
''Cukup tuan.''
Lukas menarik jasson agar menjauhi kayla yang sudah sekarat, Bahkan nafas nya saja tinggal satu satu.
''Hah, Hah. Biar mampus dia sekalian.'' Kesal jasson menendang kayla di atas rumput.
''Kenapa anda melampias kan nya pada orang lain ?'' Tanya lukas membuat jasson kaget.
''Apa maksud mu ?'' Tanya jasson menatap tajam.
''Anda merindu kan nona bianca, Lalu kenapa anda melampias kan pada kayla.'' Ujar lukas.
Bodyguard menggotong kayla pergi dari sana, Tinggal lah jasson dan lukas yang masih melanjut kan obrolan.
''Dia menolak ku.'' Gumam jasson.
''Itu bukan anda, Karena anda tidak akan pernah peduli pada penolakan selama ini. Tapi kenpa anda menuruti ucapan nona bianca ?!'' Sengit lukas.
''Aku tidak tau lukas!'' Kesal jasson.
Jasson tidak mengerti dengan hati nya saat ini, Ia tidak pernah peduli dengan omongan wanita yang di ingin kan nya. Tapi omongan bianca berusaha ia turuti, Meski hati jasson meronta ronta ingin di samping dokter cantik itu.
''Karena anda jatuh cinta pada nya.'' Ucap lukas sembari tersenyum.
''Sembarangan saja kau bicara.'' Sangkal jasson.
''Anda menuruti ucapan nona bianca karena anda ingin yang terbaik untuk nya, Cinta yang membuat anda begitu tuan.'' Jelas lukas sembari tersenyum.
''Tapi dia tidak mencintai ku.'' Keluh jasson.
''Tau dari mana anda ?'' Tanya lukas.
''Dia ingin aku menikahi jessica.'' Tutur jasson.
''Bisa saja dia mencintai mu namun dia mengalah, Coba lah kejar dia.'' Ucap lukas.
''Dari mana aku harus memulai nya ?'' Tanya jasson bingung.
''Mikir dong! Mikir dong tuan jasson!'' Kesal lukas sembari menunjuk dengkul jasson.
Plak.
Jasson menggeplak kepala lukas karena asisten nya sudah kurang ajar, Sedang kan lukas nyengir sambil mengusap kepala nya.
''Otak ku di sini bodoh!'' Sentak jasson dongkol dengan ulah lukas.
''Khilaf tuan.'' Cengir lukas.
...****************...
"Aduh kepala ku pusing." Keluh bianca karena habis menengguk alkohol.
"Menyusah kan saja kau ini." Kesal jesslyn yang menopang tubuh bianca.
__ADS_1
"hueekk."
Karena bianca yang tiba tiba muntah, Reflek jesslyn menjauh kan tubuh nya. Untung bianca berhasil pegangan pada tiang listrik.
"Sialan kau jesslyn!" Maki bianca.
"Kau muntah tiba tiba, Aku takut terkena baju ku bodoh!" Maki jesslyn balik.
"Kau durhaka mengatai aunty mu bodoh." Sunggut bianca.
Jesslyn mengerut heran dengan ucapan sahabat nya ini, Namun ia berpikir karena mabuk. Bianca jadi melantur.
"Baik lah aunty ku yang cantik, Ayo kita pulang." Ajak jesslyn menarik tangan bianca.
"Aku tidak mau! Paman mu belum menjemput ku." Teriak bianca malah memeluk erat tiang listrik.
"Paman ku tidak sudi melihat mu." Jawab jesslyn kesal sekaligus malu karena di lihat banyak orang.
"Hiks, Hiks. Paman mu jahat jesslyn. Dia hanya mau meniduri aku lalu sekarang dia hilang." Teriak bianca sambil menangis.
"Bisa tidak kau jangan membuat fitnes bi." Kesal jesslyn.
"Kok jadi fitnes ?" Heran bianca.
"Keseleo lidah ku." Sahut jesslyn.
"Huaahahaha, Jasson kau kemana ?!" Teriak bianca kembali menangis.
Jesslyn kini mulai sadar jika sahabat nya ini memang ada sesuatu dengan paman nya, Karena bianca tidak terlihat berbohong.
"Itu bukan paman ku bi." Ujar jesslyn kembali menarik kemeja bianca.
"Huaaa jasson!!" Jerit bianca semakin keras.
Karena bianca yang semakin parah, Jesslyn dengan paksa menarik nya masuk mobil. Setelah selesai memasukan bianca, Kini ia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Mansion vander veken.
Karena jesslyn tidak sanggup menggendong bianca, Akhir nya scot lah yang membawa bianca kekamar nya di lantai tiga.
"Terima kasih paman." Ujar jesslyn pada scot.
"Iya nona." Angguk scot.
Bianca langsung tertidur di ranjang nya, Sedang kan jesslyn masih berpikir keras tentang hubungan sahabat dan paman nya.
"Biar ku urus besok." Putus jesslyn ikut berbaring di ranjang bianca.
Pluk.
Baru saja jesslyn ingin memejam kan mata, Bianca langsung memeluk nya erat. Mulut nya pun tidak henti mengucap kan nama jasson.
"Aku ingin kita bersama lagi jasson, Aku rindu goyangan mu." Igau bianca.
__ADS_1
"Hah! Kau sudah pernah melaku kan apa dengan paman ku bi." Kaget jesslyn.
"Aakkh jasson, Kiss me sayang." Ucap bianca.
"Dasar betina gatal!" Maki jesslyn memukul bianca dengan bantal.
Pagi hari.
Bianca terbangun dengan kepala yang terasa berat, Nyawa nya belum terkumpul sepenuh nya.
"Sudah bangun kekasih jasson ?!" Tanya suara jesslyn dari sofa.
Pandangan bianca terarah pada jesslyn yang sudah terlihat segar, Namun pandangan mata jesslyn terasa menusuk di hati nya.
"Kau menginap di sini jess ?" Tanya bianca.
"Yah aku menginap di rumah aunty ku." Ketus jesslyn.
"Apa yang kau bicarakan sih!" Heran bianca menyingkap selimut.
"Katakan kau punya hubungan apa dengan jasson de lamozada ?!" Selidik jesslyn.
"Aa apa yang kau bicarakan sih jesslyn." Gugup bianca membuang muka.
Jesslyn bangkit mendekati bianca yang tampak gelisah, Sebagai sahabat ia tau kalau bianca memang menyembunyi kan sesuatu.
"Kau sahabat ku kan ? Bukan kah aku selalu bercerita apa pun yang ku alami." Ujar jesslyn pelan.
"Apa yang harus ku cerita kan jess." Ujar bianca.
"Kau tau apa yang akan kau ceritakan." Jawab jesslyn.
Tarikan nafas bianca terdengar berat, Tampak memang gadis ini menyimpan rahasia besar yang jesslyn sendiri tidak tau.
"Aku jatuh cinta pada nya jess." Lirih bianca pelan.
"Pada siapa ?"
"Pada jasson de lamozada." Jawab bianca masih pelan.
"Lalu apa masalah nya ?" Tanya jesslyn lagi.
"Dia milik jessica, Aku tidak ingin jika sampai merebut kasih sayang nya jasson dari nya." Ujar bianca.
"Apa jasson juga mencintai mu ?" Tanya jesslyn sudah seperti wartawan.
"Aku tidak apa jess, Apa kah dia mencintai ku atau hanya nafsu saja." Jawab bianca.
"Lalu bagai mana kalian bisa dekat ?" Heran jesslyn.
"Dia ingin tubuh ku, Lalu dia mengancam akan menyebar kan skandal jessica dan diri nya. Aku terpaksa menuruti kemauan nya." Cerita bianca.
"Jadi kau sudah pak cepak jeder ?!" Kaget jesslyn.
__ADS_1
Bianca menunduk karena malu dan juga takut, Sedang kan jesslyn di bua syok dengan kelakuan sahabat dan juga paman nya.