
''Jadi keputusan ku sudah bulat, Meski aku tidak menyukai mu. Namun kau harus menikahi anak ku.'' Tegas gara.
''Dengan senang hati aku akan melakukan nya, Dan aku berjanji kalau aku tidak akan menyakiti hati putri mu.'' Jawab jasson.
''Jessica sudah lama menjadi pemuas nafsu mu, Jadi ku rasa sekarang kau harus bertanggung jawab dengan menikahi nya.'' Ucap gara.
Suara langkah sepatu terdengar berat untuk kembali melangkah, Hati nya remuk ketika mendengar sang kekasih harus menikahi adik nya.
''Bianca baru pulang nak ?'' Sapa joana mendekati anak nya.
''Iya mom.'' Angguk bianca.
''Ayo kekamar sama mommy.'' Ajak gefari yang paham perasaan anak angkat nya.
Baik gefari dan juga jasson, Mereka tidak menyangka jika gara malah menyuruh jasson menikahi jessica.
''Apa maksud mu dengan jessica ?'' Kaget jasson langsung berdiri.
''Bukan kah kau punya hubungan dengan nya ? Lalu dengan siapa lagi aku menyuruh mu menikah.'' Kesal gara.
''Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan menikahi dia.'' Tolak jasson tegas.
''Kau jangan kurang ajar jasson! Setelah kau merusak putri ku lalu kau membuang nya begitu saja!'' Bentak gara kalap.
Seringai sinis keluar dari bibir jasson, Mata nya menatap tajam pada jessica. Sedang kan jessica menunduk karena takut dan juga malu.
''Jauh sebelum dia bertemu dengan ku, Putri mu ini sudah rusak gara! Jadi jangan kau jadi kan aku kambing hitam.'' Ucap jasson.
''Ya sudah jadi kambing putih saja kau.'' Cetus jhon pula.
''Heh jhon, Kenapa mulut mu sama lemes nya dengan adik mu.'' Kesal joana menampar jhon dengan bantal.
Gara hanya melirik tanpa berniat membalas ucapan kakak nya, Karena saat ini hati gara benar benar sakit karena ucapan jasson.
''Lalu kenapa kau tadi setuju untuk menikah ?!'' Kesal gara.
''Karena aku mengira kau sudah merestui hubungan ku dengan bianca.'' Jawab jasson.
''Kau pun punya hubungan dengan anak sulung ku, Setelah adik nya kau nikmati. Lalu kau pun ingin merusak kakak nya!'' Teriak joana.
''Aku benar benar serius membina hubungan dengan bianca.'' Jawab jasson lirih.
''Berapa lama kau sudah berpacaran ?'' Tanya gara.
''Sekitar tiga bulan.'' Jawab jasson jujur.
''Hanya tiga bulan jadi kau bisa mengatakan hubungan serius karena kau belum bosan, Lihat lah jessica yang sudah kau pacari selama tiga tahun dan akhir nya kau campakan.'' Ujar gara menahan kesal nya.
__ADS_1
''Apa pun yang orang kata kan, Aku tetap akan melanjut kan hubungan ku dengan bianca.'' Tegas jasson.
''Aku pun akan menentang keras hubungan kalian! Karena kau harus menikahi jessica.'' Tegas gara pula.
Tanpa menjawab lagi ucapan gara, Jasson bergegas pergi keluar dari mansion nya vander veken. Karena semakin lama ia di sana, Maka akan semakin ia kesal.
''Biadap kau jasson!'' Maki gara menendang sofa hingga terbalik.
''Aduuh daddy!'' Pekik jessica kesakitan.
Gara terkejut mendengar teriakan putri nya, Terlihat jessica jatuh telentang sambil memegangi kepala nya. Karena sofa yang gara ternyata adalah yang di duduki oleh jessica.
''Maaf kan daddy ya jessi, Daddy tadi tidak melihat mu.'' Sesal gara membantu jessica berdiri.
''Masa jessi sebesar ini daddy tidak melihat.'' Rutuk jessica.
''Ya maaf kan daddy ya.'' Gara mengelus kepala anak nya.
''Memang daddy mu itu tidak beres.'' Ujar jhon yang duduk santai.
...****************...
Di balkon kamar, Bianca duduk menikmati tiupan angin sepoi. Semua ucapan gara sudah ia dengar tadi, Karena bianca menolak saat gefari mengajak nya masuk kamar.
"Sudah lah, Jika jodoh pasti tidak kemana." Nasihat gefari.
"Berarti kau tidak mencintai jasson." Sahut gefari masih memakan anggur yang tadi sempat di bawa nya naik.
"Aku mencintai nya, Namun terkadang cinta tak harus memiliki." Sahut bianca terdengar dewasa.
"Kau memang benar, Pasrah kan saja semua nya pada tuhan. Jika dia memang jodoh mu, Maka kalian pasti akan bersama." Ujar gefari memeluk bianca.
"Andai masalah nya tidak sesulit ini, Kenapa aku harus mengandung." Batin bianca teringat kandungan nya.
"Nanti mommy akan mencoba bicara pada daddy mu." Ujar gefari.
Bianca menganguk pelan, Gefari melepas kan pelukan nya karena mendengar seseorang yang datang.
"Tidak sopan sekali kau itu." Rutuk gefari.
Usai berkata, Gefari bergegas pergi meninggal kan sepasang kekasih yang sedang bersedih ini.
Air mata bianca meluncur deras ketika melihat sosok yang sangat di cintai nya, Hampir satu bulan tidak bertemu. Namun saat bertemu, Malah dengan keadaan yang rumit.
"Jangan menangis." Jasson memeluk erat tubuh bianca.
"Maaf kan aku, Jika waktu itu aku memberi tahu hubungan kita pada daddy. Maka ini tidak akan terjadi." Sesal bianca.
__ADS_1
"Sst, Sudah lah. Apa pun yang terjadi aku akan tetap memperjuang kan cinta kita." Ujar jasson menciumi wajah bianca.
Tidak ingin sampai ada yang melihat, Jasson menggendong bianca masuk kedalam. Dan membaring kan nya di ranjang.
"Aku tidak ingin berpisah dengan mu." Lirih bianca.
"Tidak, Kita tidak akan berpisah sampai maut yang memisah kan." Janji jasson semakin erat memeluk kekasih nya.
"Tapi aku juga kasihan pada jessica." Lirih bianca.
"Lantas kalau kasihan maka kau akan memberikan aku pada nya, Aku ini bukan barang yang bisa di oper kesana kemari." Kesal jasson yang sangat sensitif jika mendengar nama jessica.
"Aku pun bingung." Keluh bianca.
"Sudah jangan di pikir kan, Di mana tisue mu ?" Tanya jasson karena air mata bianca banjir.
"Di atas meja."
Jasson berdiri untuk mengambil tisue, Namun ternyata kotak itu kosong.
"Habis sayang." Ujar jasson.
"Astaga, Coba di tas ku ada atau tidak." Sahut bianca membaring kan tubuh.
Jasson membuka tas mahal bianca, Di obrak abrik nya isi tas bianca. Namun tiba tiba mata nya menatap sesuatu dan di ambil nya benda tersebut.
"Ini milik siapa sayang ?" Tanya jasson.
Bianca menoleh kearah jasson, Ada raut kaget di wajah bianca. Namun ia memutus kan untuk jujur saja.
"Milik ku, Usia nya sudah tiga minggu." Jawab bianca membuat jasson melompat girang.
"Benar kah ? Aku bahagia mendengar nya. Sehat terus ya anak papa." Seru jasson menciumi perut bianca.
Namun ia mengerenyit heran ketika bianca mendorong kepala nya, Raut tidak senang langsung menghiasi wajah tampan nya.
"Jangan senang dulu, Keadaan kita sedang rumit." Ujar bianca jutek sambil melangkah turun dari ranjang.
"Dengan kehamilan mu kita bisa mendesak gara sayang." Seru jasson mengekori bianca.
"Tapi aku juga memikir kan perasaan adik ku jasson!" Teriak bianca.
"Ya mau bagai mana lagi, Aku tidak bisa jika harus menikahi jessica." Ujar jasson serba salah.
"Aku akan menggugur kan bayi ini."
Emosi jasson langsung tersulut mendengar ucapan bianca, Di cengkeram dengan kuat leher belakang bianca hingga membuat sang empu meringis kesakitan.
__ADS_1