
''Dia cuma bercanda sayang, Kita sudah lama berteman.'' Ujar bianca berusaha mereda kan amarah suami nya.
''Apa kau tuli?! Dia sendiri tadi bilang kalau tidak bercanda!'' Sentak jasson.
Jantung bianca seakan mau meloncat ketika di sentak oleh jasson, Otak nya masih mencari ide cemerlang.
Sampai di mansion jasson langsung keluar dari mobil dengan membanting pintu, Dua manusia yang di dalam hanya bisa memegangi dada nya.
''Silah kan turun nyonya, Saya masih harus kekantor lagi.'' Ujar lukas.
''Tapi aku takut lukas.'' Keluh bianca.
''Jika anda takut, Maka jangan cari masalah.'' Sahut lukas.
''Kenapa kau juga ikut memarahi ku ?!'' Kesal bianca.
''Karena saya akan terkena imbas nya juga.'' Jawab lukas.
Mau tidak mau, Bianca turun dari mobil dan masuk kedalam mansion. Barang masih tersusun rapi, Pertanda jasson tidak menghancur kan nya.
''Di mana tuan mu ?'' Tanya bianca pelan pada bodyguard.
''Itu nona.'' Tunjuk bodyguard.
Bianca menoleh kesofa, Sangking takut nya menghadapi amarah jasson. Bianca sampai tidak melihat kalau singa nya sedang duduk sambil menatap nya tajam.
''Eeh sayang, Sejak kapan kamu di situ ?'' Tanya bianca sambil mendekati jasson.
''Apa peduli mu ?!'' Ketus jasson.
''Tentu saja aku peduli, Karena aku sayang pada mu.'' Rayu bianca.
__ADS_1
''Cih!''
Mulut jasson berdecih sinis mendengar ucapan istri nya, Cemburu masih bersarang di dalam dada.
''Berdiri kau di sana!'' Perintah jasson.
Dengan sabar nya bianca mengikuti ucapan suami nya, Meski bianca adalah wanita yang bar bar. Namun jika suami nya sedang marah, Maka ia akan merayu nya sampai luluh.
''Angkat kaki mu sebelah, Dan jewer kuping mu sendiri.'' Ucap jasson.
''Seperti anak TK saja aku!'' Rutuk bianca dalam hati.
''Pergi kalian dari sini.'' Usir jasson pada para bodyguard.
Tinggal lah sepasang suami istri itu, Jasson merogoh ponsel dan menghidup kan nya. Sangat jelas kalau ia akan membuat video.
''Akui kesalahan mu.'' Pinta jasson.
''Aku bersalah karena sudah bercanda dengan pria tampan.'' Ujar bianca menurut.
Ponsel langsung pecah ketika jasson meremas nya dengan kuat, Nafas nya naik turun karena emosi.
''Jadi dia tampan menurut mu ?!'' Geram jasson merangkul erat leher bianca.
''Jadi aku harus bagai mana menyebut nya sayang ?'' Tanya bianca lembut.
''Tidak usah memanggil ku sayang! Karena pada fakta nya kau tidak menyayangi aku!'' Kesal jasson beranjak pergi.
''Jasson! Dengar kan aku dulu'' Teriak bianca mengejar suami nya.
Namun pintu lift sudah tertutup, Bianca hanya bisa mengejar jasson lewat tangga. Ia berlari untuk mencari suami tersayang nya.
__ADS_1
''Andai saja aku tadi pergi, Tidak akan dapat masalah aku ini.'' Sesal bianca karena mau di ajak jessica pergi.
Kamar ia masuki untuk mencari keberadaan nya, Tapi ternyata kosong. Entah kemana jasson pergi nya.
''Di mana dia ?'' Batin bianca.
Karena di kamar tidak ada, Bianca mencari jasson di ruang kerja. Pintu nya di kunci dari dalam, Pertanda jasson ada di dalam.
''Jasson, Ayo kita bicara baik baik ya.'' Pinta bianca.
Tidak ada sahutan dari dalam, Tampak nya jasson masih betah dalam mode merajuk nya saat ini.
''Ya sudah kalau kamu belum mau bicara pada ku, Aku pergi ke rumah sakit lagi ya.'' Pamit bianca.
Baru dua langkah bianca berjalan, Terdengar kunci pintu yang di buka. Namun sosok jasson tidak terlihat.
Bianca membuka hendel pintu, Tampak di kursi mewah. Jasson sedang diam sambil menenggak minuman andalan nya.
Dengan sabar bianca mendekati jasson, Ia duduk di pangkuan sang singa jantan. Masih tidak ada respon dari nya.
''Aku tidak sengaja tadi bertemu dengan dia, Saat kami pulang dari mall. Kami makan di restoran itu, Tak lama draka datang dan langsung bergabung.''Cerita bianca.
''Kamu jangan diam saja dong.'' Ujar bianca menciumi pipi suami nya.
''Lalu kenapa kamu diam saja saat dia menyatakan kan cinta ?!'' Kesal jasson mengingat ucapan draka.
''Jadi maksud kamu, Aku harus jawab i love you juga ?'' Tanya bianca.
''Berani kau melakukan itu! Ku buat kau tidak bisa berjalan!'' Ancam jasson meremas semangka gantung.
''Aku siap tidak bisa berjalan sayang.'' Tantang bianca.
__ADS_1
''Akan ku kabul kan.''Seringai jasson langsung membuka kancing kemeja bianca.
Akhir nya peradukan pun terjadi, Hanya terdengar teriakan puas dari mulut mereka. Namun pintu ruang kerja jasson tak juga terbuka meski sudah ada jeritan panjang.