
''Aku akan mengangkat dengan kayu ini, Jika sudah terangkat cepat tarik kaki mu ya.'' Ujar bianca yang akan mendongkrak batang.
''Ya baik lah.'' Angguk jasson.
Sekuat tenaga bianca berusaha mendongkrak batang tersebut, Hingga ada celah jasson langsung menarik kaki nya.
''Aarrkkh.''
Jasson menggerang kesakitan karena kulit kaki nya terkelupas akibat gesekan dengan batang pohon, Untung saja kaki nya bisa di tarik dari jepitan.
''Ayo ku bantu berdiri.'' Ajak bianca menopang tubuh jasson.
Meski pun berat dan juga kepayahan, Bianca tetap menolong jasson untuk berjalan. Darah masih mengalir dari luka jasson. Sedang kan hujan mulai datang lagi.
''Malah hujan lagi.'' Rutuk bianca.
''Di bawah pohon saja kita berlindung.'' Usul jasson menunjuk pohon rindang.
''Bagai mana jika tertimpa lagi ?'' Ragu bianca yang sedikit takut.
''Tidak mengapa tertimpa lagi, Asal jangan kau saja.'' Jawab jasson tersenyum jail.
Bagai kan udang rebus, Wajah bianca merona karena ucapan jasson. Namun gadis ini bisa dengan cepat menguasai rasa salting nya.
''Ayo hati hati.'' Ajak bianca.
Hanya pohon lah yang bisa melindungi mereka dari basah nya air hujan, Meski sedikit berbahaya.
''Aaahhhk.''
Biancaa!!''
Berkali kali lipat naas nya mereka berdua, Setelah jasson tertimpa pohon. Kini bianca malah terjebur sumur yang tertutup rumput sehingga mereka tidak bisa melihat saat berjalan tadi.
''Bianca are you okey ?'' Teriak jasson yang tidak tercebur.
''Biancaa!!''
Tidak ada sahutan dari dalam sumur yang dalam nya sekitar tiga meter, Jasson masih berteriak memanggil bianca.
''Huaaah, Ada lintaah!!'' Teriak bianca panik karena melihat ada parasit.
''Hey tenang lah baby.'' Teriak jasson dari daratan.
''Unclee tolong aku, Aakkhh lintah nya banyak sekali.'' Teriak bianca ketakutan.
''Astaga, Bagai mana ini.'' Kesal jasson kebingungan.
''Hiks,hiks daddy tolong aku.'' Jerit bianca mulai menangis.
__ADS_1
Walau pun langkah nya susah, Jasson berusaha mencari akar pohon yang akan di jalin nya menjadi sebuah tambang. Tentu saja itu tidak mudah karena jasson tidak punya senjata, Namun tiba tiba ia meraba pinggang nya.
''Untung kau tidak jatuh.'' Lirih jasson mengambil belati.
Sudah satu jam lama nya bianca terendam di dalam sumur, Tentu saja bianca bisa merasa kan kalau lintah lintah itu sudah ada yang menghisap punggung nya.
''Bagai mana jika dia masuk lewat lobang.'' Cetus hati bianca memikir kan lobang aset nya.
''Aaakkh jangan mendekati aku lintah sialan.'' Teriak bianca berusaha memanjat dinding sumur.
Tapi karena dinding yang terjal, Usaha bianca hanya sia sia saja. Karena usaha nya itu, Kini kuku tangan nya pun mulai robek dan terasa perih.
''Kemana lagi tua bangka itu!'' Rutuk bianca karena jasson lama menghilang.
Sedang kan jasson yang sudah selesai membuat tambang, Kini mulai menjulur kan tambang nya masuk sumur.
''Tangkap tali nya baby.'' Teriak jasson dari atas.
''Cepat lah uncle, Aku bisa mati kehabisan darah.'' Balas bianca yang sudah sangat ngeri melihat lintah menempel di dinding dan juga tubuh nya.
Setelah tambang berhasil bianca tangkap, Kini jasson berusaha menarik sekuat tenaga. Bianca juga berusaha naik tanpa memberat kan jasson.
''Akhir nya kau bisa naik.'' Seru jasson menyambut tubuh bianca dari dalam sumur.
Bianca yang sudah sangat geli dengan lintah tersebut, Lupa memikir kan malu nya. Ia membuka seluruh baju dan celana jeas yang ia kenakan.
''Apa yang kau lakukan uncle, Cepat ambil lintah sialan ini.'' Ujar bianca yang melihat jasson hanya melongo.
''Aakkh cepat lah ambil mereka.'' Ujar bianca sambil menarik lintah yang bisa ia gapai.
Jasson langsung mengambili lintah yang sedang menghisap darah, Walau pun sangat susah menarik nya. Namun jasson punya cara agar mereka bisa terlepas.
''Apa yang kau buat uncle ?'' Tanya bianca penasaran pada jasson yang berjongkok.
''Mereka belum kenyang jadi tidak bisa di ambil.'' Jawab jasson.
''Jadi bagai mana ini ?!'' panik bianca.
Tidak ada jawaban dari mulut jasson, Ia masih membuka tembakau dari dalam rokok nya. Hingga terkumpul lah tembakau itu, Jasson memeras air dari baju bianca agar tembakau nya basah.
''Berbalik lah, Biar ku siram mereka.'' Titah jasson.
Bianca menurut pada ucapan jasson, Tapi setelah menunggu lama. Tidak ada terasa air yang di siram kan.
''Kenapa tidak kau lakukan uncle ?'' Tanya bianca heran.
''Aku akan melakukan, Tapi ada syarat nya.'' Seringai jasson.
''Aku menolong mu tanpa syarat ya, Kenapa kau malah minta syarat sekarang ?!'' Kesal bianca.
__ADS_1
''Kau menolong ku saat terjepit kayu, Dan aku sudah menolong mu saat tercebur tadi.'' Ujar jasson.
Gemeletuk gigi bianca karena sangat marah pada pria yang berdiri pincang ini, Namun jika bukan jasson maka tidak ada orang lagi yang akan melepas kan lintah ini.
''Aku tidak punya uang, Lagi pula kau sudah kaya.'' Ucap bianca.
''Aku tidak butuh uang baby, Aku ingin merasa kan bibir mu saja.'' Jawab jasson membuat bianca terjengit.
''Dasar pria tua mesum!'' Maki bianca meradang.
''Keputusan ada di tangan mu baby.'' Seringai jasson sambil tersenyum menggoda.
''Siram kan dulu baru aku mencium mu.'' Pinta bianca.
''No.''
Gelengan kepala jasson semakin membuat bianca frustasi, Entah apa yang ada di dalam benak pria ini.
''Cium aku dulu, Baru aku akan membuang lintah mu.'' Ujar jasson.
''Aku tidak ingin berciuman dengan lintah yang menempel di punggung ku bangsaat!'' Maki biaca.
Di rasa ucapan bianca benar juga, Jasson segera membalik tubuh bianca dan menggosok kan tembakau di lintah tersebut.
''Ada berapa banyak ?'' Tanya bianca merinding.
''Sekitar dua puluh.'' Jawab jasson.
Kini lepas lah sudah lintah dari punggung bianca, Namun bianca akhir nya sadar jika ia hanya menggunkan dalaman.
''Tidak usah malu, Aku bahkan sudah membaca tato di bawah ketiak mu.'' Cengir jasson membuat bianca merah padam.
''Awas, Aku mau pakai baju dulu.'' Bianca menyingkir kan jasson.
Tidak, Jasson tidak menuruti ucapan bianca. Ia langsung menyambar bibir ranum gadis ini, Sedikit ia tekan kepala bianca. Lidah nya menerobos masuk dan mencari sesuatu di dalam.
Gigitan lembut ia berikan hingga membuat bianca sedikit terlena, Bahkan tangan nya kini malah merangkul pundak jasson.
''Hmmpp!''
Suara bianca tertahan saat akan protes, Jasson malah meremas benda kenyal yang tergantung di sana.
Bianca yang tidak pernah merasa kan hal seperti ini menjadi kaku, Bahkan ciuman pun ini adalah hal pertama.
''Sshh.''
Mulut nya malah berdesisi saat ciuman jasson turun keleher, Bahkan buah kenyal itu sekarang malah keluar dari kandang nya tanpa bianca sadari.
''Jangan!'' Tolak bianca cepat.
__ADS_1
Jasson memandang kecewa karena bianca menolak saat ia akan memasukan boba berwarna ping itu kemulut nya, Dengan cepat bianca menjauh dan menyambar baju nya.