
''Dengar tidak ?'' Tanya bianca menoleh jasson yang berada di belakang nya.
''Yah.'' Angguk jasson.
Bianca dan jasson mendatangi suara yang memanggil nama mereka, Lebih tepat nya nama bianca.
''Bianca!!''
Gara sudah panik karena putri nya belum juga ketemu, Sedang kan hari sudah mulai malam dan jika sudah gelap. Maka akan semakin sulit untuk menemukan.
''Daad aku di sini.'' Balas bianca berteriak.
''Itu nona bianca tuan.'' Tunjuk scot.
Bukan main senang nya gara karena berhasil bertemu lagi dengan anak nya, Namun ia menatap heran pada jasson yang terlihat cuek.
''Kamu baik baik saja sayang ?!'' Tanya gara memeluk bianca.
''Aku oke dad.'' Jawab bianca.
Bisa di lihat oleh jasson jika gara sangat menyayangi bianca, Semakin besar perasaan jasson untuk mendapat kan hati bianca.
''Bagai mana anda bisa bersama nona bianca tuan ?'' Tanya scot sopan.
''Kebetulan aku melihat nya sedang di kroyok di tengah jalan, Jadi aku menolong nya. Tapi mobil kami masuk jurang hingga kami tersesat di hutan.'' Jelas jasson apa ada nya.
''Siapa yang menyerang mu bi ?'' Tanya gara.
''Draka dad.'' Jawab bianca.
''Masih berani dia mencari masalah!'' Geram gara tidak bisa menahan emosi.
Karena hari juga sudah gelap, Gara segara mengajak bianca pulang. Tak ketinggalan juga jasson. Sebagai rasa terima kasih, Gara mengajak untuk mampir kemamsion nya.
Tentu saja ajakan itu di sambut hangat oleh jasson, Hanya bianca yang tampak tidak senang.
''Mobil bianca sudah di ambil dad ?'' Tanya bianca teringat mobil nya.
''Sudah, Uncle scot yang membawa nya tadi.'' Jawab gara mengelus kepala bianca.
''Terima kasih uncle.'' Ujar bianca tersenyum manis.
''Sama sama.'' Jawab scot.
Tanpa sadar jasson tersenyum melihat sikap manis bianca, Jika saja tidak ada gara. Sudah habis bianca di terkam nya, Setelah sekian lama. Baru kali ini jasson sangat tertarik pada wanita.
''Ku dengar draka punya kebun ganja.'' Ucap jasson membuka percakapan dengan gara.
''Iya, Sekitar dua hektar lebih.'' Jawab gara mengangguk.
''Aku punya rencana untuk membalas sialan itu.'' Sahut jasson melirik gara.
''Apa yang kau pikir kan ?'' Tanya gara penasaran pada mafia asal spanyol ini.
__ADS_1
''Nanti ku beri tahu.'' Jawab jasson tersenyum misterius.
''Baik lah, Kita pulang saja dulu.'' Putus gara.
''Tidak, Kita langsung keperkebunan milik draka.'' Ujar jasson.
''Oke.''
Sesuai dengan ucapan jasson, Scot mengemudi kan mobil nya tempat perkebunan milik drka.
Sedang kan jasson mulai menghubungi anak buah nya melalui ponsel gara, Bianca menatap wajah jasson yang terlihat semakin tampan saat sedang serius.
''Beres.'' Seringai jasson mengembalikan ponsel gara.
Setelah hampir dua jam perjalanan, Kini mereka sampai di perkebunan yang ternyata ada sebuah rumah mewah di tengah nya.
''Apa itu rumah draka juga dad ?'' Tanya bianca kagum dengan keindahan ini.
''Salah satu nya.'' Jasson yang menjawab.
''Apa yang kita lakukan sekarang ?'' Tanya gara penasaran dengan ide jasson.
''Tunggu lah di sini, Aku yang akan menemui dia.'' Ujar jasson.
Usai berkata, Jasson membuka pintu mobil dan melangkah turun. Sedikit senyum devil ia keluar kan.
''Pakai ini.'' Gara memberikan pistol nya.
Bayangan jasson semakin jauh dan perlahan menghilang, Mereka bertiga hanya menatap dari dalam mobil.
''Apa yang akan dia lakukan ?'' Tanya scot menatap gara.
''Entah lah, Aku masih belum percaya pada dia.'' Ujar gara mengusap wajah nya.
''Kenapa ?'' Tanya scot lagi.
''Jika bisa, Jangan sampai kita memiliki urusan dengan tuan jasson.'' Peringat gara menatap scot dan juga bianca.
''Ada dengan nya dad ?'' Tanya bianca penasaran.
''Dia sudah berubah tidak seperti dulu lagi, Terlalu banyak kemisteriusan tuan jasson de lamozada atau deruloh.'' Jawab gara.
''Baik lah dad.'' Jawab bianca mengangguk paham.
Jasson di dalam rumah draka.
Draka yang sedang bersantai menenggak wine langsung kaget karena kedatangan jasson, Kedatangan jasson yang tiba tiba membuat nya waspada.
''Selamat malam tuan muda draka.'' Sapa jasson.
''Malam.'' Jawab draka masih waspada.
''Jangan curiga pada ku, Aku hanya datang untuk mencicipi ganja mu.'' Ujar jasson tenang.
__ADS_1
''Sebuah kehormatan bagi ku jika tuan jasson mau mencicipi nya, Silah kan duduk tuan.'' Ujar draka girang.
Jasson duduk dengan anteng di sofa, Draka segera memberi nya lintingan yang tentu nya berisi barang terlarang itu.
''Nikmat sekali.'' Puji jasson menghembus kan asap rokok.
''Ganja milik ku kualitas nya tidak perlu di ragukan lagi tuan jasson, Katakan saja kau ingin berapa ?'' Ujar draka.
''Tidak banyak, Aku hanya ingin dua ton saja.'' Jawab jasson.
''Akan ku kirim kemansion mu.'' Janji draka.
Di luar rumah, Mereka bertiga di kaget kan dengan suara helikopter yang berdengung. Ternyata helikopter sedang membawa air yang untuk di siram kan.
''Mereka sedang menyiram, Tapi kenapa malam ya ?'' Heran scot.
''Entah lah.'' Ujar gara cuek karena sedikit dongkol jasson yang tidak keluar dari rumah draka.
Scot dan bianca keluar dari mobil sambil menikmati pemandangan meski pun terbatas karena gelap, Tanpa sengaja mereka malah terkena air dari helikopter.
''Ini bukan air uncle.'' Seru bianca mencium tangan nya.
''Benar kah ?'' Scot juga mencium lengan nya yang terkena.
Mereka menatap jasson yang keluar dari dalam rumah draka, Seringai menakut kan keluar dari bibir jasson.
Jasson melangkah sambil mengeluar kan mancis dan melempar kan ketanah, Rumput yang sudah tersiram bensin segera menyala.
''Dia cerdik sekali.'' Gumam scot kagum.
Api cepat menyambar keseluruh bagian yang terkena bensin, Kebun ganja langsung di lahap si jago merah yang menyambar nyabar.
''Keparat kau jasson deroluh!!'' Maki draka dari atas rumah nya.
Bodyguard draka dengan cepat menangani kebakaran itu, Namun mereka tidak sanggup memadang kan nya karena api sudah terlalu besar.
''Cepat masuk mobil.'' Perintah jasson membuka kan pintu untuk bianca.
Jiwa mafia jasson sudah keluar, Aura seram terasa jelas menyelimuti nya. Bianca dengan patuh memasuki mobil, Scot pun sedikit berlari masuk kebelakang kemudi.
''Akan ku balas kau jasson daruloh!'' Teriak draka penuh emosi.
Entah berapa banyak kerugian yang di derita nya, Rumah dan kebun sumber uang nya habis di lalap api yang berkobar.
''Cara kerja anda hebat.'' Puji gara menatap jasson.
''Tentu saja aku harus hebat tuan gara, Karena jika aku tidak hebat. Maka calon mertua ku tidak akan menerima kehadiran ku.'' Jawab jasson melirik bianca.
''Anda sudah punya calon ?'' Tanya gara.
''Sudah, Namun dia masih minta di kejar.'' Jawab jasson tersenyum.
Gara hanya mengangguk karena tidak ingin bertanya lebih jauh masalah pribadi nya jasson, Karena sesuai dengan ucapan nya. Gara tidak ingin memiliki urusan dengan jasson de lamozada.
__ADS_1