Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Ancaman


__ADS_3

Jessica mengerenyit heran karena sudah hampir satu jam lama nya, Bianca hanya membolak balik gambar yang di desain oleh nya.


''Meski tidak sesibuk diri mu, Namun aku juga pekerjaan bi.'' Kesal jessica.


''Eeh maaf, Sebenar nya aku datang bukan hanya untuk memesan baju.'' Jawab bianca gelisah.


''Jadi mau apa ?'' Tanya jessica menaut kan alis.


''Aku...


''Sebenar nya aku...


''Aku, Aku! Kau itu bicara apa sih?!'' Bentak jessica tidak sabar.


Bianca menelan ludah karena gugup, Namun tekad nya sudah bulat untuk meminta maaf pada adik nya.


''Keluar sana! Aku mau bekerja.'' Usir jessica.


''Aku ingin minta maaf pada mu jessi.'' Ucap bianca menunduk.


Tercengang jessica mendengar ucapan kakak nya, Namun ia menutupi rasa kaget nya. Karena jessi masih belum tau, Bianca meminta maaf karena apa.


''Maaf untuk apa ?'' Tanya jessica cuek.


''Maaf kalau aku selama ini selalu berkata kasar dan tidak menghargai mu.'' Sesal bianca mulai menangis.


Hening tidak ada sahutan, Bianca memberani kan diri mengangkat kepala untuk melihat adik nya.


''Kenapa baru sekarang? Apa kau baru tau dari mommy ?'' Tanya jessica yang ternyata sudah menangis.


''Aku tidak pernah lupa jessi, Namun aku berpura pura lupa karena rasa iri di sebab kan mommy lebih sayang pada mu.'' Isak bianca.


''Kau serakah bianca! Padahal daddy jauh lebih menyayangi mu.'' Cetus jessica mengambil tisue.


''Iya kau benar, Aku selalu ingin di sayang oleh semua orang.'' Bianca mengakui.


''Lalu kau juga mengambil jasson dari ku.'' Ujar jessica membuang muka.


Bianca mendekati adik nya, Meski jessica menolak keras. Tapi bianca tetap memaksa ingin memeluk nya.


''Aku merela kan dia untuk menikah dengan mu, Anggap lah itu sebagai permintaan maaf ku.'' Ujar bianca.


Kepala jessica langsung menoleh ketika mendengar ucapan bianca, Ia tidak menyangka jika bianca malah merela kan pria yang di cintai nya.


''Tidak perlu kau korban kan perasaan mu, Lagi pula dia tidak akan mau menikahi aku.'' Ujar jessica tersenyum kecut.


''Aku akan mencoba bicara pada nya.'' Kekeh bianca.

__ADS_1


''Jasson itu bukan barang bi, Yang bisa di oper kesana kemari. Dia itu manusia yang punya perasaan.'' Nasihat jessica.


''Kau jadi lebih dewasa.'' Goda bianca.


''Sudah lah, Lupa kan saja masalah itu.'' Ujar jessica tersenyum hangat.


Jessica sadar kalau jasson memang mencintai kakak nya, Walau di hati ada rasa tidak rela. Namun jessica berusaha ihklas.


''Jadi kau sudah memaaf kan aku ?'' Tanya bianca memastikan.


''Nanti coba ku pertimbang kan.'' Sahut jessica kembali menekuni rancangan nya.


''Yah kok gitu sih ? Ya sudah aku tunggu kau saja di sini.'' Rutuk bianca.


Tidak ada sahutan dari mulut jessica, Padahal di dalam hati nya ia merasa senang karena bisa berbaikan dengan kakak nya.


...****************...


Pukul sembilan malam.


Aroma mawar menusuk hidung, Jasson sedang berendam untuk menghilang kan beban di otak nya.


''Sialan daddy itu, Masa dino ku di pukul.'' Rutuk jasson teringat kejadian siang tadi.


Kuping nya menangkap langkah halus yang memasuki kamar mandi, Hidung jasson yang tajam langsung bisa mencium pemilik aroma ini.


''Untuk bernegosiasi.'' Jawab bianca tanpa malu ikut masuk kedalam bathup.


''Tidak usah merayu ku bianca, Katakan saja apa mau mu.'' Kesal jasson menepis tangan bianca yang merayap.


''Sungguh ?''


Pada dasar nya jasson memang tidak akan bisa menolak sentuhan wanita kesayangan nya ini, Hingga akhir nya saat dino langsung masuk karena di duduki.


''Eempph.''


Meski belum sepenuh nya tegang, Karena tadi jasson memang sempat membayang kan percintaan nya dengan bianca. Namun akhir nya dino masuk kandang.


''Jangan di tahan sayang.'' Bisik bianca erotis sambil bergerak.


''Apa yang kau ingin kan bianca ?'' Desak jasson.


''Nikahi jessica, Aakkhh!''


Jasson langsung menahan gerak pinggul bianca, Rona amarah terpancar di wajah tampan nya.


''Kau melakukan ini hanya untuk adik mu ?!'' Sinis jasson.

__ADS_1


''Ini yang terahir kita lakukan sayang, Jadi nikmati saja.'' Balas bianca masih bergerak.


''Mimpi saja kau! Meski seribu kali kau menyogok ku. Tidak akan pernah aku menikahi jessica.'' Tekan jasson membuat bianca gelagapan karena nikmat.


''Aakhh, Lagi sayang.'' Pinta bianca.


''Kenapa kau suka menyiksa ku bianca ?'' Tanya jasson menempel kan kepala nya di dada bianca.


''Terkadang kita hanya untuk mengenal sesaat jasson, Bukan untuk selama nya.'' Jawab bianca sendu.


''Apa anak ku sehat ?'' Tanya jasson mengelus perut bianca.


''Sehat, Karena dia kuat seperti mu.''


Jasson berdiri dengan posisi bianca yang masih menepel, Bayi koala nya di gendong menuju ranjang.


''Apa tidak berbahaya jika kita melakukan nya ?'' Tanya jasson memastikan.


''Asal kau jangan kasar dan membanting ku.'' Jawab bianca.


Satu jam kemudian.


''Kita akan menikah bulan depan.'' Putus jasson.


Gelengan kepala bianca membuat jasson langsung terduduk, Dengan kasar ia menarik bianca yang masih polos.


''Kenapa kau mempermain kan aku bianca!!'' Bentak jasson.


''Jika kau ingin melihat anak ini tumbuh besar dan sehat, Maka nikahi jessica.'' Ujar bianca turun dari ranjang mengambil baju yang tadi ia lepas kan.


''Kau mengancam ku ?!'' Sengit jasson.


''Anggap saja begitu, Kalau kau bersikeras untuk menolak. Maka aku akan mengaborsi anak ini.'' Ancam bianca.


''Silah kan kau lakukan, Jika kau berani melakukan nya! Kau hanya akan merasa kan hidup di antara kematian.'' Ancam balik jasson mencengkeram leher bianca.


''Kau tidak akan sempat melakukan itu pada ku jasson, Karena aku akan ikut pergi bersama anak mu.'' Desis bianca menahan sakit leher nya.


Lemas lunglai tangan jasson ketika mendengar ancaman bianca, Ia tau jika gadis nya ini adalah manusia nekad.


''Pilihan ada di tangan mu jasson, Jika kau ingin melihat aku dan anak mu. Maka minggu depan kau harus menikahi jessica.'' Tegas bianca.


Hancur hati bianca saat mengatakan ini, Sesungguh nya ia juga tidak rela jika jasson sampai menjadi adik ipar nya. Namun ia ingin membalas kebaikan jessica, Dan lagi bianca juga merasa kalau ia adalah perusak hubungan adik nya.


''Kau tega pada ku bi.'' Lirih jasson.


''Ini yang terbaik jasson, Karena sejak awal aku hanya lah orang ketiga.'' Tutur bianca membuka pintu kamar.

__ADS_1


Tinggal lah jasson yang termenung sendirian, Di satu sisi ia ingin melihat anak nya tumbuh besar bersama wanita yang ia cintai. Namun jika ingin melihat itu, Jasson harus menyerah kan hidup nya untuk jessica.


__ADS_2