
''Jangan membuat alasan konyol uncle, Mustahil kau tidak menyelediki nya. Kau adalah mafia besar, Bagai mana mungkin bisa di bodohi seorang maid.'' Ketus bianca.
''Aku tidak mengarang cerita, Setiap aku memberi nya uang. Iriana memang tidak memperboleh kan aku melihat anak itu, Aku mengira karena dia sangat terluka dengan kejadian itu. Sehingga iriana menghukum ku dengan tidak ingin mempertemukan aku dengan anak ku.'' Ucap mark.
Tiga anak muda ini diam mendengar kan cerita mark, Karena mereka masih bingung. Berliana malah semakin terluka karena ayah nya menghianati ibu nya.
''Kenapa papa tega melakukan nya ? Bagai mana perasaan mama saat itu ?!'' Tanya berliana terisak.
''Saat itu viona dengan tulus menyuruh ku menikahi iriana, Tapi iriana menolak menikah. Dia memilih uang yang terus aku berikan.'' Sahut mark.
''Apa ada bukti nya jika uncle memberikan uang itu.'' Tanya bianca ingin memastikan.
''Ada bukti transferan nya, Namun tidak semua nya aku memberikan lewat bank.'' Jawab mark.
Mark bergegas masuk kedalam untuk mengambil semua bukti yang ia miliki, Hampir sepuluh menit mereka menunggu mark yang masuk kedalam.
''Ini bukti nya, Aku juga punya foto putra ku saat dia berusia satu tahun.'' Mark memberikan berkas.
Big mengambil dari tangan mark, Semua memang ada bukti transfer yang mark katakan. Saat ia melihat foto masa kecil nya, Air mata big kembali mengalir.
''Ada apa big ?'' Tanya bianca pelan.
''Ini foto sebelum aku di buang.'' Jawab big tersenyum getir.
''Maaf kan papa nak, Papa tidak tau jika kau di buang oleh iriana.'' Mark memeluk big dengan erat.
Berliana ikut menangis sambil memeluk bianca, Meski ia marah pada perbuatan mark. Namun hati berliana tetap menerima kehadiran adik nya.
''Lepas kan aku!''
Satu kali sentakan, Pelukan mark terlepas dari tubuh big. Pemuda ini menatap mark dengan penuh kebencian.
''Ini bukan salah papa big, Papa juga tidak tau jika kau menderita di jalanan.'' Seru berliana mendekati big.
''Memang ini bukan salah mu dan juga bukan salah ibu ku, Kehadiran ku di dunia ini lah salah.'' Sengit big mengusap air mata nya.
''Jangan berkata begitu nak, Ini salah papa. Tolong maaf kan papa.'' Lirih mark.
''Tidak ada yang perlu di maaf kan, Ayo kita pulang kak.'' Big berjalan meninggal kan gazebo.
Mark memandang hampa kepergian putra nya, Tampak jelas jika big tidak akan mengakui nya sebagai ayah.
''Aku pulang uncle.'' Pamit bianca.
''Nak, Tolong bujuk putra uncle ya.'' Pinta mark menahan tangan bianca.
''Bujuk untuk apa uncle ?!'' Tanya bianca tersenyum sinis.
''Dia anak uncle bi, Uncle ingin merawat nya sama seperti berliana.'' jawab mark.
__ADS_1
''Aku tidak janji.'' Ujar bianca berlalu pergi.
Tinggal lah mark dan berliana yang sama sama terdiam, Berliana tidak tau harus bersikap bagai mana pada ayah nya saat ini.
''Liana tidak keberatan kan jika big tinggal bersama kita ?'' Tanya mark pelan.
''Tidak! Karena liana tidak punya hak untuk keberatan.'' Jawab berliana.
''Liana marah pada papa ?'' Tanya mark lagi.
''Bohong jika liana menjawab tidak, Tapi liana juga pernah berada di posisi iriana. Bahkan lebih hina dari pada itu, Yang pasti liana tidak membenci big.'' Jawan liana.
Mark memeluk putri nya dengan erat, Ia merasa bangga karena berliana dengan tulus mau menerima big sebagai adik nya.
...****************...
Keesokan pagi.
Jasson duduk memeriksa berbagai laporan yang lukas berikan, Hingga jasson tidak sadar jika big sudah berdiri di hadapan nya.
''Saya ingin bicara tuan jasson.'' Pinta big.
''Ada apa ?'' Tanya jasson masih tidak menoleh.
Ada rasa takut dalam diri big saat akan berkata, Hingga jasson mendongak melihat wajah gugup big.
''Duduk lah, Kenapa kau sangat gugup ?'' Heran jasson.
''Saya ingin mengucap kan terima kasih banyak pada anda tuan, Karena belas kasih mu aku bisa hidup tanpa mengemis di jalanan.'' Ujar big gemetar.
''Lalu ?''
''Anda juga memberikan saya rumah dan pekerjaan yang layak, Tapi saya tidak bisa lagi bekerja untuk anda.'' Jawab big.
''Hei big, Apa masalah mu ?!'' Kaget lukas yang akan keluar.
Tapi lukas segera menutup mulut karena mendapat tatapan tajam dari jasson, Jasson kembali menatap big yang menunduk.
''Siapa yang menyuruh mu keluar dari genggaman ku ?!'' Tanya jasson.
''Saya tidak berhianat tuan, Saya keluar bukan karena menghianati anda.'' Jawab big cepat.
''Lalu kenapa kau ingin berhenti ?!''
''Ka karenaa...
Sangking gugup nya, Big sampai tertelan ludah nya sendiri. Lukas menahan tawa nya melihat aksi konyol big saat ini.
''Bicara yang jelas!'' Bentak jasson meradang.
__ADS_1
''Karena saya akan bekerja dengan kakak saya.'' Jawab big.
''Kau sudah bertemu kedua orang tua mu ? Jadi kau punya kakak ?'' Tanya lukas sangat penasaran.
''Bukan itu maksud ku lukas.'' Sambar big.
''Lalu apa jadi nya ? Apa kau tidak nyaman karena kehadiran delia ?'' Tanya lukas lagi.
''Bisakah kau diam lukas ?!'' Bentak jasson lagi.
Lukas yang sedang mengintrogasi big langsung mengunci mulut nya, Jasson terlihat tidak main main marah nya.
''Siapa kakak yang kau maksud ?! Dari keluarga mana dia ?!'' Tanya jasson tegas.
''Kakak bianca tuan, Dia dari keluarga vander veken.'' Jawab big menunduk ketakutan.
''Buahahaha.''
Lukas tidak sanggup lagi menahan tawa nya ketika mendengar jawaban big, Entah apa yang merasuki pemuda berusia dua puluh tahun ini.
''Istriku ?''
Jasson bertanya sambil menunjuk wajah nya, Ia sangat tidak percaya jika big mengundur kan diri karena ingin pindah kerja ikut istri nya.
''Iya tuan.'' Jawab big.
''Kau ingin ikut kerja nona bianca big, Kau mau jadi dokter juga ?'' Tanya lukas menepuk pundak big.
''Tentu saja aku akan jadi sopir dan juga bodyguard nya.'' Jawab big.
Kepala jasson berdenyut denyut memikir kan bodguard nya ini, bicara panjang lebar hanya ingin pindah kerja bersama istri nya saja.
''Anda baik baik saja tuan ?'' Tanya big cemas melihat jasson yang menyandar kan kepala nya kebelakang.
''Seperti nya aku sedikit gila big.'' Sahut jasson.
''Bukan hanya sedikit tuan, Tapi memang anda sudah gila.'' Jawab big dan lukas.
''Bodyguard tidak berguna.'' Rutuk jasson dongkol.
''Jadi saya boleh pergi tuan ?'' Tanya big memastikan.
''Pergilah.''
Big meloncat kegirangan, segera ia berlari keruangan nya untuk memberes kan barang barang yang akan ia bawa.
''Kalau nona bianca masih butuh bodyguard, Jangan lupa kabari aku ya.'' Ucap lukas.
''Kau mau ?''
__ADS_1
''Mau lah, Aku bosan jika tidak ada kau.'' Jawab lukas yang pasti akan kesepian tanpa kehadiran big.
Big memeluk lukas yang ada di belakang nya, Walau pun mereka masih akan bertemu lagi. Tapi tentu saja itu tidak akan sering.