Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Buku nikah.


__ADS_3

''Dokter! Dokter selamat kan istriku!"


Teriakan jasson menggelegar memenuhi rumah sakit, Tampak gara dan joana juga berlari tergopoh gopoh.


"Selamat kan dia dokter." Pinta jasson gemetar.


Hilto yang sedang bertugas langsung kaget melihat keadaan bianca, Sudah tiga bulan ia tidak bertemu dengan dokter pujaan nya. Namun saat bertemu, Kondisi bianca malah sedang seperti ini.


"Tolong tunggu di luar tuan." Pinta suster.


"Apa bianca sudah di tangani ? Apa kata dokter nya jasson ?!" Tanya gara panik.


"Dia baru saja masuk keruang pemeriksaa." Jawab jasson terduduk lemas.


Tak lama jessica juga datang, Tapi tidak ada raut khawatir di wajah nya. Justru ia tambah emosi ketika melihat jasson yang sangat hancur.


"Selamat siang tuan gara, Nona bianca harus menjalani operasi untuk mengangkat janin nya." Beritahu dokter.


"Apa bayi nya tidak bisa selamat dokter ?" Sambar jasson.


"Mohon maaf tuan, Pendarahan yang beliau alami sangat hebat karena benturan itu. Dan kita harus segera melakukan oeperasi agar nyawa sang ibu tidak terancam." Beritahu dokter.


"Lakukan yang terbaik dokter." Pinta gara.


Tak lama ranjang bianca di dorong menuju ruang operasi, Hilto lah yang akan menangani bianca.


"Aku tidak mau operasi hilto!! Anak ku harus hidup!" Teriak bianca meronta ronta.


"Bi, Tenang sayang." Rayu jasson mendekat.


"Mereka ingin mengambil bayi ku jasson! Jangan biar kan itu terjadi! Aku tidak mau." Isak bianca.


"Nak, Bayi nya sudah tidak bisa di selamat kan. Bianca harus ihklas." Ujar joana menahan air mata.


"Tidak mom! Anak ku sehat sehat saja!" Teriak bianca.


Karena seperti nya bianca sangat tidak ingin jika sampai mereka melakukan kuret, Akhir nya hilto langsung menyuntik kan obat bius.


"Tidak boleh! Aku mau anak ku." Lirih bianca menutup mata.


Setelah bianca sukses di buat tidak sadar, Gara menciumi wajah anak nya yang akan masuk keruang operasi. Selain keguguran, Rahim bianca juga terluka.


"Aaakkhh, Sialan kau jessica!" Jasson berteriak memukul tembok.


"Itu lah akibat nya jika menghianati adik sendiri." Cetus jessica pula.


Plaak.


Hilang kesabaran joana menghadapi sifat jessica, Tidak ada rasa kasihan sedikit pun di mata jessica untuk bianca.


"Otak mu itu sebenar nya di mana jessi ?! Kenapa kau tidak punya kasih sayang kepada kakak mu!" Sentak joana.


"Ucapan jessi benar mom, Jika dia tidak merebut jasson. Maka dia tidak mungkin mendapat karma." Jawab jessica.


Greep.


"Aakh,Uhuk."


Leher jessica seakan mau remuk ketika jasson dengan erat mencekik nya, Bahkan mata jessica sudah tidak terlihat hitam nya.


"Lepas kan jasson!"


Gara menarik jasson, Setelah terlepas gara langsung menduduk kan jasson di kursi agar pria ini tenang.


"Pulang lah jessi." Suruh gara tanpa menoleh.


"Aku ingin pulang bersama suami ku!" Kekeh jessica tidak mengenal takut.

__ADS_1


"Siapa suami mu ?!" Tanya jasson sinis.


"Tentu saja kau! Apa kau sudah lupa hah?!" Sentak jessica.


"Tidak pernah kah kau baca surat pernikahan kita ? Apa nama mu yang tertulis di sana ?" Tanya jasson membuat semua tercengang.


"Apa maksud mu ?!" Tanya jessica bingung.


"Aku menikahi mu karena ancaman dari bianca, Jika dia tidak mengancam akan menggugur kan kandungan. Maka aku tidak akan sudi melakukan sandiwara ini." Ujar jasson.


"Bianca yang meminta mu menikahi ku ?" Tanya jessica lagi.


"Yah! Dia melakukan itu karena bianca sangat menyayangi mu! Tapi apa balasan mu pada nya!" Bentak jasson.


"Tidak! Bukan karena sayang dia melakukan itu. Bianca merela kan kau karena dia merasa hutang nyawa pada ku." Sinis jessica.


"Dosa apa yang telah ku perbuat ya tuhan, Sehingga aku melahir kan anak yang berhati iblis seperti ini." Sesal joana membuat jessica kaget.


"Ayo pulang jasson." Tarik jessica.


"Ada yang harus kau ketahui lagi, Yang tercatat di biro sipil itu adalah bianca vander veken dan jasson de lamozada." Seringai jasson.


"Apa maksud mu jasson ?" Gara juga tidak mengerti.


"Kau mafia yang bodoh gara, Pendeta yang menikah kan aku kemarin adalah palsu. Jadi pernikahan itu hanya lah permainan. Sekarang aku hanya tinggal mengucap kan janji suci dengan bianca, Karena nama kami sudah tercatat di biro pernikahan." Jawab jasson dengan licik nya.


"Kau licik." Desis jessica.


"Pergi lah, Aku ingin menunggu istriku." Usir jasson mengibas kan tangan.


"Tapi kau juga meniduri jessica kan jasson ?" Tanya joana.


Tanpa menjawab lagi, Jasson mengeluar kan satu tablet obat dari kantong nya. Gara yang membaca nya langsung paham, Dengan isyarat dia memandang istri nya.


...****************...


Sudah satu jam lama nya bianca selesai melakukan operasi, Namun belum juga ia terbangun.


"Dia pasti mengamuk." Ujar joana yang duduk di sofa.


Gara merangkul istri nya yang masih saja menangis, Hati ibu mana yang tidak hancur melihat putri nya seperti ini.


"Eeugghh."


Bianca melenguh pelan ketika akan membuka mata, Tentu saja tiga orang yang menunggu langsung girang.


"Awas kau jasson!"


Tanpa permisi, Gara mendorong jasson menjauh. Ia ingin segera berbicara dan bergurau dengan putri sulung nya.


"Bianca! Lihat daddy sayang." Ujar gara tersenyum hangat.


"Daddy."


Bergetar suara bianca, Bibir pucat nya tersenyum sekilas. Segera di ganti dengan isak tangis.


"Perut bianca sakit dad." Adu bianca.


"Iya sayang, Nanti akan hilang sakit nya ya nak." Ujar gara malah ikut menangis.


"Tapi anak bianca sudah tidak ada lagi. Hiks, Hiks padahal dia sudah mulai bergerak daddy." Ujar bianca semakin keras menangis.


"Shuut sayang, Jangan menangis begitu. Nanti perut nya tambah sakit nak." Ucap gara khawatir.


Tidak tahan lagi gara melihat air mata putri nya, Kembali dia menarik jasson agar mendekat. Sedang kan ia menjauh dari ranjang bianca.


"Sayang."

__ADS_1


"Ini semua salah mu! Jika kau tidak mengajak ku pulang. Maka anak ku tidak akan meninggal." Kesal bianca membuang muka.


"Iya maaf kan aku ya, Memang ini salah ku." Ujar jasson menerima ucapan bianca.


"Aku mau anak ku jassooon!!" Teriak bianca menendang nendang ranjang.


"Bianca hey! Jangan lakukan itu." Panik jasson.


"Hiks, Hiks anak ku." Tangis bianca.


"Besok kita buat lagi ya." Hibur jasson.


"Kepala mu itu buat lagi! Kau itu adik ipar ku!" Bentak bianca.


"Kata siapa ?"


Bianca tidak menjawab karena ia merasa tidak penting juga, Lebih baik bagi nya untuk diam.


"Bawa masuk big!" Perintah jasson.


Big masuk sambil membawa map berwarna biru, Setelah memberikan kepada tuan nya ia langsung keluar lagi untuk berjaga.


"Baca sayang." Pinta jasson.


Meski pun malas, Bianca mengambil buku kecil itu. Mata nya terbelalak karena di sana ada foto nya, Di tambah lagi ada nama nya juga.


"Ini buku nikah jasson ?" Tanya bianca tidak percaya.


"Bukan sayang, Itu buku hutang." Gurau jasson.


"Kenapa kita bisa menikah ? Sedang kan kau masih suami jessica." Bingung bianca.


"Kapan aku menikah dengan nya ? Aku menikah untuk pertama kali nya. Dan wanita itu bernama bianca vander veken." Tutur jasson tersenyum bahagia.


"Daddy?"


"Entah lah sayang, Daddy juga bingung menghadapi suami gila mu itu." Jawab jasson memegang kepala nya.


Bianca terdiam karena secara tidak langsung, Gara mengakui kalau jasson adalah suami nya.


"Taraa!! Mommy datang."


Sebuah suara di barengi dengan muncul nya wanita cantik, Siapa lagi jika bukan mafia cantik tapi edan bin somplak.


"Mommy!" Sapa bianca.


"Hallo sayang, Bagai mana keadaan nya ?" Tanya gefari mengelus kepala bianca.


"Yang sakit perut nya mom." Protes bianca.


"Eeh apa ini ?" Tanya gefari melihat buku nikah.


"Entah apa yang di lakukan oleh adik ipar mu itu, Bilang nya menikahi jessica tapi sekarang malah punya buku nikah sama bianca." Rutuk gara.


"Lah kan memang aku yang menyaran kan begitu." Cetus gefari.


"Apa ?!"


"Dasar janda edan!" Maki gara.


"Kau keterlaluan gefari." Joana juga ikut mengamuk.


Sandal jepit joana menjadi senjata sepasang suami istri ini, Gefari hanya bisa mengaduh aduh di lantai kerena di gebuki oleh gara dan joana.


"Rasakan itu!" Kesal gara.


"Astaga! Aku baru datang sudah di hajar seperti ini." Rintih gefari yang tersudut di bawah meja.

__ADS_1


Bianca dan jasson tertawa melihat kejadian itu, Tampilan elegan gefari sudah hilang. Berganti dengan acak adul.


Tripel up loh ini, Jangan lupa dukungan nya besti.


__ADS_2