
''Aakkhh, Tolong saya!''
Saat jasson dan bodyguard nya akan masuk kedalam kasino, Seorang wanita tiba tiba berlari mendekati mereka dengan tangan berlumuran darah.
Big dengan siaga menghalangi tubuh tuan nya, Sehingga wanita yang akan menubruk jasson jadi terhalang.
''Tolong selamat kan saya dan bayi saya tuan.'' Hiba wanita muda itu.
''Apa yang terjadi pada anda nona ?'' Tanya lukas.
''Saya di kejar oleh penjahat, Bahkan suami saya sudah di bunuh oleh mereka tuan.'' Jawab wanita itu sambil menangis.
''Kenapa anda bisa sampai di kejar ?!'' Selidik lukas.
''Suami saya mengetahui sebuah rahasia, Sehingga orang orang itu memburu nya.'' Jelas wanita itu lagi.
Saat lukas akan bertanya lebih jauh lagi, Lima orang berbadan kekar mendatangi mereka. Sudah jelas jika orang itu pasti mengincar wanita cantik berlumuran darah ini.
''Siapa kalian ?!'' Bentak preman itu.
''Sopan sekali kau!'' Sengit lukas.
''Hahahaha, Dasar pemuda rendahan!'' Hina nya.
Seringai sinis keluar dari bibir lukas, Tangan nya dan juga tangan big mulai merogoh senjata andalan.
''Lakukan.'' Perintah jasson.
''Baik tuan, Dengan senang hati aku melakukan nya.'' Jawab big tersenyum girang.
Dor, Dor, Dor, Dor, Dor.
Lima kali tembakan terdengar di halaman kasino milik jasson, Orang orang yang lewat langsung berlari menjauh memasuki kasino.
''Ayo masuk.'' Jasson mengajak wanita itu.
Big dan lukas menatap tidak senang dengan sikap jasson, Karena menurut mereka. Jasson tidak perlu mengajak wanita itu masuk.
''Mungkin tuan ingin mengetahui rahasia itu juga.'' Bisik lukas.
''Jika nyonya kita tahu, Hubungan mereka tidak akan membaik.'' Sahut big.
''Jika mulut mu tidak ember, Maka nyonya bianca tidak akan tahu.'' Ucap lukas ikut melangkah masuk.
''Kau pikir nyonya bianca itu orang bodoh!'' Rutuk big.
''Sudah diam lah, Kita ikuti saja tuan jasson.'' Ujar lukas menarik tangan big.
Ruang ViP.
__ADS_1
Wanita itu duduk di sofa sambil mengusap tubuh nya yang kotor, Mata jasson masih menatap nya dengan seksama.
''Terima kasih sudah menolong saya tuan.'' Ucap wanita itu.
''Tidak masalah, Siapa nama mu ?'' Tanya jasson ramah.
Big melirik lukas yang berada di samping nya, Mereka heran dengan kelakuan bos mereka. Karena selama satu tahun ini, Jasson tidak pernah bersikap ramah pada wanita. Tentu saja karena jasson tidak ingin bianca marah pada nya, Tapi sekarang jasson malah bersikap manis.
''Delia tuan.'' Jawab nya.
''Nama yang bagus.'' Puji jasson membuat delia tertunduk malu.
''Terima kasih.''
''Berapa usia mu ?'' Tanya jasson lagi.
''Dua puluh delapan tuan.'' Jawab delia.
''Really ? Padahal wajah mu masih terlihat seperti usia dua puluh tahun.'' Ucap jasson.
''Cih.''
Tanpa sadar dua boduguard itu berdecih sinis, Jasson melirik kedua nya. Namun mereka segera membuang muka.
''Jadi suami mu sudah meninggal di bunuh mereka ?'' Tanya jasson bangkit mendekat.
''Iya tuan, Saya sudah tidak punya siapa siapa lagi. Di tambah sekarang saya sedang hamil dua bulan.'' Jawab delia terisak.
Delia menganguk kan kepala nya, Jasson dengan terang terangan menggenggam tangan delia. Seolah sangat peduli pada wanita ini.
''Sekarang saya tidak tau harus bagai mana ? Saya sedang hamil, Suami saya malah di bunuh. Entah dapat dari mana nanti biaya untuk bayi ini.'' Keluh delia.
''Anda kan bisa bekerja.'' Cetus big dengan wajah tidak senang.
''Siapa yang mau menerima saya, Tidak ada perusahaan yang mau menerima wanita hamil.'' Jawab delia menatap big.
''Jika tidak di terima di perusahaan, Anda kan bisa bekerja di mini market atau di toko kecil kecilan. Banyak kok para ibu muda yang rela kerja rendahan demi buah hati nya, Bahkan ada yang jadi pemulung di tong sampah.'' Jawab big.
Pias wajah delia mendengar jawaban big, Ia tidak menyangka jika pemuda ini bisa bermulut sepedas cabai setan.
''Big!''
''Maaf tuan, Itu hanya menurut saya saja.'' Jawab big tegas.
''Jika dia memecat ku, Aku kan bisa minta kerja dengan nyonya bianca.'' Batin big tidak ada rasa takut karena masih punya gantungan.
Namun ternyata jasson tidak lagi menegur nya, Ia malah kembali mengobrol dengan delia. Bahkan jasson menyuruh lukas membeli kan delia baju ganti. Semakin dongkol hati big melihat ulah jasson.
Braakk.
__ADS_1
Big menendang pintu dengan keras, Bahkan jasson saja terjingkat karena ulah big. Tanpa dosa big pergi dari ruangan jasson.
''Seperti nya pengawal mu tidak suka dengan kehadiran ku.'' Ujar delia sedih.
''Tidak usah hirau kan dia.'' Jawab jasson tersenyum.
''Tapi dia berani sekali ya tuan kepada bos nya.'' Ujar delia.
''Dia sudah ku anggap seperti adik ku.'' Jawab jasson.
Mereka mengobrol dengan riang, Sesekali tawa delia terlepas hingga terdengar mengikik sampai luar.
''Bangsaat!'' Maki big.
''Hey big! Tenang lah.'' Lukas meraih pundak big.
''Aku kasihan pada kakak lukas.'' Sentak big.
''Kakak ? Kakak siapa ?'' Bingung lukas.
''Heem, Nyonya bianca pernah bilang pada ku. Agar memanggil nya kakak saja, Tidak perlu nyonya.'' Jawab big tersenyum malu.
''Hei big, Kenapa kau tersenyum begitu ? Apa kau naksir pada istri bos kita ?!'' Selidik lukas.
''Otak mu diam nya di mana sih ?! Aku hanya senang karena di anggap adik oleh nya.'' Kesal big.
Kini lukas yang tersenyum malu karena kebodohan nya, Pantas saja big sangat murka melihat jasson. Karena big sudah pasti berada di kubu bianca.
''Jangan berpikir negatif dulu, Siapa tau tuan jasson punya rencana.'' Ucap lukas.
''Rencana apa dengan wanita sialan itu! Aku melihat wajah nya saja sudah mau muntah.'' Cibir big.
''Kemunculan delia sangat misterius, Dan dia juga langsung menuju kita. Padahal banyak orang tadi di parkiran, Kenapa dia tidak minta tolong saja pada orang itu.'' Ucap lukas.
''Entah lah! Malas aku membahas masalah dia.'' Kesal big sambil mengisap rokok nya.
''Masih bocah sudah pintar nyebat.'' Ejek lukas.
''Mana ada aku bocah! Umur ku hampir dua puluh satu tahun.'' Protes big.
''Aku dua puluh enam tahun, Seharus nya kau memanggil ku mas atau abang.'' Sahut lukas.
''Tidak sudi.''
Jika big dan lukas malah bertengkar karena masalah sepele, Dan jasson juga tengah mengobrol sembari di selingi dengan canda tawa.
Di sebuah ruangan mewah, Tampak pria yang duduk di kursi roda tengah tersenyum puas karena umpan nya di makan oleh jasson.
''Kau masih sama dengan yang dulu, Tidak bisa melihat wanita cantik.'' Sinis lordus.
__ADS_1
''Dengan kehamilan delia, Kau pasti akan hancur jasson.'' Geram lordus meremas gelas hingga pecah.
Lordus menggunakan delia yang hamil untuk memancing jasson, Karena lordus tau. Kalau jasson sangat ingin punya anak, Dan benar saja. Jasson langsung bersimpati pada delia.