Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Markas utama


__ADS_3

Big pulang kembali menuju kantor, Di dalam perjalanan pikiran nya bertanya tanya. Apa lah bianca memang mengenal sosok ayah yang ada di foto milik big.


Karena jujur saja, Big sangat ingin bertemu dengan ayah nya. Walau pun pria itu sudah membuang ibu nya dan dia.


''Lama sekali kau ?'' Kesal lukas.


''Ada urusan tadi sedikit.'' Dusta big.


''Bilang saja kau susah dapat taxi.'' Ejek lukas.


''Aku tidak naik taxi.'' Ujar big mengambil berkas nya.


''Lalu kau naik apa ?'' Tanya lukas.


''Tentu saja naik mobil kakak ku.'' Big menjawab bangga.


Lukas merengut masam karena sedikit iri dengan big yang bisa dekat dengan bianca, Namun walau pun iri. Lukas sama sekali tidak ada niat menyingkir kan pemuda ini.


Cerita kelam big pun lukas sudah tau, Meski kerap beradu mulut. Tapi lukas sering mengalah, Karena lukas juga menganggap big sebagai adik nya.


''Permisi tuan lukas, Ini saya membawa berkas yang harus di tanda tangani tuan jasson.'' Delia masuk dengan senyum ramah.


''Taruh saja di meja big.'' Titah lukas.


Delia berjalan kemeja big, Perlahan ia menaruh berkas itu. Namun ia malah memperhatikan wajah big.


''Apa anda butuh sesuatu tuan big ?'' Tanya delia.


''Tidak.''


''Jika anda ingin..


''Aku bilang tidak ya tidak bangsaat!'' Bentak big menggelegar.


Pucat wajah delia sangking kaget nya, Bahkan lukas juga jadi ikut kaget. Segera ia mendekati big yang tampak sangat emosi.


''Kenapa kau masih di sini ?!'' Geram big.


''Maaf tuan, Saya permisi.'' Delia berlalu dengan cepat.


''Tahan emosi mu big.'' Lukas menasehati pemuda ini.


''Aku tidak bisa melihat wajah sok polos nya itu.'' Kesal big.


''Tidak usah peduli kan dia, Ayo kerja lagi.'' Ajak lukas.


...****************...


Mansion vander veken.


Bianca memasuki mansion keluarga nya dengan langkah cepat, Rasa penasaran nya sudah tidak bisa lagi di tahan.


''Daddy ku ada ?'' Tanya bianca pada maid.


''Tuan gara sedang berada di ruang kerja nya nona.'' Sahut maid sopan.


Tujuan bianca sekarang ruang kerja ayah nya di lantai dua, Sedikit berlari ia memasuki lift dan memencet tombol.


''Nona bianca sedang menuju kemari tuan.'' Lapor bodyguard.

__ADS_1


''Hah? Cepat sekali gerak nya dia.'' Jasson yang sedang berada di ruangan gara jadi terkejut.


''Dia pasti mau melapor kan ulah mu.'' Tebak gara.


''Aku sembunyi di mana ?!'' Panik jasson.


''Masuk kolong meja ku.'' Gara juga ikut panik.


Mertua dan menantu ini sedang kolaborasi tentang sesuatu, Jasson tidak ingin jika istri nya sampai tau rahasia mereka berdua.


''Selamat siang menjelang sore daddy.'' Sapa bianca.


''Ooh putri daddy datang.'' Gara langsung menyambut anak nya.


Mereka berpelukan dengan hangat, Seolah tidak ingat jika di kolong meja sedang ada manusia yang berjongkok sambil menggerutu.


''Ada apa bianca datang menemui daddy ?'' Tanya gara.


''Memang nya bianca datang jika ada perlu saja ? Jika tidak ada perlu bianca tidak boleh datang ?!'' Bianca menatap daddy nya.


''Mampus kau di serang balik!'' Jasson menahan tawa nya.


Gara gelagapan dengan ucapan bianca, Semakin terlihat jika bianca memang cocok menjadi pengganti mafia yang akan pensiun.


''Maksud daddy tidak begitu bi.'' Lirih gara.


''Bianca hanya bercanda.'' Sahut bianca tersenyum.


''Tapi memang bianca datang kemari karena ada yang mau bi tanya kan.'' Sambung nya.


''Tentang apa nak ?''


''Menurut daddy, Apa ini benar uncle mark ?'' Bianca menyerah kan sebuah foto usang.


''Coba lihat.'' Pinta gara.


Sebagai teman sekaligus adik, Gara tidak mungkin salah mengenali jika pria itu adalah memang mark dawson.


''Benar.'' Angguk gara.


''Apa uncle mark pernah menikah selain dengan aunty viona ?'' Tanya bianca lagi.


''Setahu daddy sih tidak, Tapi tidak tau jika ia hanya melakukan nya dengan wanita malam.'' Jelas gara.


''Jadi uncle mark masih mau melakukan dengan wanita malam, Walau pun sudah menikah.'' Gumam bianca.


''Itu hanya dugaan daddy, Belum tentu benar juga. Karena setahu kita, Mark sangat mencintai viona.'' Ujar gara.


Bianca juga bisa melihat jika mark sangat mencintai viona dan mereka hanya punya seorang putri bernama berliana, Tapi kenapa big punya foto mark yang ibu nya bilang kalau itu adalah ayah nya.


''Memang nya kenapa sih bi ? Kok kamu tiba tiba menanyakan uncle mark.'' Tanya gara penasaran.


''Bianca punya kasus.'' Jawab bianca memasukan foto mark.


''Kasus apa bi ?'' Tanya gara cepat.


Gara langsung bisa menduga jika kasus nya bianca bersangkutan pada mark, Dan sudah pasti jika putri nya akan sangat sibuk.


''Tidak bisa bianca mengatakan nya sekarang dad.'' Sahut bianca langsung berdiri.

__ADS_1


''Mau langsung pulang ?''


''Iya.''


Setelah memeluk daddy nya sebentar, Bianca melangkah keluar. Pikiran nya sungguh ruwet menghadapi masalah big, Walau pun big tidak meminta tolong. Tapi bianca kasihan jika pemuda itu hidup tanpa pengakuan.


''Oh ya dad, Uncle mark tinggal di mana sekarang ?!'' Tanya bianca kembali masuk.


Jasson yang sudah bersiap siap keluar dari persembunyian kembali lagi masuk, Tapi sungguh sial bagi kepala nya. Ia harus terantuk cukup kuat.


''Suara apa itu dad ?'' Tanya bianca.


''Ini kaki daddy tidak sengaja menendang meja, Karena kaget bi.'' Jawab gara cepat.


''Daddy tau rumah nya uncle mark ?'' Ulang bianca.


''Dia tinggal di marksa utama sekarang.'' Jawab gara.


''Bianca boleh kan datang kesana ?''


''Boleh, Tapi mau apa bianca kesana ?'' Tanya gara.


''Nanti daddy akan tau.''


Usai berkata, Bianca melangkah pergi meninggal kan mansion. Gara segera menarik jasson keluar.


''Sakit kepala ku.'' Keluh jasson.


''Hahaha, Rasakan itu.'' Ejek gara puas.


Markas utama.


Malam pukul delapan, Big dan bianca sudah sampai di halaman markas utama. Namun mereka belum juga turun.


''Ini mansion siapa kak ?'' Tanya big menatap sekeliling.


''Markas nya aunty gefari, Atau lebih tepat nya markas bersama.'' Sahut bianca.


''Ada apa kita kesini ?'' Heran big.


''Ada sesuatu yang akan ku urus, Ayo turun.'' Ajak bianca.


Bodyguard menatap bianca yang turun dari mobil, Bianca segera memberikan tanda pengenal kepada ketua mereka.


''Putri tuan sagara.'' Gumam kepala pengawal.


''Anda ingin menemui siapa nona ?''


''Uncle mark ada ?'' Tanya bianca.


''Tuan mark sedang berada di gazebo dekat danau.'' Jawab kepala bodyguard.


''Bisa antar kan aku.'' Pinta bianca.


''Bisa nona.''


Kepala bodyguard memimpin perjalanan mereka, Jujur saja bianca takut jika datang kemarksa utama. Karena ia sedikit trauma dengan kejadian saat ia berusia tujuh belas tahun, Ia pernah di kroyok dengan srigala milik gefari.


Tapi karena big lah ia mengumpul kan nyali untuk datang lagi kemari, Misi nya harus tuntas dalam mengusut asal usul big.

__ADS_1


__ADS_2