Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Pertengkaran


__ADS_3

''Maaf ya kalau tadi aku lupa membeli kan hadiah untuk mu.'' Ucap bianca.


Jasson yang sedang mengelus husky berwarna putih langsung menoleh, Bianca malah menyangka jasson merajuk karena tidak di beli kan hadiah.


Entah kenapa jasson jadi meragu kan cinta bianca untuk nya, Benar kah bianca memang cinta. Atau hanya karena terpaksa saja.


''Jadi kau mengira aku marah hanya karena tidak ada hadiah ?!'' Tanya jasson tersenyum sedih bercampur sinis.


''Eeh?''


''Kau tidak pernah punya rasa percaya pada ku! Aku terima saja bi, Karena aku berharap suatu saat nanti kau akan percaya pada ku. Dan mau memiliki anak dengan aku yang sudah rusak ini.'' Lirih jasson duduk menatap lantai.


''Apa yang kau bicara kan sayang ?'' Tanya bianca mendekati suami nya.


''Bukan kah kau sendiri tadi yang bilang, Jika sesuatu yang kau anggap penting. Maka kau pasti tidak akan melupa kan nya ?!'' Jasson membalik kan ucapan bianca.


''Sayang maaf kan aku.'' Lirih bianca.


''Dan juga, Kau tidak mau punya anak dengan ku karena kau tidak percaya pada cinta ku pada mu.'' Cecar jasson.


''Bukan kah aku dulu pernah bilang jasson, Aku tidak takut pernikahan. Tapi aku takut perceraian, Namun tiba tiba kau datang dan mengatakan kalau kita sudah menikah.'' Ujar bianca mengusap air mata.


Nyeri hati jasson mendengar ucapan bianca, Karena sampai sekarang. Istri nya masih saja memikir kan perceraian dalam rumah tangga mereka.


''Jadi inti nya kita menikah hanya untuk bebas berhubungan ****." Lirih jasson.


"Apa yang kau ucap kan jasson ?!" Teriak bianca mulai naik darah.


"Kita menikah hanya aku yang mencintai mu! Kau sama sekali tidak mencintai ku, Bahkan kan percaya saja tidak!" Sentak jasson.


"Aku juga ingin percaya pada pernikahan jasson! Tapi hati ku tidak bisa." Jawab bianca.


"Tidak cukup kah pembuktian ku pada mu bi ? Bahkan aku rela memberikan semua harta ku pada ayah mu! Tidak cukup kah untuk membua mu percaya bi ?!" Bentak jasson frustasi.


Bianca mengusap wajah nya kasar, Sejak tadi ia menahan emosi nya. Namun ia tidak kuat jika hanya diam tanpa mengeluar kan nya.


"Saat ini kau mungkin bisa mengatakan bahwa cinta mu sangat besar jasson, Tapi apa kah kau yakin jika itu tidak berubah ?" Tanya bianca mendekat.


"Kenapa kau bertanya begitu ?!" Sengit jasson.


"Kita tidak tau perasaan orang jasson, Bisa saja dalam sepuluh tahun kedepan kau akan meninggal kan aku karena alasan sudah tidak cinta." Ujar bianca tersenyum pahit.


"Kau egois bianca!" Geram jasson melangkah pergi.


"Jasson! Kau mau kemana jasson ?!" Teriak bianca mengejar suami nya.


"Lepas kan aku!" Jasson menyentak lengan nya.


"Tidak! Kau tidak boleh pergi, Ini sudah malam jasson." Bianca merangkul jasson dari belakang.


"Lepas kan aku bianca!" Sentak jasson.


Bianca tidak mendengar kan ucapan jasson, Ia malah semakin kencang memeluk perut kotak kotak suami nya.


"Lepas kan aku! Jangan buat aku melakukan kekerasan!" Ancam jasson.

__ADS_1


Sebenar nya itu bukan hanya ancaman, Karena jika menuruti emosi nya. Bisa saja jasson malah menurun kan tangan kasar pada bianca.


"Lakukan! Lakukan asal kau tidak pergi." Jawab bianca menantang.


"Apa mau mu bianca ?!" Teriak jasson mencengkeram leher bianca.


"Uhuk!"


Bukan hanya cengkeraman pelan, Bahkan urat tangan jasson langsung muncul ketika mencengkeram batang leher bianca.


"Jangan memancing setan dalam diri ku!" Geram jasson melepas kan tangan nya.


"Uhuk, Eehh!"


Belum sempat bianca mengatur nafas nya yang tersegal segal, Jasson sudah pergi meninggal kan nya sendirian.


"Saya bantu anda nyonya." Maid membantu bianca berdiri.


"Terima kasih." Ujar bianca pelan.


"Apa anda perlu obat, Leher anda memar nyonya." Ujar maid melihat ngeri.


"Memar ?"


"Iya nyonya."


Bianca berlari masuk kamar, Di depan cermin ia melihat leher nya yang merah kebiruan bekas tangan nya jasson.


Di lantai bawah.


"Bukan urusan mu!" Kesal jasson.


"Anda tidak boleh pergi dalam keadaan seperti ini tuan." Larang big mengambil kunci mobil dari tangan bos nya.


"Kenapa kau melarang ku bocah!" Sentak jasson.


Big dan lukas terloncat kaget karena di sentak, Mata yang ngantuk langsung kembali segar.


"Setidak nya pakai baju tuan." Ujar lukas.


"Masa anda naik mobil bagus tapi cuma pakai handuk." Sahut big.


Jasson melihat tubuh polos nya, Ternyata ia masih menggunkan handuk. Karena emosi dia tidak sadar kalau tidak memakai baju.


"Ambil kan aku baju dan celana." Perintah jasson.


"Ambil sana." Lukas menyenggol bahu big.


"Kenapa aku ? Kau saja lah sana." Ujar big.


"Cepat!!"


Lari tunggang langgang dua bodyguard tampan itu, Mereka menuju kamar bos nya dengan cepat.


Tok, Tok.

__ADS_1


"Jasson."


Bianca menatap kecewa karena yang berdiri di depan pintu kamar nya adalah big dan lukas, Sedang kan kedua nya malah tersenyum manis.


"Ada apa kalian kemari ?" Tanya bianca pelan.


"Kami ingin mengambil celana dan baju untuk tuan nona." Jawab lukas.


"Kenapa tidak ambil sendiri ?" Tanya bianca.


"Ya ndak tau, Kok tanya saya." Jawab big dan lukas meniru kan ucapan seseorang.


Cetak, cetak.


Untuk melampias kan rasa kesal nya, Bianca menjitak kening mereka satu persatu. Bodyguard itu hanya bisa meringis.


"Tunggu lah." Ujar bianca berlalu pergi.


Lima menit kemudian bianca keluar lagi dari kamar, Tangan nya sudah membawa satu stel baju untuk jasson.


"Ini."


"Terima kasih nona."


Jasson yang di bawah misuh misuh karena di tinggal lama oleh bodyguad nya, Saat melihat duo somplak turun baru lah ia berdiri.


"Lama sekali." Rutuk jasson.


"Ada sedikit kendala tuan." Sahut lukas.


"Banyak alasan."


Setelah berpakaian, Jasson masuk mobil dengan di iringi dua mahluk dari mars itu. Mereka tetap kekeh ingin mengantar, Dengan alasan takut bos nya di serang jika pergi sendirian.


"Kita kemana tuan ?" Tanya lukas yang menyetir.


"Kasino."


"Baik tuan."


Setelah bertanya tujuan nya, Lukas tidak berani bertanya hal lain. Karena wajah jasson terlihat sangat dongkol, Lukas bisa menebak jika tuan dan nona nya sedang perang dunia.


Grook, Grokk.


Ketenangan jasson yang melihat jalanan jadi terganggu karena mendengar suara ngorok seseorang, Suara yang berasal dari kursi depan.


"Itu suara ngorok nya big tuan." Beritahu lukas yang melihat jasson bingung.


"Dasar bocah sialan! Bisa bisa nya dia tidur." Rutuk jasson.


"Dia cukup lelah tuan, Banyak pekerjaan yang di tanggung nya." Jawab lukas.


"Ya sudah, Biar kan saja." Ujar jasson yang merasa kasihan juga pada big.


Hingga sampai lah mereka di kasino milik jasson, Terlihat sangat ramai. Karena pengunjung nya memang dari kelas atas dan bawah.

__ADS_1


__ADS_2