Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Merajuk


__ADS_3

''Jika kau sampai berani melakukan itu, Habis lah kau di tangan ku!'' Ancam jasson serius.


''Aku tidak ingin jika anak ku lahir tanpa ayah jasson.'' Isak bianca gemetar.


''Aku ayah nya bianca!'' Sentak jasson.


Jantung bianca seakan mau melompat ketika mendengar bentakan jasson, Pria yang selalu berbicara lembut pada nya. Kini dengan keras mengeluar kan bentakan.


''Kau ibu yang kejam hingga tega membunuh anak mu sendiri, Apa kau tidak sadar kalau cara mu itu salah ?!'' Teriak jasson masih dengan nada yang sama.


Bianca semakin terpojok kedinding karena jasson semakin menghimpit nya, Rasa takut bianca semakin menjadi pada pria ini.


''Cara ku memang salah jasson, Karena dari awal hubungan kita juga sudah salah.''Bianca masih punya nyali untuk menjawab ucapan jasson.


''Tutup mulut.!''


Buaak.


Dengan geram nya, Jasson meninju dinding hingga tangan nya mengeluar kan darah segar. Bianca langsung panik.


''Jangan begini jasson, Kemari kan tangan mu.'' Pinta bianca.


''Lepas kan! Luka ini tidak seberapa di banding kan dengan luka yang gores di hati ku.'' Sengit jasson berlalu pergi meninggal kan bianca.


Jatuh merosot tubuh bianca kelantai marmer yang dingin, Di dalam hati ada suara yang menyalah kan tindakan nya. Namun otak nya masih saja memikir kan perasaan jessica.


''Aku harus bagai mana ini.'' Keluh bianca serba salah.


Pagi hari.


Semua orang sudah duduk di meja makan sambil menyantap hidangan nya, Jessica datang dengan terburu buru dari kamar nya.


''Sorry mom, Jessi kesiangan.'' Cengir jessica.


''Ayo duduk sayang.'' Ajak joana mengambil kan sarapan untuk putri bungsu nya.


''Mau kebutik hari ini ya jess ?'' Tanya gara sambil mengunyah roti.


''Iya dad, Ada pesanan yang harus jessi selesai kan dalam satu minggu.'' Sahut jessica.


''Pesanan nya baju apa sayang ?'' Tanya joana.


''Baju pengantin mom.'' Jawab jessica.


Saat semua orang sedang bercakap cakap, Bianca masih diam tenggelam dalam lamunan nya sendiri.


Terlihat jelas dari raut wajah nya jika beban pikiran gadis ini sedang menumpuk, Gara pun bisa melihat itu semua.


''Bianca mau tambah lagi nak ?'' Tawar joana.


''Tidak.''

__ADS_1


''Susu nya mau lagi ?'' Tawar joana.


''Tidak.''


''Kau itu kenapa sih ? Mommy menawari mu tapi hanya tidak tidak saja.'' Cetus jessica sewot.


''Karena aku memang tidak mau!'' Jawab bianca datar.


''Kau sedang PMS ?'' Tanya jessica ingin menggoda kakak nya.


''Tidak!''


''Atau kau sedang patah hati.'' Goda jessica semakin menjadi.


''Bisa kah kau tutup mulut mu! Kenapa kau selalu mengeluar kan suara yang tidak penting!'' Bentak bianca langsung menodong kan senjata nya kearah jessica.


''Bianca!''


Gara dan joana berseru kaget dengan tindakan putri nya, Sedang kan jessica hanya bisa terdiam ketakutan.


''Simpan senjata mu bi.'' Pinta gara pelan.


''Ayo sayang, Anak baik jangan begini ya sayang.'' Rayu joana.


Praangg.


''Jaga mulut kotor mu itu! Apa pun juga bukan cuiih.''


''Ada apa dengan nya ?'' Heran joana.


''Kau kan mommy nya, Seharus nya kau tau tentang putri mu.'' Ketus gara ikut pergi.


Joana mendesah berat, Sebenar nya ia pun ingin kembali dekat dengan putri sulung nya. Namun bianca sangat menjaga jarak terhadap diri nya.


...****************...


Pukul dua sore bianca berjalan keluar dari ruang operasi, Untung saja ia masih konsisten dalam urusan pekerjaan.


Dengan langkah lamban ia membuka pintu ruangan nya, Ada sedikit rasa kaget ketika melihat sang mommy sudah tersenyum menyambut nya.


''Sudah selesai operasi nya ?'' Tanya joana menyambut bianca.


''Sudah mom.'' Jawab bianca masih dengan nada biasa nya.


''Ayo duduk, Mommy tadi membuat ayam pedas manis kesukaan mu.'' Joana membuka kotak bekal.


''Tidak usah repot lah mom.'' Sahut bianca sambil melongok juga.


''Tidak, Ayo cicipi.'' Ajak joana.


Satu potong ayam bianca ambil menggunakan sumpit, Terasa sangat nikmat karena bianca memang sangat menyukai masakan ini.

__ADS_1


''Kenapa bianca selalu menjaga jarak dari mommy nak ?'' Tanya joana pelan.


''Hanya perasaan mommy saja.'' Sahut bianca memfokus kan pada makanan.


''Tidak bi, Semua orang di rumah bisa melihat nya.'' Ucap joana dengan mata mulai mengambang.


Helaian nafas bianca terdengar berat, Di letak kan nya sumpit, Dan kasar ia mengelap mulut nya.


''Meski pun kita dekat, Itu tidak akan ada arti nya bagi mu mom.'' Jawab bianca berusaha menahan air mata.


''Kenapa bianca berkata begitu nak ?'' Cecar joana.


''Karena mommy tidak menyayangi ku, Kalau pun mom sayang pada ku itu hanya dua puluh persen, Yang delapan puluh persen untuk jessica.'' Kesal bianca membuang muka.


''Bianca salah sayang, Mom menyayangi kalian itu tidak pernah berbeda. Kasih sayang mom itu sama rata karena kalian sama sama lahir dari rahim mommy.'' Isak joana merangkul bianca namun di tepis.


''Namun sejak kecil mommy selalu menyalah kan bianca jika jessica sampai jatuh dan terluka.'' Teriak bianca menjauhi joana.


''Ya kan bianca kakak sayang, Jessica itu adik kecil.'' Rayu joana susah payah.


Meski usia bianca sudah hampir dua puluh empat, Namun jika sudah merajuk. Maka sifat kekanakan nya akan keluar.


''Mommy selalu meminta ku mengalah pada jessica karena alasan dia masih kecil, Lalu sekarang mom meminta ku mengalah karena alasan apa ?!'' Teriak bianca.


''Tidak, Mommy tidak meminta apa pun dari bianca saat ini sayang. Mom hanya ingin hubungan kita hangat seperti dulu.'' Ucap joana masih berusaha memeluk putri nya.


''Jadi mommy datang bukan untuk meminta aku merela kan jasson ?'' Selidik bianca.


''Jadi bianca memang punya hubungan dengan jasson ?!'' Pekik joana kaget.


Bianca menutup mulut karena merasa keceplosan, Kini joana malah tau hubungan nya dengan jasson.


''Jawab mommy sayang ?'' Pinta joana menahan gundah hati nya.


''Iya mom, Semula bianca juga tidak menyangka jika harus jatuh cinta pada uncle nya jesslyn.'' Jawab bianca menunduk.


Joana meraih tubuh anak nya dan memeluk erat, Ia paham bagai mana rasa nya jatuh cinta. Karena joana juga pernah merasa kan nya, Bahkan dulu cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan. Karena gara belum biaa move on dari giska mantan istri nya.


''Sejauh mana hubungan kalian nak ?'' Tanya joana membawa bianca kembali duduk.


''Kami sudah melakukan hubungan badan mom, Meski semula karena terpaksa. Namun bianca malah jatuh cinta sungguhan pada nya.'' Jujur bianca.


Seketika joana menahan nafas mendengar cerita putri nya, Pantas saja bianca merasa tidak rela jika harus mengalah pada adik nya.


''Apa jasson sungguh mencintai mu ?'' Tanya joana lagi.


''Iya mom, Karena itu pula dia memutus kan hubungan nya dengan jessica. Karena jasson ingin memiliki hubungan yang serius dengan ku.'' Ujar bianca pelan.


Joana percaya jika jasson memang memiliki niat serius kepada bianca, Karena bisa di lihat dari sikap jasson tadi malam. Ia sangat marah ketika tau kalau gara meminta nya menikahi jessica bukan bianca.


Hola bestie, Jangan lupa dukungan nya ya.Tripel up loh ini.

__ADS_1


__ADS_2