
Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga, Jasson hanya bisa menatap ciut dady nya. Meski pun jasson adalah mafia sangar, Namun ia masih tidak punya nyali untuk membantah markus.
''Jadi apa yang akan kalian lakukan ?'' Tanya markus menatap jasson dan bianca bergantian.
''Kami akan bersama dad.'' Jawab jasson mantap.
''Bersama apa nya ? Maksud daddy itu apa yang akan kau lakukan kedepan nya untuk hubungan mu bersama bianca!'' Sentak gefari malah emosi.
''Kok malah kau yang marah ge.'' Heran markus.
''Kebablasan dad.'' Cengir gefari.
''Itu lah akibat nya jika mommy kurang belaian.'' Cetus bianca.
''Heh jaga mulut mu bocah!'' Kesal gefari.
Bianca tersenyum mengejek kearah gefari, Jasson dengan sigap memeluk kekasih nya yang dua bulan tidak pernah bertemu.
''Gara akan marah besar jika sampai tau bahwa kau merusak kedua putri nya.'' Ujar markus serius.
''Jessica memang sudah rusak dad.'' Ralat jasson.
''Tapi kau tambah merusak nya.'' Jawab markus cepat.
Ucapan markus membuat jasson terdiam, Karena itu benar ada nya. Meski jessica sudah rusak, Jasson lah yang memperparah kerusakan nya.
''Dan kau bi, Tidak kah kau kasihan pada adik mu.'' Tanya markus.
''Aku sudah berusaha untuk menjauh dan membunuh perasaan ku pada jasson kek, Tapi itu tidak berhasil.'' Ucap bianca menunduk.
''Aku tidak yakin kalau hubungan kalian akan mulus.'' Ujar gefari.
''Tidak ada hubungan yang mulus seperti jalan tol, Setiap hubungan pasti ada saja rintangan nya.'' Jawab jasson bijak.
''Saran ku, Lebih baik kau memutus kan hubungan dengan jessica secepat nya.'' Ucap gefari.
''Tapi aku tidak tega pada jessi mom, Karena hanya dengan jasson dia merasa nyaman.'' Ujar bianca.
''Jadi kau ingin berbagi selama nya ? Enak di jasson dong kalau begitu.'' Cetus gefari.
''Sekarang masalah nya bukan pada jessica, Tapi pada si gara.'' Ujar markus.
Semua langsung terdiam, Gara hanya terlihat somplak di luar saja. Karena jika ada yang mengusik keluarga atau pun orang terdekat nya, Maka macan dalam diri nya akan keluar.
''Saran ku lebih baik kau dekati gara.'' Ujar markus.
''Bagai mana cara nya dad ?'' Tanya jasson.
''Mikir dong! *** *** saja yang ada dalam 0tak mu.'' Kesal markus.
Tiba tiba ponsel bianca berdering kencang, Tertera nama daddy gara di layar ponsel nya. Ia menatap jasson dengan kebingungan, Karena gara pasti tau lokasi nya saat ini.
__ADS_1
''Hallo dad.'' Sahut bianca.
''Sedang apa bianca di rumah jasson ?'' Tanya gara langsung.
''Anu dad..
Markus mengambil ponsel bianca dari tangan dokter cantik ini, Segera ia menyahut agar gara tidak murka.
''Aku yang mengajak nya tadi gara, Kebetulan tadi aku berobat kerumah sakit mu.'' Sahut markus tenang.
''Oh baik lah tuan markus, Aku hanya kaget karena bianca tiba tiba ada di sana.'' Jawab gara ramah.
''Terima kasih jika kau tidak masalah.'' Ucap markus.
''Tentu saja aku tidak keberatan, Tapi tolong sampai kan pada nya untuk segera kembali kerumah sakit.'' Tutur gara.
''Iya nanti ku sampai kan.'' Jawab markus menutup telepon.
Markus segera mengembali kan ponsel bianca, Ia menatap tajam kearah jasson yang juga sedang menatap nya.
''Kau dengar itu ? Bahkan dia tidak suka kalau putri nya ada di mansion de lamozada.'' Sengit markus.
''Memang nya daddy pernah punya masalah apa sih sama gara ?'' Heran jasson.
''Bukan aku yang punya masalah bodoh! Gara tidak suka karena dia tau sifat mu yang suka gonta ganti pasangan!'' Sentak markus mulai naik darah.
''Kakek tenang lah, Nanti darah tinggi nya kumat.'' Bianca berdiri mendekati markus.
''Tapi aku masih rindu pada nya dad.'' Protes jasson.
''Rindu, Rindu! Dengkul mu rindu.'' Sentak markus menjitak dengkul jasson dengan tongkat nya.
''Baik lah, Bianca pamit dulu ya.'' Ujar bianca mengambil tas nya.
''Hati hati ya sayang.'' Ujar jasson menarik tangan bianca dan mencium nya.
''Iya.'' Angguk bianca tersenyum manis.
''Hueek!''
Gefari mengeluar kan suara muntah karena melihat keromantisan mereka berdua, Bahkan ia memiring kan bibir nya seolah jijik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai malam tiba, Jasson masih mondar mandir di taman belakanga mansion nya. Otak nya buntu untuk menemukan ide mendekati calon ayah mertua nya.
''Anda sudah seperti strika tuan.'' Cetus lukas yang duduk santai sambil menenggak wine.
''Diam lah mulut mu!'' Sentak jasson.
''Anda itu kenapa sebenar nya sih ?'' Tanya lukas.
__ADS_1
''Aku sedang bingung lukas, Apa yang harus ku lakukan untuk mendekati gara.'' Keluh jasson.
''Bukan nya anda ada main sama nona bianca ? Kenapa sekarang malah mau mendekati tuan gara ? Anda jadi homo yang tuan ?!'' Teriak lukas.
''Bicara lagi maka akan tampar mulut mu!'' Ancam jasson.
Sudah bingung memikir kan cara untuk mendekati gara, Malah di tambah lagi dengan sikap konyol nya lukas.
''Bagai mana jika kita kirim dia busa busa dalam jumblah besar.'' Ide lukas.
''Busa busa apa lukas ?!'' Heran jasson.
''Tentu saja barang istimewa kita.'' Cengir lukas tanpa dosa.
''Sejak kapan nama nya jadi busa busa, Enak sekali mulut mu berkata!'' Kesal jasson.
Hening, Baik bos mau pun asisten sama sama terdiam dalam pikiran masing masing. Otak jasson seolah ngadat dan tidak bisa di gunakan untuk berpikir.
''Aarrkhh, Aku harus bagai mana ?!'' Teriak jasson frustasi.
''Maka nya, Jangan suka celap celup kau itu.'' Lukas memarahi sambil menunjuk dinosaurus milik jasson.
''Kenapa kau marahi dia ?'' Kesal jasson.
''Kan gara gara dia kau jadi tidak bisa dekat dengan tuan gara gara.'' Jawab lukas.
''Pusing aku bicara dengan mu!'' Kesal jasson meminum tandas wine.
''Tapi ngomong ngomong ya tuan, Nyonya joana itu ternyata cantik sekali meski sudah hampir tua.'' Ujar lukas.
''Naksir kau dengan istri gara ?'' Tanya jasson.
''Mana lah berani saya tuan, Bahkan untuk bicara dengan nya saja tuan gara pasti akan memelintir leher ku.'' Ujar lukas bergidik ngeri.
Senyum sekilas di bibir jasson melihat tingkah konyol asisten nya, Terkadang lukas juga bisa menghibur hati jasson yang sedang gundah gulana.
''Apa yang harus ku lakukan ya tuhan!'' Teriak jasson.
''Mikir dong tuan! Mikir!'' Ucap lukas menunjuk dengkul jasson.
''Otak ku bukan di sini lukas, Di kepala diam nya!'' Sentak jasson.
''Ooh sudah pindah ya ?'' Ujar lukas tanpa dosa.
''Dari dulu ya memang di sini, Dari lahir otak ku tidak pernah di dengkul goblok.'' Maki jasson.
''Tapi kenapa anda bodoh sekali.'' Cetus lukas.
''Berani kau lukas!'' Teriak jasson langsung berdiri.
Lari tunggang langgang lukas saat jasson mendatangi nya untuk di cekik, Ia masuk kedalam mansion sambil tertawa.
__ADS_1