sambil memasukan nasi padang kemulut nya.


"Suka." Angguk lukas.


Mereka bertiga asik makan hingga melupa kan sosok yang sedang bekerja di meja nya, Jasson mengepal kan tangan karena geram.


"Kenapa kau minum punya ku big ?!" Tanya bianca berteriak.


"Eeh salah, Maaf kan aku kak." Cengir big mengembalikan boba bianca.


Darah jasson mendidih saat melihat bekas pipet yang di sedot oleh big kini juga di sedot oleh istri nya, Jika bukan untuk sebuah rencana. Sudah habis tiga orang itu di libas nya.


"Maaf mengganggu tuan, Ini ada berkaa yang harus anda tanda tangani." Delia masuk membawa berkas.


"Taruh di situ saja." Ucap jasson.


Delia meletak kan berkas di meja yang kosong, Mata nya melirik tiga manusia yang sedang berpesta.


"Anda ingin minum apa tuan ?" Tanya delia lembut.


Langsung tersedak bianca mendengar suara lembut yang mendayu dayu, Cekatan pengawal nya memberi minum.


"Tepuk punggung nya lukas." Perintah big.

__ADS_1


"Aa aku yang menepuk ?" Kaget lukas menunjuk wajah nya.


"Cepat lah!"


Buk, Buk.


Tulang ayam yang tadi tersangkut di tenggorokan bianca langsung mencelat keluar, Segera big meminum kan air putih kepada nona nya.


"Kenapa kau memukul istriku!" Sentak jasson mencengkeram kerah kemeja lukas.


"Ampun tuan, Saya hanya menolong nyonya." Jawab lukas.


"Kenapa kau lebay sekali jasson, Tepukan lukas sama sekali tidak sakit." Bianca menarik tangan suami nya.


"Lebay dari mana ? Aku melihat dia menepuk mu dua kali." Sengit jasson.


"Itu hal wajar tuan, Lihat lah. Kan tulang ayam nya jadi keluar." Tunjuk delia.


"Benarkah delia ?" Tanya jasson sambil melirik bianca.


"Iya tuan."


Bianca berdiri membenar kan kemeja nya, Jika di lihat dari tubuh mau pun wajah. Delia kalah jauh dari dokter cantik ini.


"Ini sekertaris ku, Delia nama nya." Jasson mengenal kan delia sambil memegang pundak wanita itu.


Senyum bahagia terpancar dari bibit pelakor, Namun yang jasson heran sekaligus berang. Tidak ada raut cemburu di wajah bianca, Ia masih tetap tenang.


"Saya delia nyonya." Delia mengulur kan tangan.


"Oh."


Hanya oh yang keluar dari mulut bianca, Ia malah kembali fokus pada makanan nya yang belum habis.


"Ayo big, lukas. Habis kan makanan kalian." Ajak bianca.


"Baik kak." Angguk big dan lukas.


"Delia sedang mengenal kan diri, Kenapa malah kembali makan bi ?!" Tanya jasson menatap istri nya.


"Apa jika ada orang yang mengenal kan diri, Aku jadi tidak boleh makan ? Lagi pula dia kan hanya sekertaris, Untuk apa aku terlalu menghormati nya." Jawab bianca pedas.


Terhempas dan terjungkal mental delia mendengar jawaban bianca, Ternyata istri bos nya bermulut tajam.


"Jaga bicara mu bi." Peringat jasson.


"Tidak apa apa tuan, Nyonya memang benar. Saya hanya sekertaris rendahan, Tidak pantas untuk di hormati." Delia merendahan kan diri untuk mencari simpati.


"Bagus jika kau sadar diri." Sahut bianca cuek.


"Bianca!" Sentak jasson.


"Apa ? Lebih baik kau segera membawa pergi dia. Sebelum ku lempar wajah kalian berdua dengan sambal ini." Ancam bianca.


Melihat bianca yang tidak main main, Jasson menarik delia keluar dari ruangan nya. Sekilas ia melirik bianca, Namun wajah bianca masih tetap datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


__ADS_2