Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Adik ipar


__ADS_3

''Biar lah saya dengan lukas saja tuan, Lebih baik anda tetap di sini.'' Tolak big ketika jasson juga memilih pulang.


''Aku akan mengantar mu pulang, Atau kau mau berobat di sini saja ?'' Tawar jasson.


''Saya mau di indonesia saja tuan, Tapi tuan kan sedang bulan madu bersama nona. Tetap lah tinggal di sini.'' Ucap big.


''Tidak! Ayo kita pulang.'' Tegas jasson.


Big memandang lukas yang hanya bisa diam, Entah kenapa mereka merasa jasson sedang kesal dengan seseorang.


''Jadi kita pulang juga sayang ?'' Tanya bianca memastikan.


''Iya.''


''Tapi kalau kamu masih mau tinggal kan big tidak masalah.'' Ujar bianca.


''Tinggal untuk apa ?'' Tanya jasson memicing sinis.


''Loh kok ?''


Usai berkata, Jasson malah meninggal kan bianca yang heran dengan sikap suami nya. Tapi karena tidak ingin memperpanjang masalah, Bianca hanya diam dan memasukan alat nya kekoper.


Di dalam pesawat.


''Ada apa dengan mu ?'' Tanya niko melihat jasson termenung.


''Tidak ada.'' Jawab jasson sambil bermain ponsel.


''Bahkan orang buta juga bisa tau kalau kau sedang kesal.'' Ujar niko.


Helaian nafas jasson terdengar berat, Saat akan bercerita tentang keluh kesah nya. Suara hati jasson malah melarang nya untuk mengumbar masalah rumah tangga.


''Kasino ku sedang ada masalah.'' Jawab jasson.


''Kenapa ?''


''Seperti nya ada banyak penghianat di sisi ku, Bukan hanya bodyguard yang mati kemarin saja.'' Jawab jasson.


''Pasti orang itu cukup lihai sehingga ia bisa menaruh banyak mata mata di sisi mu.'' Tebak niko.


''Yah, Cara bermain nya cukup halus! Maka aku akan melawan nya dengan halus.'' Seringai jasson.


Niko manggut manggut mendengar ucapan jasson, Berbeda dengan jasson. Niko sejak dulu hanya sampingan saja menjadi mafia, Karena ia lebih tertarik jadi pengusaha.


...****************...


Dua hari kemudian.

__ADS_1


Gara menatap jasson yang tiba tiba saja main kemansion nya sendirian, Tanpa ada bianca yang mengekori nya.


''Mau pinjam uang ?'' Tanya gara santai.


Joana dan jessica ikut nimbrung, Mereka dengan cemas dan juga penasaran dengan kedatangan jasson.


''Kau kira aku sangat miskin!'' Rutuk jasson.


''Lalu ada apa kau kemari ?'' Heran jasson.


''Aku ingin tanya pendapat mu, Jujur saja aku kesal dan juga tidak tau cara membuat bianca percaya pada pernikahan ini.'' Sahut jasson.


''Maksud mu apa jasson ?'' Sambar gara.


Mendengar nama anak kesayangan nya, Gara langsung serius mendengar kan ucapan jasson.


''Dia masih tidak percaya pada ku dan juga tali pernikahan.'' Desah jasson berat.


Gara tertegun dengan ucapan jasson, Sejujur nya gara sangat takut ketika dulu bianca mengalami trauma dengan pernikahan. Gadis itu dengan tegas menolak menikah karena takut di hianati dan bercerai.


Hingga bianca memutus kan untuk tidak akan menikah, Tentu saja gara tidak ingin jika anak gadis nya sampai menjadi perawan tua. Oleh karena itu pula, Saat jasson dengan kekeh akan menikahi bianca. Gara tidak menolak nya.


''Apa yang dia katakan ?'' Tanya gara pelan.


''Tak sengaja kemarin aku mendengar kan percakapan nya dengan jesslyn, Kalau ia tidak ingin punya anak. Itu karena bianca takut bercerai karena aku menghianati nya.'' Cerita jasson.


''Soal anak kan bisa perlahan lahan jasson, Tidak harus sekarang.'' Nasihat joana.


''Aku tidak masalah jo mau sekarang atau pun tahun depan, Tapi menurut ku jika kami punya anak. Maka bianca tidak akan meninggal kan ku.'' Ujar jasson.


''Dengan mama mertua kok manggil nama!'' Rutuk jessica pelan.


''Tapi bianca kan belum mau punya anak.'' Sahut gara.


''Bukan belum mau! Tapi memang tidak mau.'' Koreksi jasson.


''Masalah nya hanya di kepercayaan bianca, Anak ku masih belum percaya pada mu.'' Ujar joana.


''Apa dia minum pil ?'' Tanya jessica.


''Aku tidak tau.'' Jawab jasson mengangkat bahu.


Hening, Mereka tidak mendapat jalan keluar untuk masalah ini. Gara juga masih memikir kan ide yang terbaik, Hingga terlintas di otak nya.


''Bagai mana jika kita beri saja bianca obat, Kan dia bisa tidak sadar kan diri. Lalu kau bisa *** *** dengan nya, Siapa tau itu langsung jadi kecebong mu.'' Cetus gara.


Jasson tampak setuju dengan ide yang di berikan ayah mertu nya, Hanya joana yang tampak tidak setuju.

__ADS_1


''Apa daddy gila ?! Bagai mana bisa daddy malah memberikan ide konyol itu ?!'' Teriak jessica.


''Tapi ucapan daddy mu benar jess, Dengan begitu aku bisa punya anak.'' Jawab jasson.


''Anak saja yang ada dalam otak mu! Kau itu harus nya membangun kepercayaan nya bianca secara perlahan, Bukan dengan memperkaos nya.'' Kesal jessica.


''Bagai mana cara nya ?'' Tanya jasson.


''Mikir dong mikir! Maka nya punya otak jangan di taruh di sel4ngkang*n!" Hina jessica.


"Heh mulut mu jessi!" Sela joana.


"Biar saja mom, Coba dengan sabar kau yakin kan dulu hati nya bianca. Perbaiki sikap ****** mu, Perlahan lahan hati bianca akan percaya pada mu." Saran jessica.


"Tapi hati ku sakit ketika mendengar dia tidak mau punya anak dengan ku." Sahut jasson lagi.


"Masalah anak itu belakangan, Jika bianca sidah percaya. Maka dia akan suka rela mengandung benih mu!" Kesal jessica langsung menenggak wine di gelas.


"Punya daddy jessi." Ucap gara.


"Sorry dad." Cengir jessica.


"Ucapan jessica benar jasson, Hal yang paling penting kau harus bisa membangun kepercayaan nya bianca." Nasihat joana.


"Jika sampai bianca mengatakan pada mu untuk tidak mau mengandung, Kau iya kan saja dulu. Nanti lama kelamaan kan dia jadi sadar kalau kau memang mencintai nya bukan mencintai anak saja." Ujar jessica.


Gara melirik putri bungsu nya yang terlihat bijak saat memberi nasihat, Diam diam gara merasa kagum dengan sikap dewasa jessica.


"Jadi kalau bianca bilang tidak mau punya anak, Aku nurut saja ?" Tanya jasson.


"Untuk sekarang lebih baik iya, Beri lah dia waktu untuk hati nya." Ucap jessica.


Ucapan jessica merasuk di hati jasson, Karena jasson merasa ia memang sedikit terburu buru untuk memiliki anak dengan bianca.


Jasson ingin segera punya anak karena ia merasa anak adalah pengikat yang kuat, Menurut jasson. jika mereka punya anak, Maka bianca tidak akan meninggal kan dia.


"Baik lah, Terima kasih saran mu." Ujar jasson tersenyum.


"Sudah sewajar nya aku sebagai adik memberi mu nasihat." Jawab jessica.


"Ya kebalik lah jess, Di mana mana kakak yang memberi nasihat keadik." Ucap joana.


"Ya mau bagai mana lagi, Wong kakak nya saja goblok!" Cetus jessica tanpa dosa.


Gara terkikik mendengar jawaban putri nya, Jasson merengut masam karena karena secara tidak langsung jessica mengatai nya.


"

__ADS_1


__ADS_2