
''Heh!''
Gara melempar kulit kacang kearah jasson yang sejak tadi duduk terdiam, Entah apa yang ada di pikiran nya.
''Jasson!''
''Apa sih gara ?!''Kesal jasson menoleh kearah mertua nya.
''Aku lelah sejak tadi menemani mu duduk di sini! Kenapa kau tidak kunjung pergi dari mansion ku ?!'' Tanya gara sedikit kesal karena pantat nya terasa panas untuk duduk sejak kedatangan jasson.
''Kau pergi lah istirahat! Aku akan tidur saja di sini.'' Ucap jasson merebah kan tubuh lelah nya.
Mata gara menatap curiga pada menantu nya, Karena jasson sangat aneh! Sejak pulang dari rumah sakit. Ia hanya duduk diam di mansion milik gara.
''Siapa lagi yang menelepon ku ?!'' Rutuk jasson meraih ponsel nya.
Singa cantik ku.
Jasson melotot melihat nama yang tertera di layar ponsel mahal nya, Gara juga tidak luput memperhatikan wajah kaget nya jasson.
''Kau kenapa lagi ?!''
''Tolong angkat panggilan dari putrimu.'' Jasson menyerah kan ponsel nya kegara.
''Tidak! Aku merasa ada yang tidak beres di antara kalian!'' Tolak gara.
''Dia pasti akan bertanya tentang delia.'' Gumam jasson.
Namun gara masih bisa mendengar ucapan jasson, Kini ia paham kenapa jasson tidak berani pulang kemansion de lamozada.
__ADS_1
''Kenapa kau sekarang takut ? Bukan kah ini memang yang kau ingin kan!'' Ujar gara.
''Apa kau tadi tidak melihat tatapan tajam nya bianca?! Sekarang aku tidak punya nyali untuk pulang.'' Sahut jasson mengusap kasar wajah nya.
''Apa bianca tidak bertanya tentang anak yang di kandung delia ?'' Tanya gara.
''Tidak! Dia hanya menjawab oh. Tapi mata nya sangat tajam menatap ku, Aku seakan mau di kuliti oleh nya.'' Adu jasson.
''Aku jadi menyesal telah bekerja sama dengan mu.'' Ujar gara penuh sesal.
''Hei! Kita melakukan ini agar aku punya anak dan kau punya cucu.'' Sengit jasson.
''Tapi dia tidak terpancing bodoh! Entah apa yang akan ku alami jika bianca tau kalau aku sudah bekerja sama dengan mu.'' Desah gara frustasi.
Gara dan jasson bekerja sama untuk mengelabuhi bianca dengan kehamilan delia, Agar bianca marah saat tau jasson memberi perhatian pada wanita lain dan bianca bersedia mengandung.
''Kau ambil saja sisi positif nya jasson, Meski bianca tidak menangisi kehamilan delia yang entah benih nya siapa! Tapi kan kau jadi tau kalau yang menyuruh delia atau yang ingin balas dendam padamu adalah lordus.'' Hibur gara.
''Ayo antar aku pulang ayah mertua.'' Pinta jasson.
''Yang benar saja kau! Aku tidak ingin di jadikan samsak oleh bianca.'' Tolak gara ketakutan.
''Jangan bodoh kau gara! Dia itu putri mu.'' Kesal jasson.
''Memang nya jika aku daddy nya dia akan peduli ?!'' Sinis gara.
''Memang nya kau pernah di hajar bianca ?'' Selidik jasson.
''Pernah! Dia menendangi kaki ku dengan alasan ngelindur.'' Sahut gara membuang muka.
__ADS_1
''Buahahahaha.''
Jasson tidak bisa membendung tawa nya karena membayang kan adegan gara yang di tendangi oleh putri nya, Lalu apa yang akan ia alami jika nanti sampai pulang.
''Di sini kau masih bisa tertawa, Begitu sampai rumah kau akan menangis.'' Ejek gara.
''Tidak! Aku akan menginap di sini.'' Jawab jasson cepat.
''Aku tidak mengizin kan mu! Karena aku sangat menantikan kau di hajar oleh bianca.'' Sahut gara sambil tersenyum geli.
''Kau mertua kurang ajar gara!'' Teriak jasson.
Gara tidak menanggapi omongan jasson, Ia memberi kode pada bodyguard nya untuk menggeret jasson keluar agar dia bisa tidur nyenyak.
''Gara!! Sialan kau mafia edaaann!!'' Jasson berteriak keras.
Kini jasson sudah di depan pintu mansion gara yang tertutup, Hanya lukas yang tetap setia menemani nya.
''Ayo kita pulang tuan.'' Ajak lukas.
''Aku takut lukas!!''Jasson malah merengek di kaki lukas.
''Apa yang anda lakukan tuan ?!'' Teriak lukas karena jasson menarik narik celana nya.
''Andai ada camera, Aku pasti sudah merekam kejadian ini.'' Batin lukas karena geli dengan kelakuan jasson.
''Hei lukas sialan! Apa yang ada dalam benak mu ?!'' Sentak jasson yang sudah berdiri.
Lukas menggeleng sambil tersenyum, Gagal ia mendapat kan video yang akan menjadi bahan gosip nya bersama big.
__ADS_1