
Sandaran empuk di kepala nya membuat jasson nyaman, Bianca memeluk leher jasson dari belakang.
''Jadi daddy menghukum lukas lompat kodok sebanyak seratus kali ?'' Tanya bianca terkikik geli.
''Yah.'' Angguk jasson.
''Lalu kenapa kau yang kesal ?'' Heran bianca menatap jasson.
''Dia menyuruh ku yang menghitung nya.'' Rutuk bianca.
Sekuat tenaga bianca menahan rasa tertawa yang akan meledak, Membayang kan saja bianca sudah geli. Apa lagi bisa melihat secara langsung kejadian itu.
''Apa kabar betis nya lukas ?'' Lirih bianca merasa kasihan.
''Peduli dengan betis asisten sialan itu! Karena dia aku jadi tidak bisa duduk bersantai dengan calon mertua ku.'' Rutuk jasson.
Terbayang tadi saat lukas sudah selesai menjalani hukuman lompat kodok berkeliling halaman mansion, Gara langsung mengusir seluruh anggota jasson.
''Sabar dong sayang.'' Hibur bianca mengusap kepala jasson.
''Kiss dulu.'' Pinta jasson mendongak.
Satu ciuman singkat bianca berikan pada jasson, Ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati nya saat ini.
''Kau memang mencintai ku atau hanya karena nafsu jasson ?'' Tanya bianca langsung.
''Kenapa kau bertanya begitu ?!'' Kesal jasson langsung bangun.
''Bukan kah itu pertanyaan wajar.'' Jawab bianca.
''Jadi menurut mu bertanya begitu pada ku wajar, Karena aku seorang pemain ?'' Jasson bertanya dengan wajah yang mulai berubah.
''Tidak, Bukan begitu maksud ku jasson.'' Kejar bianca cepat.
''Sudah lah bi, Jika kau tidak percaya lebih baik aku pergi.'' Kesal jasson berlagak pergi.
Namun rangkulan tangan bianca membuat langkah jasson terhenti, Tangan putih bergelang mutiara yang di tumbuhi bulus halus. Membuat jantung jasson berdegup kencang.
''Aku hanya ingin memastikan kan saja, Kalau kau memang mencintai ku.'' Ucap bianca.
''Jika aku tidak mencintai mu, Untuk apa aku bersusah payah mendekati daddy mu yang bermulut sepedas cibiran mantan.'' Rutuk jasson.
''Aarrkhh.''
Jasson berteriak nyaring saat bianca menggigit punggung nya dengan keras, Ia tidak terima kalau daddy nya di katai oleh jasson.
''Dia itu calon mertua mu bodoh!'' Rutuk bianca.
__ADS_1
''Belum tentu dia mau menerima ku.'' Ujar jasson dengan wajah memelas.
''Kita akan berusaha ya, Jika memang nanti kau gagal mendekati daddy dengan cara mu. Aku akan membawa mu pulang dan mengakui hubungan kita.'' Janji bianca yakin.
''Apa kau sungguh punya nyali untuk melakukan itu ?'' Tanya jasson memastikan sambil menangkup pipi kekasih nya.
''Tentu saja tidak.'' Jawab bianca nyengir.
Gemas jasson melihat tingkah bianca yang sangat lucu di mata nya, Bertubi tubi ciuman jasson mendarat di wajah bianca.
''Cukup jasson.'' Teriak bianca kewalahan.
''Aku akan segera memutus kan hubungan ku dengan jessica.'' Ungkap jasson.
Seketika bianca mematung mendengar ucapan jasson, Ada rasa bersalah di hati nya karena sekarang bianca seakan merebut orang yang di cintai oleh jessica.
''Bagai mana jika di tunda dulu.'' Pinta bianca.
''Semakin cepat maka akan semakin sayang, Aku tidak ingin jika gara malah memergoki kalau aku masih berhubungan dengan putri kedua nya.'' Ujar jasson.
''Tapi aku tidak tega pada nya jasson.'' Jawab bianca.
Kini jasson juga sedikit membenar kan ucapan bianca, Namun jika ia tidak segera memutus kan jessica. Maka gara akan membenci diri nya, Bahkan bisa saja gara memenggal kepala berharga jasson.
''Dia akan kehilangan tempat nyaman nya, Setelah kehilangan keluarga. Hanya kau yang bisa membuat hati nya bahagia, Tapi aku merebut itu semua.'' Ujar bianca merasa semakin bersalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jessica memandang wajah nya di cermin, Dengan riasan yang cukup tebal. Malam ini jessica terlihat cantik, Tak lupa juga baju haram berwarna merah telah melekat di tubuh montok nya.
Jika di banding kan dengan bianca, Tubuh jessica jauh lebih berisi. Entah karena sudah terkena olahan jasson, Atau memang postur tubuh jessica memang yang berisi.
''Sudah hampir tiga bulan dia tidak mendatangi ku, Mungkin sekarang bianca sudah di buang.'' Gumam jessica.
Ada rasa kasihan di hati jessi karena kakak nya malah terjerumus dalam pesona jasson, Tapi ia berusaha menghilang kan rasa tersebut.
Ceklek.
Aroma yang sudah jessica hapal langsung memenuhi kamar itu, Pria bertubuh kekar datang dengan kemeja nya yang berwarna navy.
''Selamat malam tuan jasson ku.'' Sapa jessica seperti biasa.
Tangan jessica menggapai ikat pinggang jasson, Namun belum tercapai. Jasson sudah mengambil tangan nya dan menggenggam erat.
''Kenapa sayang ?'' Tanya jessica memajukan dada nya.
Gesekan itu membuat jasson gugup, Tapi ia sudah bertekad untuk mengahiri ini semua. Di dalam hati ia terus saja mengucap kan nama bianca.
__ADS_1
''Aku ingin kita bicara di bawah.'' Ajak jasson tegas.
Ada rasa terkejut di mata jessi, Karena selama ini jasson tidak pernah menolak sentuhan nya meski ada masalah genting.
''Langsung bicara ?'' Tanya jessica memastikan.
''Iya.'' Angguk jasson.
Lantai bawah.
Kini dua pasang manusia yang pernah mereguk rasa nikmat bersama ini tengah duduk berhadapan, Rasa gugup memenuhi hati jessica karena jasson terlihat serius.
''Aku ingin kita mengahiri ini semua jessi.'' Ujar jasson.
Setelah hampir dua hari memutus kan, Akhir nya jasson memilih mengahiri hubungan nya dengan jessica sekarang juga. Meski bianca melarang, Namun jasson tidak ingin ambil resiko.
''Kenapa ?'' Tanya jessica bergetar.
''Kau tentu tau kalau aku pernah berhubungan dengan kakak mu, Jadi aku ingin kita sampai di sini saja.'' Ujar jasson.
''Bukan kah selama ini aku tidak masalah, Ini bukan yang pertama kali nya kan ? Aku selalu menerima kok jasson.'' Jawab jessica tersenyum manis.
Ada rasa sakit di dalam senyum itu, Namun hanya jessica lah yang tau sakit nya seperti apa.
''Tidak jessi, Kali ini aku tidak main main dengan bianca. Aku ingin menikahi kakak mu.'' Ucap jasson.
''Dari sekian banyak wanita, Kenapa harus dia tuan jasson ?'' Tanya jessica menunduk.
''Karena aku mencintai nya.'' Jawab jasson jujur.
''Lalu aku ?''
''Maaf kan aku jessi, Tapi selama ini aku memang tidak memiliki perasaan cinta pada mu.'' Jujur jasson.
Setetes air mata jatuh di pipi jessica, Namun dengan cepat ia mengelap nya. Senyum itu masih sama, Tidak pudar meski sang empu sedang menangis.
''Aku akan memberikan mansion ini pada mu, Dan juga pulau yang pernah kita datangi waktu di swis dan di tambah dengan cek sebesar dua milyar.'' Ucap jasson semakin membuat jessica terluka.
''Untuk apa itu semua jasson ?'' Tanya jessica berdiri tegak.
''Anggap saja itu upah selama kau menemani ku.'' Jawab jasson.
''Mungkin di awal aku menemani mu tidur karena aku binal dan juga kesepian, Namun semakin di ujung. Aku menemani mu karena rasa cinta.'' Ujar jessica mengelap air mata yang semakin deras.
''Maaf kan aku yang tidak bisa membalas cinta mu.'' Sesal jasson merasa bersalah.
''Tidak usah minta maaf jasson, Pilihan mau benar pada bianca. Dia gadis baik baik, Mapan dan juga pintar. Sedang kan aku hanya sampah di keluarga.'' Jawab jessica berjalan pergi.
__ADS_1
Ingin jasson mengejar jessica yang pergi, Namun hati nya menahan karena tidak ingin masalah semakin larut. Ia sudah bertekad akan mengahiri semua nya demi memperjuang kan cinta nya pada bianca.