
Tok, Tok.
''Masuk.''
Dokter frisca masuk dengan langkah ketar ketir, Dia tidak tau jika bianca akan kembali masuk kerja hari ini.
''Ada apa memanggil saya nona ?'' Tanya frisca pelan.
''Tentu saja untuk mengoreksi kesalahan mu.'' Sinis bianca.
''Maaf untuk sebelum nya nona, Tapi saya memang akan melakukan operasi hari ini pada pasien itu.'' Jelas frisca.
''Dia sudah lima hari di sini frisca, Dan selama itu pula kau selalu memberi janji palsu untuk melakukan operasi.'' Sentak bianca.
Pucat pasi wajah frisca karena takut dengan amarah bianca, Sedang kan jasson menatap kagum kepada kekasih nya.
''Kau di gaji oleh daddy ku untuk menolong orang frisca, Tapi karena wanita itu kurang mampu kau malah menyia nyia kan dia!'' Bentak bianca.
''Maaf kan saya nona.'' Lirih frisca dengan nada melas.
''Maaf saja yang kau tau, Apa pun juga bukan!'' Maki bianca.
Kata pamungkas sudah keluar dari mulut bianca, Emosi nya sungguh tidak bisa di kendali kan.
''Pergi dari sini, Kau bisa mengambil gaji mu untuk bulan ini.'' Usir bianca.
''Tidak nona, Jangan pecat saya.'' Hiba frisca.
''Pergi!!''
Ada rasa malu dan dendam di dalam hati frisca karena pengusiran bianca, Kini ia sudah kehilangan pekerjaan nya.
''Dasar wanita sombong, Kau kira jika aku tidak bekerja di rumah sakit mu ini. Aku tidak akan makan ? Masih banyak rumah sakit lain yang akan menerima ku.'' Teriak frisca.
''Hanya rumah sakit bodoh yang mau menerima mu.'' Sinis bianca.
''Kita lihat saja, Aku akan bekerja di rumah sakit milik nyonya gefari.'' Kesal frisca keluar dari ruangan bianca.
''Brengsek sialan!'' Maki bianca melempar semua berkas nya.
Jasson mendekati bianca yang sedang emosi, Di peluk nya tubuh bianca hingga tenggelam dalam pelukan.
''Tenang lah.'' Ujar jasson mengelus punggung bianca.
''Kenapa kau manis sekali ?'' Heran bianca pada sikap jasson.
__ADS_1
''Memang aku manis.'' Ujar jasson mencium kening bianca.
''Ada mau mu saja maka nya manis.'' Rutuk bianca.
Jasson masih saja betah memeluk tubuh bianca, Sesaat gadis ini teringat untuk membujuk jasson.
''Kemari.'' Ajak bianca menarik tangan jasson untuk duduk di sofa.
''Ada apa ?'' Tanya jasson menaik kan bianca kepangkuan nya.
''Bukan kah hubungan mu dengan jessi baik baik saja, Kenapa kalian tidak menikah saja.'' Ujar bianca perlahan.
''Mengapa ?''
''Usia mu sudah cukup matang jasson, Bukan kah indah jika kalian berumah tangga.'' Sahut bianca berusaha meyakin kan jasson.
''Bagai mana jika kita saja yang menikah ?'' Tawar jasson mencium sekilas bibir bianca.
Mendengar ucapan jasson, Bianca malah tertawa kencang hingga membuat jasson menatap nya heran.
''Aku tidak tertarik dengan pernikahan.'' Ujar bianca masih tertawa.
''Bagai mana jika kita menikah satu tahun, Jika tidak cocok maka kita bisa bercerai.'' Usul jasson kekeh.
''Bukan pernikahan yang aku takut kan tuan jasson, Perceraian lah yang tidak ingin aku alami.'' Ujar bianca mengelus rahang jasson.
''Namun banyak yang terjadi, Sedang kan kau belum menikah saja sudah menawar kan perceraian.'' Jawab bianca tersenyum kecut.
''Maksud...
''Tidak mengapa, Pulang sana.'' Usir bianca berdiri dari pangkuan jasson.
Tapi jasson dengan cepat menarik kembali bianca kepangkuan nya, Sehingga mau tidak mau gadis ini kembali kepangkuan.
''Kenapa kau mengusir ku ? Apa kau ingin pacaran dengan pria itu.'' Tanya jasson mulai kesal.
''Tunggu lah aku di mansion mu, Nanti aku akan kesana.'' Janji bianca.
Wajah girang jasson terlihat jelas mendengar ucapan bianca, Secepat kilat ia berdiri dan merapi kan kemeja nya.
''Aku pulang.'' Pamit jasson melangkah pergi.
Mata bianca menatap langkah jasson yang semakin menjauh, Ia bertekad akan menyerah kan tubuh nya malam ini.
...****************...
__ADS_1
Buggati berwarna hitam terparkir di halaman mansion jasson, Gadis cantik yang menggunkan mantel hitam turun dari mobil dengan gaya nya elegan.
"Selamat datang nona bianca." Sapa bodyguard sopan.
"Di mana tuan kalian ?" Tanya bianca.
"Mari saya antar nona." Jawab bodyguard.
Bianca berjalan di belakang bodyguard menuju kamar utama jasson, Hingga sampai lah ia dilantai tiga tempat kamar yang akan menjadi saksi bisu.
"Silah kan masuk nona." Ucap bodyguard.
Aroma wangi menusuk hidung bianca, Susana yang remang remang membuat nya sedikit merinding.
Klik.
Lampu menyala terang hingga mata bianca melihat pria yang sedang duduk di sofa tanpa menggunakan apa pun, Bahkan dinosaurus nya yang masih tidur langsung menarik perhatian bianca.
"Tidak dingin kah kau paman ?" Tanya bianca membuka mantel nya.
"Waah!!"
Tanpa sadar bibir jasson mengeluar kan kata wah, Saat mantel terbuka dan jatuh kelantai. Ternyata bianca hanya menggunkan dalaman saja.
"Kemari baby." Ajak jasson.
Bianca berjalan mendekati jasson, Kaki nya naik sebelah kepaha jasson. Bahkan bianca langsung menyerang bibir lawan nya, Lidah mereka bertemu dan saling bertengkar.
"Hmmpp."
Erangan bianca tertahan saat jasson merem4s buah semangka nya dengan kencang, Tali tipis langsung putus saat jasson menarik nya.
"Aku suka yang berwarna pink seperti ini." Bisik jasson menj!lat boba milik bianca.
"Heleh, Gaya nya suka pink! Tapi milik mu saja hitam." Hina bianca.
Rasa malu menjalar di wajah jasson, Untuk menutupi rasa malu nya. Jasson langsung menyerang bianca di atas ranjang.
''Jika sakit gigit saja aku ya.'' Ujar jasson yang langsung bekerja.
Bianca merasa bagian tubuh bawah nya seakan tertusuk benda tumpul, Rasa sakit dan perih bersatu di sana.
Tanpa terasa air mata nya meleleh kepipi, Jasson masih berusaha mendobrak pintu yang tergembok rapat itu.
''Sakit jasson.'' Rintih bianca.
__ADS_1
''Tahan sebentar ya.'' Bisik jasson.
Satu kali hentakan, Akhir nya bianca tidak lagi berstatus perawan. Hilang sudah mahkota nya di renggut oleh pria ini.