Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Kisah big


__ADS_3

Sebenar nya hati bianca terasa sakit saat melihat jasson pergi bersama delia, Namun ia berusaha menekan rasa sakit nya.


''Anda baik baik saja nyonya ?'' Tanya lukas melihat bianca termenung.


''Berapa kali sudah ku bilang pada mu, Jangan panggil aku formal begitu.'' Kesal bianca.


''Maaf kan aku nyonya, Tapi aku bingung harus memanggil mu apa ? Kan usia ku lebih tua dari mu.'' Cetus lukas.


Bianca tersenyum geli melihat wajah bingung nya lukas, Sedikit bisa melupa kan rasa sakit hati nya akibat ulah jasson.


''Baik lah, Aku harus kembali kerumah sakit.'' Ucap bianca memeriksa jam tangan.


''Biar ku antar kak.'' Tawar big.


''Aku bawa mobil sendiri tadi.'' Jawab bianca.


''Nanti aku akan pulang naik taxi.'' Kekeh big.


Seperti nya big tau jika hati bianca sedang tidak karuan, Sehingga ia merasa khawatir dengan bianca.


''Ayo lah.'' Ajak bianca.


Akhir nya big tersenyum lega karena bianca menerima tawaran nya, Tinggal lah lukas dengan setumpuk berkas.


Tak lama setelah bianca pulang, Jasson kembali keruangan nya. Mata nya mencari sosok istri cantik yang ia rindukan, Tapi bianca sudah tidak ada.


''Kemana bianca ?'' Tanya jasson pada lukas yang sedang memberes kan sisa makanan.


''Baru saja pulang tuan.'' Jawab lukas.


''Sendiri ?''


''Tidak, Big mengantar nya tadi.'' Sahut lukas.


''Dasar bocah itu!'' Rutuk jasson.


Mobil bianca.


Big melajukan mobil nya menuju rumah sakit milik gara, Bianca yang duduk di samping nya hanya diam saja.


''Anda sedang marah ya ?'' Tanya big pelan.


''Bohong jika aku mengatakan tidak.'' Jawab bianca.


''Mungkin tuan hanya ingin menguji anda.'' Hibur big.


''Aku tidak percaya pada cinta nya saja hati sudah sesakit ini, Apa lagi jika aku benar benar percaya pada nya.'' Ucap bianca menatap jendela mobil.


''Saya juga tidak mengerti dengan tuan jasson, Mereka baru bertemu malam tadi. Tiba tiba saja delia sudah bekerja di perusahaan.'' Ujar big.


''Di mana mereka bertemu ?'' Tanya bianca.


'' Di kasino milik tuan.'' Jawab big.


Big kemudian menceritakan detail nya pertemuan jasson dan delia, Bianca dengan seksama mendengar kan nya.

__ADS_1


Namun wajah bianca masih tetap datar, Big juga menjadi bingung menghadapi nyonya muda nya.


''Sudah sampai kak.'' Ujar big ingin membuka pintu.


''Aku tidak ingin kembali bekerja, Ayo cari tempat main.'' Ajak bianca.


''Tapi..


''Tidak ada penolakan, Telepon saja lukas untuk menyelesai kan pekerjaan mu.'' Tegas bianca.


''Lukas pasti sibuk sekali.'' Sahut big pelan.


''Aku akan bicara pada jasson, Agar kau jadi bodyguard ku saja.'' Cetus bianca.


Big menoleh girang mendengar ucapan bianca, Jika menjadi bodyguard sang nyonya. Maka big tidak akan di pusing kan dengan urusan kantor, Dan lagi big senang bisa mendapat teman.


''Ayo kita jalan.'' Desak bianca.


Sampai lah mereka di tepi danau yang memang banyak para muda mudi duduk di pinggiran nya, Suasana yang nyaman untuk bersantai.


''Mau minum apa kak ?'' Tawar big.


''Coklat dingin.'' Jawab bianca.


Big pergi untuk membeli minuman, Bianca menatap layar ponsel nya. Sama sekali tidak ada panggilan atau pesan dari suami nya.


''Kau bilang ingin punya anak, Tapi baru sebentar saja kau sudah mulai nyaman dengan orang baru.'' Lirih bianca.


Ada goresan sedih di mata dokter cantik ini, Padahal bianca sudah memiliki rencana untuk bersiap hamil. Tapi malah jasson mulai bertingkah.


''Cepat sekali.''


''Memang tidak antri.'' Sahut big.


Mereka tampak menikmati minuman nya masing masing, Tidak sengaja mata bianca melihat big yang tampak memandangi seorang ibu bersama putra nya.


''Kenapa ?'' Tanya bianca pelan.


''Tidak kak.'' Big menggeleng kan kepala sambil menunduk.


''Cerita saja, Barang kali bisa membuat mu tenang.'' Ujar bianca mengusap pundak big.


Helaian nafas big terdengar berat, Mata nya membayang cairan yang siap meluruh membasahi pipi nya.


''Aku kadang merasa iri melihat orang orang yang memiliki orang tua, Bahkan sampai usia mereka dewasa saja masih bisa bermanja pada ayah dan ibu nya.'' Ujar big bergetar.


''Apa kau tidak tau sama sekali kedua orang tua mu ?'' Tanya bianca.


''Aku hanya tau ibu ku.'' Sahut big.


''Di mana dia sekarang ?'' Tanya bianca sangat penasaran.


''Saat usia ku lima tahun, Ibu ku datang menemui ku. Dia bercerita tentang hadir nya aku di dunia ini. Aku hanya aib yang tidak seharus nya ada, Saat ibu ku hamil. Ayah ku pergi meninggal kan dia.'' Cerita big.


''Lalu.''

__ADS_1


''Ibu ku juga tidak ingin membesar kan aku, Sehingga saat aku berusia satu tahun. Dia membuang ku di jalanan, Tahun terus berganti hingga tuan jasson memungut ku.'' Big menangis.


Sisi rapuh big keluar begitu saja, Pemuda ini sangat merindu kan kasih sayang orang tua nya. Tanpa sadar bianca juga ikut menangis sambil memeluk big.


''Apa ibu mu sekarang masih ada big ?'' Tanya bianca.


''Ada, Setiap bulan ia datang menemui ku.'' Sahut big tersenyum getir.


''Syukur lah, Kau masih bisa bertemu dengan nya.'' Ucap bianca.


''Dia akan menemui ku jika uang nya habis.'' Lirih big.


''Bangsaat sialan!'' Maki bianca tanpa sadar.


Emosi nya langsung melonjak tinggi, Siapa yang tidak marah. Saat putra nya masih kecil ia membuang nya, Namun ketika big sudah mulai memiliki uang. Ibu big selalu datang tanpa rasa malu.


''Kenapa kau masih saja memberi nya uang ?!'' Kesal bianca.


''Aku hanya ingin berbakti kak, Karena dia lah yang melahir kan aku di dunia ini.'' Sahut big.


Betapa baik nya hati big, Meski ibu nya sudah membuang dia. Namun big masih saja menghormati ibu nya.


''Pernah kah kau bertanya tentang ayah mu ?'' Tanya bianca.


''Dia bilang ayah ku seorang mafia besar, Tapi pria itu sudah memiliki anak dan istri.'' Ucap big.


''Kenapa banyak sekali pria jahanaaam!!''


Teriakan bianca mengundang perhatian banyak pengunjung, Para ibu ibu langsung menatap nya penuh arti.


''Kenapa anda malah berteriak keras, Lihat lah semua orang menatap kita.'' Bisik big.


''Khilaf big.'' Cengir bianca.


Tanpa sadar mereka tertawa bersama, Entah apa yang mereka tertawa kan. Seolah tawa itu hanya untuk menghilang kan beban di hati.


''Aku punya foto ayah ku.'' Ujar big membuka dompet nya.


''Banyak sekali uang mu big.'' Bianca melihat isi dompet big.


''Aku baru saja di kasih bonus oleh tuan jasson, Belum sempat ku taruh di bank.'' Jawab big.


''Ini foto nya.''


Selembar foto usang big berikan pada bianca, Jantung bianca seakan mau meloncat ketika melihat pria itu. Walau pun foto itu sudah mulai lecek, Tapi bianca masih mengenali pria tersebut.


Pria yang selalu di panggil nya uncle, Pria yang sangat dengan dengan geng mafia somplak. Bahkan pria itu adalah salah satu anggota geng somplak.


''Anda kenapa kak ?'' Tanya big ketika melihat bianca tercenung.


''Aku kenal pria ini.'' Lirih bianca.


''Hah ?! Katakan pada ku kak.'' Kaget big.


''Tidak sekarang big, Aku akan memastikan nya dulu.'' Ujar bianca bangkit.

__ADS_1


__ADS_2