
Seorang pria duduk sambil menghisap cerutu di tangan nya, Asap mengepul keudara karena ia sengaja menghembus kan sedemikan rupa.
''Sudah berapa korban nya ?'' Tanya lordus kepada bodyguard nya.
''Bodyguard bernama jono dan tangan kanan nya tuan jasson yang bernama big, Mereka sudah di seret oleh buaya itu tuan.'' Lapor bodyguard.
''Shiit!! Sia sia aku melepas kan buaya raksasa itu untuk memangsa jasson sialan.'' Sentak lordus emosi.
''Buaya itu juga sudah tidak terlihat lagi karena berhasil di tembak oleh nona bianca.'' Ujar bodyguard lagi.
''Hmm, Aku jadi semakin penasaran dengan anak nya gara.'' Seringai lordus mengusap janggut nya.
Bodyguard mengundur kan diri karena sudah selesai memberi laporan, Tinggal lah lordus yang mengamati foto bianca.
''Bukan kah akan lebih bagus jika kau menjadi menantu ku.'' Gumam lordus.
Dendam lordus kepada jasson sudah mendarah daging, Karena ia harus kehilangan dua kaki nya. Jasson yang sempat bersiteru dengan lordus, Dengan kejam memotong kaki nya.
''Kau akan merasa kan sakit yang aku alami tuan de lamozada.'' Geram lordus penuh dendam.
Kembali kesungai.
Dengan cekatan jasson menarik bianca untuk kembali kedaratan, Bianca histeris karena big memang benar benar menghilang di dalam sungai. Hanya koper nya yang mengambang.
''Ambil koper ku.'' Titah bianca pada bodyguard yang tersisa dua orang.
''Baik nona.''
''Big! Oi big.'' Bianca masih memanggil big.
''Sudah sayang, Big tidak bisa lagi bersama kita.'' Ujar jasson merangkul istri nya.
''Huaaa, Kasihan big jasson.'' Tangis bianca semakin keras.
Jasson menetes kan air mata karena teringat dengan big, Pemuda berusia sembilan belas tahun itu sangat setia kepada nya.
Dulu jasson mengambil big saat ia menjadi pengamen, Melihat kecerdasan big. Jasson sangat tertarik, Terbukti kalau big memang otak nya sangat encer bahkan dalam urusan bisnis.
''Kemana sekarang kita harus pergi uncle ?'' Tanya jesslyn yang meringkuk ketakutan.
''Kita akan berjalan mencari air terjun, Karena rumah yang akan kita tuju berada di dekat air terjun.'' Sahut jasson.
''Kita berjalan kesana nya ?'' Kaget jesslyn.
''Tidak! Kita merangkak.'' Ketus bianca berjalan meninggal semua nya.
Jasson jadi merasa bersalah kepada mereka semua, Ia menyalah kan diri karena sudah membawa mereka kealam liar ini.
''Sudah lah, Nanti dia juga bakal reda emosi nya.'' Ujar niko menepuk pundak jasson.
__ADS_1
Mereka semua berjalan menelusuri hutan yang cukup rimbun, Di tambah dengan susana yang mulai gelap. Membuat mereka sedikit kesusahan melihat jalan.
''Masih jauh kan jasson ?'' Tanya bianca yang mulai kelelahan.
''Aku sudah mendengar suara gemericik air sayang, Sebentar lagi pasti kita sampai.'' Jawab jasson mengusap keringat istri nya.
''Lagian kau ini ya uncle, Mau ngajak bulan madu atau mau membuat jejak petualang!'' Rutuk jesslyn.
''Aku melakukan ini karena bianca suka alam liar, Tapi aku tidak menyangka jika malah tertimpa musibah.'' Sesal jasson.
Semua terdiam dalam pikiran masing masing, Mereka cukup takut untuk bermalam di hutan tanpa pelindung. Karena mereka tidak punya tenda, Entah binatang apa saja yang ada di dalam hutan.
''Kita bisa memanja pohon untuk berlindung.'' Usul niko.
''Apa kau gila! Bagai mana jika kita jatuh saat tertidur.'' Kesal jesslyn.
''Lalu apa kau mau tidur di tanah, Bisa saja buaya itu datang karena ini masih rawa rawa.'' Kesal niko pula.
Saat mereka sedang berdebat untuk tidur di mana, Mata jasson menyelidik heran kearah bodyguard nya yang diam diam merekam mereka.
''Apa yang kau lakukan ?!'' Sentak jasson pada adytia.
''Ti tidak tuan.'' Elak adytia.
''Kau merekam kami, Apa maksud mu ?!'' Sentak jasson mencengkeram kerah adytia.
Niko merampas ponsel adytia, Mereka tidak tau jika adytia memiliki ponsel. Mata niko terbelalak melihat isi chat yang ada di ponsel bodyguard nya.
Tidak ada jawaban dari mulut adytia, Seulas senyum ia tampil kan. Dengan gerakan singkat.
Dor.
Adytia memilih bunuh diri, Jasson tercengang dengan perbuatan adytia. Ternyata mereka memiliki penghianat.
''Ada yang sengaja melepas kan buaya raksasa itu, Karena sungai ini hanya di huni buaya berukuran sedang meski sangat ganas jika sampai mencium darah.'' Jelas bianca.
''Siapa yang melakukan nya ?!'' Heran jasson mengingat semua musuh nya.
''Bisa jadi itu musuh mu atau juga musuh ku.'' Ujar niko.
''Kita harus cepat pergi dari sini, Darah biadap ini bisa di cium oleh para buaya.'' Ujar bianca langsung berdiri.
Benar saja, Suara gemerosak dari dalam semak langsung terdengar. Kesempatan untuk berlari sudah tidak ada.
''Panjat pohon tuan!'' Teriak bodyguard yang tersisa.
''Cepat sayang!''
Jasson menaik kan tubuh bianca kecabang yang sedikit rendah, Bianca cepat menyambar cabang lain nya agar lebih tinggi.
__ADS_1
Di pohon yang lain jesslyn sudah berhasil naik, Meski gemetar ia berusaha mencengkeram erat dahan pohon.
''Cepat naik niko!!'' Teriak jesslyn panik.
Niko masih bingung mencari pohon yang akan di panjat nya, Hanya tinggal ia sendiri yang masih berada di bawah.
''Uncle cepat lah!'' Teriak bianca.
Saat ingin berlari menuju pohon yang berdahan banyak, Langkah niko terhenti karena di hadapan nya sudah ada predator yang menghadang.
''Aarrkkh niko.'' Jerit jesslyn ketakutan melihat suami nya dalam bahaya.
''Tutup mulut mu bodoh!'' Sentak jasson yang jarak nya dekat dengan niko.
''Selamat kan suami ku uncel.'' Ujar jesslyn gemetar.
Dor,Dor.
Suara tembakan memenuhi hutan rimbun itu, Niko memilih mengambil resiko dengan menembak buaya itu. Meski pasti akan banyak buaya yang akan datang menghampiru mereka.
Greep.
Jasson menarik tangan niko dengan sekali sambaran, Posisi niko hanya berjarak sekitar satu meter setengah dari tanah.
''Aku akan mengayun kesana.'' Tunjuk niko.
''Lakukan lah, Aku akan berusaha menahan mu.'' Ujar jasson.
Satu kali hentakan, Niko berhasil namplok kebatang pohon. Meski dada nya terasa sakit karena menghantam kayu keras.
''Aarrkh.''
Suara erangan niko tenggelam dengan suara para buaya yang datang, Adytia habis di cabik cabik oleh buaya yang kelaparan.
''Bi kamu mau kemana ?!'' Teriak jasson melihat istri nya makin tinggi memanjat pohon.
''Aku meliha rumah jasson, Apa itu rumah mu ?'' Tanya bianca.
''Seperti apa bentuk nya ?'' Tanya jasson memastikan.
''Itu rumah kaca.'' Jawab bianca.
''Iya sayang, Itu rumah kita.'' Girang jasson karena ternyata mereka hampir sampai.
Mata bianca masih berkeliling melihat keadaan sekitar, Tapi ia terkejut ketika melihat sebujur manusia yang terbaring dekat air rawa di sebuah cekungan.
''Apa sayang ?'' Tanya jasson yang berhasil ikut di pohon bianca.
''Itu ada orang di sana.'' Tunjuk bianca.
__ADS_1
''Jasson itu big!!'' Teriak bianca.
Jasson mengamati manusia yang di tunjuk bianca, Saat melihat kuncir rambut nya. Jasson langsung paham jika itu memang big.