Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Draka atau neraka


__ADS_3

Bianca sedang di sibuk kan dengan berkas yang ada di meja nya, Untung saja ia tidak ada jadwal operasi.


''Aku mau melihat big dulu lah.'' Batin bianca teringat bodyguard suami nya.


Entah kenapa, Bianca merasa senang mengobrol dengan big. Pemuda yang cukup lucu di mata bianca.


''Eehh.''


Langkah nya terhenti ketika jessica masuk kedalam ruangan nya, Adik nya datang sambil membawa dua gelas es kesukaan nya.


''Apa kau sedang sibuk ?'' Tanya jessica duduk di sofa.


''Sudah selesai pekerjaan ku, Aku mau melihay big tadi.'' Jawab bianca ikut duduk.


''Siapa dia ?'' Heran jessica.


''Bodyguard nya jasson, Masa kau tidak tau.'' Ujar bianca mengambil gelas boba.


Jessica tampak mengingat ingat big yang di maksud oleh bianca, Kemudian ia teringat dengan pemuda yang memiliki kuncir.


''Yang rambut nya di kuncir itu ya ?'' Tanya jessi memastikan.


''He'em.''


''Kenapa dia masuk rumah sakit ?'' Tanya jessica penasaran.


''Di gigit buaya.''


''Oh.''


Jessica juga mengambil gelas boba dan meminum nya, Hubungan mereka sedikit membaik meski tidak terlalu akrab.


''Bagai mana hubungan rumah tangga mu ?'' Tanya jessica pelan.


''Baik baik saja.''


''Apa sudah ada tanda keponakan ku ?'' Tanya jessica tersenyum melirik perut bianca.


''Kenapa ? Bukan kah dulu kau yang membunuh nya!'' Kesal bianca.


''Aku sungguh tidak bermaksud melakukan nya bi, Saat itu aku di kuasai emosi. Tolong maaf kan aku ya.'' Sesal jessica.


Bianca tidak menyahuti ucapan jessica, Ia membuang muka karena kesal. Masih terbayang saat ia mengandung dulu.


''Maaf kan aku ya bi, Aku sungguh tidak sengaja.'' Hiba jessica.


Hanya lirikan yang bianca berikan, Sedang kan jessica sudah hampir menangis karena menyesal.


''Dia pasti akan menampar nampar pipi nya sendiri.'' Batin bianca yang hapal dengan kebiasaan adik nya.


Plak, Plak.


Benar saja ucapan bianca, Jessica menampar pipi nya sebanyak dua kali. Cap tangan terlihat di wajah nya yang putih mulus.


''Ayo main ke mall, Aku yang akan mentraktir mu.'' Ajak jessica.


''Mau beli apa juga di mall.'' Sahut bianca ogah.


''Lihat lihat saja dulu, Siapa tau nanti bisa tertarik.'' Paksa jessica sambil menarik bianca keluar.


Di Mall.


Pluk.

__ADS_1


Kepala bianca di hantam kain berwarna merah terang, Pelaku nya sudah pasti adalah jessica.


''Apa ini ?'' Heran bianca.


''Beli lah linggeria itu.'' Sahut jessica yang masih sibuk memilih.


''Untuk apa aku membuang uang untuk membeli jaring ini.'' Tolak bianca yang sayang uang nya.


''Ini tuh untuk menyenang kan suami bi, Jasson biar semakin waow saat melihat mu nanti.'' Ujar jessica.


''Tidak pakai ini saja tiap malam dia meniduri ku!'' Sahut bianca keras.


Pelanggan yang lain menoleh kearah dua kakak beradik itu, Bukan main malu nya jessica karena di tatap banyak orang.


''Mulut mu!'' Kesal jessica.


''Apa? Aku bicara fakta kok.'' Ujar bianca santai.


Tidak ingin jika mulut bianca semakin frontal, Jessica segera menyambar beberapa linggeria untuk di bawa kekasir.


...****************...


Alpahard berwarna hitam tampak melaju menuju sebuah resto, Jasson sedang memeriksa file yang masuk di email nya.


"Big sudah membaik kah lukas ?" Tanya jasson yang memag belum sempat melihat big di rumah sakit.


"Luka nya sudah mulai kering tuan, Tapi dia masih harus banyak istirahat." Jawab lukas.


"Kita sampai tuan." Beri tahu lukas.


Jasson turun dari mobil menuju resto, Karena ia ada janji dengan klien nya di resto ini. Kaca mata hitam bertengger di hidung nya yang mancung.


"Lihat lah pria itu." Bisik pengunjung wanita.


"Om ambil aku jadi sugar baby mu dong." Balas lain nya.


Lukas tampak menatap risih melihat gadis gadis yang tidak tahu malu itu, Jika bukan karena klien penting. Jasson pasti sudah menolak untuk metting di sini.


"Itu nyonya dayana tuan." Ujar lukas menunjuk wanita.


Tampak di meja nomor sebelas, Dayana duduk menunggu kedatangan jasson. Meski sudah berumur, Namun kecantikan dayana masih terlihat.


"Maaf menunggu lama nyonya." Sapa jasson membuka kaca mata nya.


Deg.


Dayana terpukau oleh ketampanan tuan de lamozada, Mata nya tidak berkedip melihat wajah jasson.


"Nyonya." Jasson menjentik kan jari.


"Eh iya tuan." Jawab dayana tersenyum malu.


"Bisa kita mulai ?" Tanya jasson.


Bukan nya jasson tidak tau kalau dayana jatuh hati pada nya, Karena status wanita ini adalah perawan tua.


"Proyek kita yang ada di semarang akan menjadi hotel sebanyak sebelas lantai." Ujar jasson.


"Oke saja." Sahut dayana.


Mereka sibuk membahas masalah pekerjaan secara profesional, Meski dayana berulang kali curi pandang kepada jasson.


Sementara di meja nomor sepuluh, Tiga orang muda mudi sedang bercanda dengan gelak tawa.

__ADS_1


"Kau itu bau sekali." Ejek jessica menjitak kepala draka.


"Nama nya juga kentut jess, Kalau wangi ya cinta ku pada bianca." Sahut draka.


"Hahahah! Gombalan tidak bermutu." Sahut bianca tertawa.


"Yang penting bisa menggombal." Ujar draka ikut tertawa.


"Dasar neraka!" Ketus jessica.


"Heh mulut mu!" Teriak draka menyumpal jessica dengan kue mochi.


"Aarrkh, Sialan kau neraka!" Teriak jessica.


Bianca tertawa melihat kehebohan adik dan teman nya, Bahkan perut nya sampai kaku untuk tertawa.


"Ku rasa kalian cocok jika pacaran." Ujar bianca.


"Cih!"


Serentak mereka berdua berdecih jijik, Sedang kan draka memiring kan bibir nya dengan gaya mengejek.


"Karena benci jadi cinta loh." Goda bianca.


"Iya bi, Dulu aku membenci mu. Tapi srkarang aku mencintai mu." Sahut draka.


"Katakan sekali lagi!!"


Bentakan jasson membuat tiga orang itu tersentak kaget, Bianca ketakutan melihat wajah jasson yang merah padam karena emosi.


"Sayang!"


Grep.


Kerah kemeja draka di cengkeram erat oleh jasson, Tubuh draka yang memang jauh lebih kecil jadi ikut terangkat.


"Berani kau mencintai istriku bangsat!!" Maki jasson kalap.


"Dia hanya berjanda jasson eeh bercanda maksud ku." Gugup bianca.


"Tidak ada bercanda dengan istri orang!" Sentak jasson.


"Tapi kami memang hanya bercanda jasson." Jessica ikut menjelas kan.


"Bercanda ?! Katakan pada ku kalau kau memang hanya bercanda!" Bentak jasson mengguncang tubuh draka.


"Tidak! Aku tidak bercanda!" Jawab draka tanpa rasa takut.


"Apa yang kau katakan draka?!" Kesal bianca.


Gdubrak, Praang.


Draka terpelanting hingga membuat meja pecah berantakan, Tampak pemuda itu meringis ngilu karena lengan nya sobek terkena kaca.


"Pulang sekarang!" Tegas jasson menarik istri nya.


Meski cekalan jasson terasa sakit di tangan nya, Namun bianca tidak mengeluh. Karena ia tau suami nya sedang marah besar kepada nya, Percuma saja ia mengeluh sakit.


"Masuk!"


Brak.


Pintu mobil di banting dengan kuat ketika bianca sudah masuk kedalam, Jasson juga masuk kedalam lewat pintu samping.

__ADS_1


"Habis lah aku." Batin bianca ketakutan.


__ADS_2