Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
adu mekanik


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Bianca menatap alat tes kehamilan dengan perasaan kacau, Sudah tujuh ia telat datang bulan. Saat bianca mengecek nya, Kini terpampang dua garis merah.


''Kenapa kau harus hadir sekarang nak.'' Isak bianca menyandar kan kepala nya.


Hubungan nya dengan jasson sedikit renggang setelah kejadian tempo lalu, Sekali pun jasson tidak pernah menemui nya. Setidak nya itu lah yang bianca kira, Karena sebenar nya jasson selalu datang setiap malam di kamar nya.


''Tapi aku harus memberi tahu dia.'' Ujar bianca resah.


Tekad untuk berterus terang kepada daddy nya sudah bianca kumpul kan, Meski nanti gara akan menolak nya. Tapi kehamilan ini bisa bianca jadi kan senjata.


Tok, Tok.


''Masuk.''


Bianca menatap malas ketika melihat siapa yang masuk kedalam ruangan nya, Segera ia menyembunyikan alat tes kehamilan.


''Ada apa kau kemari ?'' Tanya bianca dengan nada tidak senang.


''Hanya ingin melihat seberapa mewah nya hidup saudara ku ini.'' Jawab jessica duduk di hadapan bianca.


''Jika tidak ada hal yang penting keluar lah, Aku sedang sibuk!'' Usir bianca.


''Bagai mana hubungan mu dengan jasson ?'' Tanya jessica tidak peduli pada usiran bianca.


Diam tidak ada jawaban, Namun jessica tidak ingin segera meninggal kan kakak nya. Dengan santai nya ia meminum jus alpokat milik bianca.


''Kasih sayang orang tua dan juga harta melimpah, Di tambah dengan jabatan tinggi hingga bisa di bilang kau lah pemilik rumah sakit besar ini. Namun kenapa kau tidak juga puas bianca ? Kenapa kau masih mengambil kasih sayang jasson dari ku ?!'' Tanya jessica menatap tajam kakak nya.


''Aku bersama jasson itu juga karena kau!'' Teriak bianca mulai emosi.


''Namun itu bisa hanya sekali, Tapi sekarang kau melibat kan perasaan!'' Balas jessica tak kalah keras.


Bianca terdiam karena ucapan jessica benar, Jika ia tidak melibat kan perasaan. Maka mereka hanya akan sekali melakukan nya dan tidak bersama lagi.


''Tidak bisa kah kau berikan dia untuk ku ?'' Tanya jessica pelan.


''Tidak!''


Sraak.


Berkas yang ada di meja bianca jatuh berserakan karena di buang oleh jessica, Usai membuang berkas. Jessica melangkah pergi meninggal kan ruangan bianca.


''Karena aku hamil jessi, Aku tidak bisa merela kan dia untuk mu.'' Lirih bianca mengusap air mata.


Mansion de lamozada.


Jasson duduk bersantai di gazebo sambil menikmati segelas wine, Di tangan kiri nya ada foto wanita cantik yang membuat hidup nya kacau.


Berulang kali ia menciumi foto bianca, Rasa rindu di hati nya sangat membuncah. Namun jasson bertekad untuk memberi dokter cantik nya pelajaran karena sudah tidak mengakui dia.


''Permisi tuan.'' Ujar big menunduk hormat.


''Ada apa ?'' Tanya jasson tanpa menoleh.


''Tuan mendapat undangan malam nanti dari tuan sagara.'' Lapor big.


''Hah, Yang benar kau big ?'' Kaget jasson langsung berdiri.


''Iya tuan, Tadi scot yang memberi tahu saya.'' Jawab big.


''Hahahaha, Ini berkah untuk ku big.'' Teriak jasson tanpa sadar memeluk bodyguard nya.

__ADS_1


Big hanya diam karena takut untuk protes, Sedang kan jasson masih memeluk nya sambil tertawa kencang.


Jasson berpikir gara mengundang dia karena bianca sudah mengakui hubungan mereka, Sehingga gara ingin bertemu dengan nya untuk membicarakan masalah ini.


''Kenapa anda berpelukan tuan ?'' Tanya lukas yang baru datang.


''Shiit!''


Umpatan langsung keluar dari mulut jasson karena sadar sudah memeluk big sejak tadi, Lukas mengerenyit heran dengan tingkah bos nya ini.


...****************...


Pukul enam sore.


''Ayo kita berangkat.'' Ajak jasson pada big dan lukas.


''Tapi undangan nya malam tuan.'' Protes big.


''Jam berapa memang nya ?'' Tanya lukas.


''Undangan makan malam, Sekitar pukul delapan lah.'' Jawab big.


''Sekarang kan sudah pukul enam lewat, Perjalanan nanti sekitar satu jam.'' Ujar jasson kekeh ingin segera berangkat.


Kedua bodyguard hanya bisa menuruti ucapan tuan nya meski ada rasa dongkol di hati mereka, Namun akhir nya mereka berangkat.


Mansion vander veken.


Gara duduk dengan wajah mengeras, Di samping nya juga ada gefari sahabat klop nya. Berulang kali ia menenggak wine dari gelas dalam satu tegukan.


''Belum sempat kau bicara pada nya sudah mati duluan.'' Cetus gefari.


''Gefari.'' Joana menepuk pundak gefari.


''Kepo saja kau.'' Jawab gara cuek.


Karena baik gefari atau pun joana, Mereka tidak tau apa yang akan gara bicara kan pada jasson.


''Kenapa lama sekali dia datang nya!'' Rutuk gara berulang kali melihat jam di tangan nya.


''Sabar sayang.'' Ujar joana mengelus pundak suami nya.


''Terima kasih, Beruntung sekali aku mendapat kan istri yang sangat sabar seperti mu.'' Ucap gara memegang tangan joana.


''Bangs*t! Kenapa kalian malah bermesraan?!" Maki gefari jeolus.


"Aakkh maaf kan kami ya janda." Ejek joana.


"Hey ku tampar mulut mu!" Ancam gefari keki sendiri.


Sepasang suami istri ini tertawa kencang melihat wajah manyun gefari, Sedang kan yang di ejek langsung melipat kaki dan membuang muka.


"Permisi tuan, Tuan jasson sudah datang." Lapor scot.


"Bawa dia kemari." Titah gara.


Lima menit kemudian jasson datang dengan tangan nya membawa bingkisan berisi buah buahan, Dan bukan hanya satu. Total semua ada sepuluh bingkisan.


"Banyak sekali bawaan mu." Ujar gefari menatap adik ipar nya.


"Tidak masalah." Sahut jasson duduk di sebelah gefari.


"Terima kasih ya jasson." Ujar joana ramah.

__ADS_1


"Sama sama." Jawab jasson tersenyum.


Sedang kan gara masih diam menatap jasson dengan tajam, Jika menuruti emosi nya. Ingin sekali ia menghajar pria ini.


"Karena kau sudah ada di sini, Aku langsung saja bertanya hubungan mu dengan putri ku." Ujar gara.


"Hubungan ku dengan nya baik baik saja." Jawab jasson.


"Bukan itu yang ku maksud! Aku tidak ingin jika kau hanya mempermain kan anak ku lalu meninggal kan nya." Bentak gara.


"Mungkin dulu aku memang pemain wanita gara, Tapi aku bersumpah. Setelah aku bertemu putri mu, Aku hanya menjalin hubungan dengan nya." Jawab jasson serius.


"Astaga, Manis sekali anggur ini." Cetus gefari yang makan buah dari bingkisan gara.


Sontak saja tiga manusia itu menoleh kepada gefari, Merasa semua orang menatap nya. Gefari menolah dan tersenyum canggung.


"Ada saja ulah janda ini." Kesal gara.


"Mulut mu gara!" Teriak gefari.


"Itu fakta nya, Lalu kau mau apa?" Tantang gara malah emosi sungguhan.


"Aku mau kau menutup mulut sialan mu itu." Ujar gefari mendekati gara.


"Aku tidak mau!" Kesal gara.


"Dasar sialan!"


Akhir nya baku hantam pun terjadi, Rambut panjang gefari menjadi sasaran jambak gara. Sedang kan gefari menarik kuping gara. Dua manusia tidak sadar usia itu saling adu mekanik berguling di lantai.


"Dasar janda sialan!"


"Kau pun pernah jadi duda goblok!"


"Astaga gefari, Gara!" Teriak joana panik.


"Kenapa daddy mom ?" Jessica yang baru datang ikut panik melihat daddy nya berguling guling di lantai.


"Bantu pisah kan mereka jasson!" Teriak joana.


Jasson dan joana berusaha memisah kan dua manusia ini, Namun ternyata tenaga mereka sangat lah kuat.


"Aduuh kenapa kau mencakar ku ge!" Teriak jasson karena lengan nya terluka.


"Scooot!!"


Scot yang merasa nama nya di panggil langsung masuk, Ia kaget melihat adegan di lantai yang dingin.


"Aduh kau menjambak ku gara!" Teriak joana karena gara salah sasaran.


Akhir nya setelah cukup alot untuk di pisah kan, Kini mereka sama sama duduk di sofa dengan tampilan amburadul.


"Tidak sadar usia kalian hah ?! Masih saja suka bertengkar seperti anak kecil!" Jhon yang di telepon langsung datang untuk memarahi adik nya.


"Aku hanya makan anggur dia malah mengatai ku janda." Lirih gefari.


"Kenapa kau marah, Bukan kah kau memang janda." Sahut jhon pula.


"Meski aku janda, Tapi jangan menjadi olokan lah." Ujar gefari.


"Dan kau gara, Mulut mu itu jangan suka mengatai adik mu terus." Ucap jhon mengingat kan.


"Iya."

__ADS_1


Jhon duduk sambil memijat kening nya, Dari dulu ia selalu di buat pusing dengan tingkah laku adik adik nya.


__ADS_2