
''Panggil tuan mu!'' Perintah markus pada lukas.
''Baik tuan.'' Angguk luka beranjak kelantai atas.
Jasson yang tengah bergelut dengan jessica hampir memasukan dinosaurus kedalam kandang, Tapi segera terganggu dengan dering telepon.
''Apa kau ingin mati hah ?!'' Sentak jasson emosi.
''Ada tuan besar di bawah tuan.'' Jawab lukas memegangi dada nya karena kaget dengan bentakan jasson.
''Shiit, Apa yang dia lakukan di sini.'' Rutuk jasson membanting gagang telepon.
Acara tunggang dino pun gagal di lakukan karena jasson lebih memilih menemui daddy nya, Tinggal lah jessica yang tegang kepalang tanggung.
Di lantai bawah.
Bianca duduk dengan gelisah, Rasa sesal memenuhi batin nya karena tadi menerima ajakan markus kesini.
''Bagai mana pekerjaan mu sayang ?'' Tanya markus mengelus kepala bianca.
''Lancar kek, Aku sedang liburan di sini.'' Jawab bianca tersenyum manis.
''Mau ketemu pacar ya ?'' Goda markus.
Gelengan kepala bianca membuat markus mengerenyit heran, Selama ini hanya bianca yang tidak pernah punya kekasih di antara empat sahabat.
''Kakek sedang apa kelondon ?'' Tanya bianca penasaran sembari memijit lembut tangan markus.
''Biasa lah, Kakek jalan jalan saja.'' Jawab markus malah menyerah kan kaki nya untuk di pijat.
Bianca menerima kaki markus dan memijat nya, Gadis ini adalah salah satu cucu kesayangan markus de lamozada.
''Ada apa daddy kemari ?'' Tanya jasson yang hanya memakai celana pendek.
''Untuk melihat anak ku satu satu nya.'' Jawab markus cuek.
Jasson melirik bianca yang juga tampak cuek pada nya, Ia malah sibuk memijat kaki markus tanpa sedikit pun melihat jasson.
''Kapan kamu menikah bi ?'' Tanya markus tiba tiba.
''Eeh anu kek, Bianca tidak tau.'' Gagap bianca kaget dengan pertanyaan markus.
''Selagi muda maka menikah lah, Lihat lah putra kakek ini. Dia masih muda tidak mau menikah, Sekarang sudah tua mana ada lagi yang mau pada nya.'' Ujar markus membuat jasson dongkol.
''Tentu saja yang tua tidak laku lagi kek, Karena yang muda pasti banyak.'' Tambah bianca tersenyum senang melihat wajah dongkol nya jasson.
''Betul sekali, Jadi kau cepat lah menikah bi.'' Ucap markus.
''Aku masih belum punya jodoh kek.'' Jawab bianca masih memijat kaki markus.
''Hahaha ada saja jawaban mu ini.'' Ujar markus menjitak pelan kening bianca.
Bagai kan nyamuk jasson di antara mereka berdua, Dua orang ini asik mengobrol hingga lupa pada nya.
''Main kemansion ku, Tapi aku di abai kan!'' Batin jasson emosi.
__ADS_1
''Apa yang ada di otak mu ?!'' Tanya markus menunjuk jasson dengan tongkat nya.
''Tidak ada.'' Jawab jasson membuang muka.
''Dasar bujang lapuk!'' Ejek markus.
Jika saja markus bukan ayah nya, Sudah pasti jasson akan mencabik cabik tubuh tua ini. Namun ia tidak mungkin melakukan nya, Karena jasson tidak ingin durhaca.
''Memang nya kenapa kau tidak ingin menikah ?'' Jasson malah ikut bertanya pada bianca.
''Belum niat paman.'' Jawab bianca tersenyum manis.
''Duh manis nya.'' Batin jasson gemas ingin memeluk calon mangsa nya.
''Bianca kenal kan dengan putra kakek ?'' Tanya markus.
''Tidak kek.'' Jawab bianca membuat jasson melotot.
''Dia ini putra nya kakek yang bungsu, Paling jelek dan paling bandel.'' Ujar markus.
''Mungkin karena buat nya sisa sisa ya kek.'' Gurau bianca.
''Hahahaha tepat sekali.'' Markus tertawa kencang.
Gunung api dalam dada jasson seakan mau meledak karena di uji oleh dua iblis ini, Hanya kepalan tangan nya yang semakin kuat untuk menahan emosi.
''Bianca tidak mau menikah karena takut seperti jesslyn ya ?'' Tebak markus.
Anggukan kepala bianca membuat jasson sedikit tertarik dengan percakan mereka, Karena ejekan untuka nya sudah tidak mereka lakukan.
''Tidak semua pria sama seperti adam bi, Masih banyak pria yang baik hati.'' Nasihat markus.
''Masih banyak pria yang baik hati dan setia, Contoh nya adalah daddy mu atau kakek ini.'' Ucap markus.
''Sangat sulit untuk menemukan pria seperti kalian berdua, Bahkan kesetiaan tidak bisa hanya di lihat dari keturunan.'' Ujar bianca.
''Maksud mu ?'' Tanya jasson penasaran.
''Begini paman, Kesetian tidak bisa kita lihat dari keturunan nya saja. Karena belum tentu jika kedua orang tua nya memiliki rasa setia kepada pasangan nya, Lalu sang anak pun ikut menurun setia.'' Jawab bianca.
''Lihat lah uncle yarri, Uncle yarri sangat setia kapada mama rara. Tapi adam malah seperti hewan yang tega membawa kekasih nya pulang kerumah istri nya.'' Sambung bianca.
''Kau bena nak, Kakek ini setia orang nya. Tapi yang menurun setia hanya marvel.'' Jawab markus mengingat putra pertama nya.
''Apa paman ini bukan tipe pria yang setia kek ?'' Tanya bianca menunjuk jasson dengan sudut bibir terangkat mengejek.
''Bianca malam ini menginap di sini saja ya.'' Ujar markus mengalih kan topik.
''Tidak kek, Aku pulang saja.'' Tolak bianca.
''Ini sudah malam, Tidak baik anak gadis keluyuran tengah malam.'' Nasihat markus.
''Menginap saja bi, Ucapan daddy benar.'' Sahut jasson setuju.
...****************...
__ADS_1
Bianca menendang nendang selimut dengan dongkol. Kini ia tidur di kamar tamu mansion jasson. Karena markus tidak mengizinkan nya pulang.
''Dasar sialan jasson itu!'' Maki bianca memilih memejam kan mata.
Pukul dua pagi bianca terbangun karena merasa ada nafas yang berhembus di leher nya, Bahkan perut nya terasa berat tertimpa oleh sesuatu.
Klik.
Saat lampu menyala, Wajah jasson terpampang di hadapan bianca. Jika jasson tidak memeluk nya erat, Bianca pasti sudah lompat dari ranjang.
''Kenapa kau di sini ?!'' Kesal bianca mendorong wajah jasson menjauh.
''Aku ingin memeluk mu.'' Sahut jasson serak dan ingin mendusal dusal leher bianca.
''Aku jijik pada wajah mu jassooonn!'' Teriak bianca mendorong jasson dengan kasar.
Jasson langsung duduk menghadap bianca, Terlihat jika bianca sungguh jijik berdekatan dengan wajah nya.
''Ada apa dengan mu ?'' Bingung jasson dengan sikap bianca.
''Kau sudah cuci muka belum ?'' Tanya bianca kasar.
''Tentu saja sudah, Memang nya kenapa jika belum ?'' Tanya jasson menarik lagi tangan bianca.
''Lepas kan tangan ku, Aku jijik dengan cairan yang menempel di brewok mu.'' Ketus bianca memiring kan bibir nya.
''Cairan apa bi ?'' Heran jasson semakin bingung.
''Cairan milik wanita!'' Sentak bianca lantang.
Sontak saja jasson langsung teringat saat kedatangan markus tadi ia sedang melakukan pemanasan mesin dengan jessica, Karena ia melakukan oral. Maka cairan itu masih menempel.
''Aku tidak sadar tadi.'' Ucap jasson.
''Jorok sekali.'' Rutuk bianca melempar kan tissu basah.
''Aku sudah cuci muka.'' Ujar jasson pelan.
''Lap lagi.'' Titah bianca.
Entah kenapa jasson jadi penurut kepada bianca, Tanpa sadar jasson selalu menuruti hampir semua ucapan bianca.
''Sudah ?''
''Hmmp!''
Hanya deheman yang keluar dari mulut bianca, Ia kembali berbaring di sebelah jasson yang juga kembali berbaring.
''Kau pun tadi sudah menelan yang jorok milik ku.'' Ujar jasson mengingat kan kejadian di mobil.
''Diam lah!'' Ketus bianca malu.
''Kenapa malah jadi kau yang galak.'' Heran jasson.
''Jika ingin yang lembut pergi lah dari sini.'' Usir bianca.
__ADS_1
''Tapi aku suka yang galak.'' Sahut jasson menyusup kan tangan nya.
Remasan jasson malah membuat bianca terbuai dan memejam kan mata, Gadis ini tertidur oleh belaian tangan nakal jasson.