Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Tidak tahan


__ADS_3

''Kejar lah cinta mu bi.'' Ujar jesslyn menepuk pundak bianca.


''Lalu bagaimana dengan jessica ?'' Bingung bianca memikir kan adik nya.


''Jika jasson memang jodoh mu, Lalu jessica bisa apa.'' Sahut jesslyn yang memang kurang menyukai jessica.


Bianca meremas kepala nya dengan kuat, Hati nya gamang untuk mengambil keputusan. Di satu sisi ia ingin cinta nya terbalas oleh jasson, Di sisi lain nya ia tidak tega jika harus merampas kebahagian jessica.


''Aku tidak tau harus bagai mana.'' Keluh bianca.


Jesslyn juga tidak bisa memaksa bianca untuk memperjuang kan cinta nya, Karena jesslyn tau. Bahwa selama ini bianca merasa bersalah kepada jessica yang terasing di rumah vander veken.


''Kau pacaran dengan paman ku, Lalu aku juga pacaran dengan paman mu.'' Ujar bianca menatap jesslyn.


Kedua nya saling pandang karena baru menyadari hal itu, Sontak saja membuat mereka tertawa kencang.


''Huahahaha, Konyol sekali.'' Ujar kedua nya bersamaan.


''Tapi kan kau belum jadi pacar uncle jasson.'' Protes jesslyn.


''Iya juga sih.'' Cengir bianca.


...****************...


Jasson turun dari privat jet dengan buru buru, Ia sudah tidak sabar untuk menemui bianca di rumah sakit.


Di dalam hati jasson sudah bertekad untuk mendapat kan dokter cantik nya, Tidak peduli jika nanti mendapat tentangan dari semua orang termasuk gara.


''Kau urus lah semua nya, Aku pergi dulu.'' Ujar jasson menyambar kunci mobil dari tangan lukas.


''Anda tidak bisa pergi sekarang tuan.'' Cegah lukas menghalangi jalan.


''Apa maksud mu ?!'' Tanya jasson mulai kesal.


''Kita ada rapat besar tuan.'' Jawab lukas menunduk.


''Kau kan bisa menghandel nya bodoh!'' Umpat jasson.


''Rapat ini di pimpin oleh tuan besar markus dan juga menantu nya.'' Ujar lukas.


Mendengar nama ayah nya, Jasson hanya bisa menendang angin dengan kesal. Mau tidak mau ia masuk kedalam mansion untuk mengikuti rapat yang di beritahu kan oleh lukas.


''Selamat datang tuan jasson.'' Sapa yang lain nya.


''Hmm.''


Hanya deheman malas yang keluar dari bibir sexy nya, Jasson menatap markus yang duduk berdampingan dengan wanita setengah baya bergaun hitam.


''Lama tidak berjumpa adik ipar.'' Sapa gefari tersenyum.


''Eemm yah, Apa kabar mu ge ?'' Ujar jasson bertanya gugup.

__ADS_1


''Seperti yang kau lihat.'' Jawab gefari.


''Duduk lah.''


Suara markus menggema di ruangan itu, Jasson duduk dengan tenang. Para mafia lain nya mulai menatap markus yang akan berbicara.


Rumah sakit xxx.


Bianca menggigit gigit pena yang ada di tangan nya, Bahkan ujung pena sampai penyok terkena gigi.


''Aku tidak tahan lagi.'' Teriak bianca menggebrak meja.


Segera di sambar kunci mobil nya, Bahkan sangking buru buru nya. Jas putih masih ia kenakan, Sedikit berlari ia mendatangi mobil nya.


''Kenapa rindu itu berat ?'' Keluh bianca melajukan mobil.


Mobil berwarna silver melaju dengan kencang membelah jalanan, Skil menyetir bianca memang tidak di ragu kan lagi.


''Aduh kenapa macet sih!'' Kesal bianca memukul stir.


Deretan mobil berjejer dengan rapi, Entah apa yang menyebab kan kemacetan parah ini. Berusaha sabar bianca menunggu agar bisa kembali berjalan.


Namun semua mobil hanya diam tanpa bergerak, Tentu saja langasung membuat bianca darah tinggi.


''Shiit!''


Bianca turun dari mobil setelah menelepon anak buah daddy nya untuk mengambil mobil yang ia kendarai, Dengan langkah dongkol. Bianca memanggil tukang ojek yang sedang ngetem di pinggir jalan.


''Jalan saja dulu pak, Nanti saya kasih tau.'' Jawab bianca memasang masker.


Untung saja bianca memakai celana jeans hingga ia bisa duduk anteng di atas motor, Selama perjalanan hati bianca selalu gamang dengan keputusan nya.


''Berhenti di mansion itu pak.'' Tunjuk bianca kepada tukang ojek.


''Waah besar sekali.'' Tukang ojek berdecak kagum.


''Ini ongkos nya.'' Bianca menyerah kan uang ratusan dua lembar.


''Banyak sekali neng.'' Ujar tukang ojek kaget.


''Ambil saja untuk bapak.'' Paksa bianca memasukan kedalam jaket tukang ojek.


''Terima kasih neng, Semoa rezeki nya lancar dan murah jodoh.'' Doa tukang ojek.


Bianca tersenyum mendengar doa tulus bapak ojek, Ia menekan bel di pagar. Bodyguadr melongok untuk melihat siapa yang datang.


''Ada perlu apa nona ?'' Tanya bodyguard heran.


''Aku ingin bertemu tuan mu, Kau ingat aku kan.'' Ujar bianca menurun kan masker nya.


''Nona bianca! Tapi tuan...

__ADS_1


Belum selesai bodyguard berkata, Bianca sudah berjalan masuk menuju pintu utama. Jarak pagar dan pintu lumayan membuat kaki bianca pegal, Karena bianca masih memakai hiels.


''Aku tidak peduli kau mencintai ku atau tidak jasson, Namun yang penting aku harus bertemu dengan mu.'' Tekad bianca sambil membuka pintu.


''Cari siapa nona ?'' Tanya bodyguard di depan pintu.


Tidak ada jawaban dari mulut bianca, Ia berlari menuju ruang tamu. Nafas nya memburu karena berlari.


''Jasson!''


Semua mata yang berkumpul langsung menatap bianca, Jasson yang sedang mendengar kan rapat langsung berdiri kaget melihat bianca.


''Bi ?''


Untung saja bianca memakai masker, Jika tidak. Maka semua mafia yang berkumpul langsung mengenali nya sebagai putri gara. Jasson langsung mendekati bianca yang mematung karena malu.


''Ikut aku.''


Tidak ingin mafia yang lain mengetahui indentitas gadis yang berdiri di hadapan nya, Jasson menarik bianca memasuki lift menuju lantai tiga.


''Apa dia ?''


Markus bertanya sambil berbisik kepada gefari, Melihat anggukan kepala gefari. Markus langsung memegang dada sangking kaget nya.


''Daddy!''


Gefari merangkul markus yang terlihat syok, Segera lukas angkat bicara untuk membubar kan semua orang.


''Maaf kan saya tuan tuan, Rapat kita di bubar kan untuk sementara.'' Ujar lukas membungkuk kan tubuh.


''Baik lah, Kita bisa membahas nya lain waktu.'' Jawab jeremy aganor.


''Daddy tenang lah.'' Ujar gefari memberi minum mertua nya.


Markus menenggak air mineral yang di sodor kan gefari, Pria tua ini tidak percaya jika putra nya memiliki hubungan dengan cucu angkat nya.


''Apa gara tau ?'' Tanya markus memastikan.


''Tidak! Awal mula mereka tidak lah manis.'' Jawab gefari.


''Biar ku tanya saja langsung!'' Kesal markus mencoba berdiri.


''Sudah lah dad, Jasson sudah dewasa. Dia pasti bisa menyelesai kan semua nya.'' Ujar gefari.


''Aku tidak ingin jika kita sampai bersiteru dengan keluarga vander veken.'' Ucap markus serius.


''Semoga itu tidak terjadi.'' Sahut gefari yang juga sebenar nya bingung.


Jika gara sampai mengetahu bahwa kedua putri nya jatuh kedalam pelukan jasson dan sudah di rusak oleh pria ini, Entah apa yang akan terjadi. Bahkan gefari pun tidak bisa membayang kan kemarahan gara.


Jangan lupa tekan like, comen dan vote serta hadiah nya🙏

__ADS_1


__ADS_2