
''Dulu saat bianca berusia sepuluh tahun, Kamu mengalami gagal ginjal nak. Hingga kami harus memberikan satu ginjal jessica kepada mu.'' Kenang joana.
''Tidak mungkin, Masa aku tidak ingat.'' Sangkal bianca.
''Ingat sayang, Bianca ingat meski hanya samar.'' Ucap joana.
Dalam ingatan bianca memang ia pernah terbaring di rumah sakit, Namun bianca tidak tau jika itu adalah operasi ginjal.
''Jessica kecil berkata dengan tulus pada kami waktu itu, Mom ambil ginjal jessi saja. Jessi tidak mau jika kakak sampai meninggal.''Cerita joana mengusap air mata yang meleleh.
Sesak nafas bianca ketika mendengar cerita joana, Ia tidak menyangka jika jessica sangat mencintai nya saat kecil.
''Dari itu lah mommy sangat menjaga jessica yang hanya punya satu ginjal, Namun bukan nya pilih kasih nak.'' Ucap joana mengelus kepala bianca.
Terguguk pilu bianca, Rasa iri karena kasih sayang joana yang lebih memperhati kan adik nya. Membuat bianca melupa kan jasa besar jessica dalam hidup nya.
Bahkan tadi pagi ia dengan tega menodong kan pistol di kepala jessica, Rasa sesal kian menumpuk di hati gadis ini.
''Maaf kan bianca mom.'' Isak bianca memeluk erat joana.
''Minta maaf pada adik ya nak.'' Nasihat joana.
Anggukan kepala bianca membuat joana tersenyum lega, Ia ingin agar hubungan kakak beradik ini kembali akur seperti sepuluh tahun yang lalu.
''Tapi bagai mana cara bianca memulai untuk bicara pada nya ?'' Tanya bianca bingung.
''Kita cari ide sebentar.'' Ujar joana bangkit mengambil air mineral karena tenggorokan nya terasa kering.
Dengan sabar bianca menunggu ide yang mommy nya pikir kan, Karena otak nya buntu untuk mencari cara berbaikan pada jessica.
''Bagai mana kalau bianca datang kebutik nya jessi saja, Kan bisa berpura pura beli baju.'' Usul joana.
Bianca tampak menimang nimang ide mommy nya, Namun tak lama ia mengangguk setuju dengan ide yang di usul kan.
''Ok lah, Besok bianca akan coba datang.'' Jawab bianca setuju.
''Kenapa harus besok, Semakin cepat maka akan semakin bagus.'' Desak joana.
''Jadi sekarang ?''
''Boleh lah, Lagian kan bianca sudah selesai semua pekerjaan nya.'' Jawab joana.
''Ya sudah, Bi berangkat sekarang.'' Ujar bianca mengambil tas dan kunci mobil.
''Hati hati ya sayang.'' Seru joana girang.
Hati orang tua mana yang tidak senang jika melihat anak anak nya memiliki hubungan yang bagus, Karena seburuk apa pun saudara. Maka dia tetap lah sedarah dan sedaging.
Butik JJ.
__ADS_1
Setelah mencari lewat maps, Akhir nya bianca menemukan letak butik milik jessica. Meski tidak seberapa besar, Namun banyak pengunjung yang datang.
''Selamat datang di butik JJ nona.'' Sambut karyawati ramah.
''Apa jessica ada ?'' Tanya bianca datar karena pada dasar nya dia adalah orang yang cuek.
''Anda ingin bertemu bos kami ya ?'' Tanya diana nama karyawati.
''Iya, Tolong sampai kan pada nya.'' Pinta bianca.
''Baik, Tolong tunggu sebentar.''
Usai kepergian diana kelantai dua, Bianca melihat lihat baju yang di pajang. Terlihat bagus bagus, Berbagai macam untuk usia remaja dan juga ibu ibu sosialita.
(Btw kalian kalau ngomong sosialita suka blibet gak gays?)
''Siapa yang mau bertemu dengan ku ? Masa nona lili sudah datang.'' Heran jessica menuruni tangga.
''Bukan nona lili bos, Yang ini jauh lebih cantik dari nona lili tapi sedikit judes.'' Jawab diana mengekori.
''Walah bahaya ini kalau judes.'' Jawab jessica pula.
Sampai di lantai bawah, Diana menunjuk wanita yang memakai dres berwarna hijau lime. Jessica merasa tidak asing dengan sosok yang membelakangi nya.
''Nona cari saya ?'' Sapa jessica ramah.
''Hey nona besar ternyata.'' Jessica berseru.
''Ak aku ingin mencari baju keluaran terbaru.'' Jawab bianca masih mempertahan kan rasa arogan nya.
''Sebuah kehormatan besar bagi ku nona bianca.'' Jawab jessica seolah mengejek.
''Aku sedang tidak ingin ribut.'' Kesal bianca.
''Baik lah, Karena kau tidak ingin ribut. Ayo ku tunjukan desain terbaru ku.'' Ajak jessica melangkah pergi.
...****************...
Gdubrak, Pyaar, Praang.
"Berlindung lukas!" Teriak big kencang.
"Kenapa berlindung bodoh ?" Heran lukas melihat tingkah kepala bodyguard ini.
"Apa kau tidak melihat hah? Itu titisan dajal sudah mengamuk membanting semua barang. Sebentar lagi mansion ini pasti roboh, Padahal baru saja aku mengisi nya dengan barang mewah lagi." Sesal big.
"Siapa yang kau maksud titisan dajal ?!" Sebuah suara mengaget kan mereka.
Dua manusia ini menoleh kaget, Di depan pintu masuk telah berdiri markus yang berjalan menggunakan tongkat dan sebelah nya di tuntun oleh menantu tersayang.
__ADS_1
"Habis lah kau big!" Desis lukas.
"Memang nya aku mau di mukbang oleh tuan besar markus, Seenak saja kau ini bicara lukas." Kesal big.
Markus berjalan melewati dua kunyuk edan ini, Ia lebih tertarik untuk mukbang anak bungsu nya saja.
"Apa yang kau lakukan jasson!"
Bentakan markus menggelegar memenuhi ruangan, Jasson yang merosot kelantai hanya menatap sekilas dan kembali menunduk.
"Tidak ada yang ku lakukan." Jawab jasson.
"Tapi kenapa kau mengigit gigit tembok ini sampai gompal gompal." Heran gefari memegang tembok yang habis di gempur oleh jasson.
"Mana mungkin aku menggigit tembok bodoh!" Maki jasson kesal bukan kepalang.
"Atau kau yang menggigit ya ?" Tuduh gefari pada big dan lukas.
"Tidak nyonya." Serentak kedua nya menjawab.
"Hanya karena wanita kau jadi begini." Rutuk markus mencari tempat duduk.
Dengan sigap gefari mendorong sofa yang terjungkir, Markus tersenyum bangga pada menantu nya.
"Jika memang bianca tidak bisa kau miliki, Cari wanita lain. Banyak wanita jasson." Ujar markus.
"Tapi bianca sedang mengandung anak ku." Lirih jasson.
"Apa?!"
Bukan hanya gefari dan markus yang kaget, Dua kunyuk ini juga ikut berteriak karena mulut mereka sudah tidak ada rem.
"Dasar kau itu! Maka nya jangan suka celap celup!"
Markus memarahi sambil menunjuk dinosaurus dengan tongkat nya, Jasson dengan sigap melindungi aset berharga nya.
"Kenapa daddy malah memarahi anu nya ?" Tanya gefari.
"Ya karena kan ini ulah dia, Kalau dia tidak di masukan kedalam lobang. Maka bianca tidak akan hamil." Jelas markus panjang lebar.
"Tidak usah sedetail itu dad." Dengus jasson malu.
"Kakak ipar mu ini kan otak nya agak lemot karena kebanyakan mukbang terong nya jakson, Jadi daddy harus jelas." Jawab markus tanpa dosa.
"Daddy!!"
"Mantu durhaka kau ge." Teriak markus.
Sangking malu nya mendengar ucapan markus, Gefari tanpa sadar menendang kaki mertua nya cukup keras dan tepat di tulang kering.
__ADS_1