
Setelah tubuh adytia habis di makan oleh para buaya ganas itu, Akhir nya lima orang ini bisa turun kembali ketanah.
''Cepat lah jasson, Ayo kita lihat big.'' Desak bianca.
Mereka berjalan perlahan di air yang setinggi dengkul, Tubuh big tampak tergeletak dengan lalat yang mengerubuni nya.
''Apa dia masih bernafas ?'' Tanya niko ikut mendekat.
''Masih.'' Jawab jasson yang merasa kan nadi big.
''Kita harus membawa nya kerumah jasson.'' Ujar bianca.
''Tapi luka nya sangat parah bi.'' Sahut jesslyn yang ngeri melihat luka big.
Di bagian perut dan paha nya big, Menganga luka besar akibat gigitan buaya itu. Darah juga masih mengalir dari luka.
''Jadi maksud mu kita akan meninggal kan big di sini ?!'' Tanya bianca dengan nada tinggi.
''Kita tidak mungkin bisa menyelamat kan nya bi, Hanya akan membuat kerjaan saja.'' Jawab jesslyn pula.
''Aku tidak meminta mu menolong dia! Aku yang akan menjahit semua luka big!'' Sentak bianca mendorong bahu jesslyn.
''Kenapa kau mendorong ku ?!'' Kesal jesslyn.
''Karena kau tidak punya otak!'' Ketus bianca.
''Sudah, Kenapa malah bertengkar.'' Ujar niko menengahi.
Tidak ingin jika buaya yang menyimpan big datang lagi, Jasson dengan cepat menggendong big di pundak nya.
''Awas luka nya jasson.'' Ujar bianca.
''Yah, Ayo kita jalan lagi.'' Ajak jasson.
Hampir setengah jam mereka menelusuri hutan, Hingga akhir nya mereka sampai di halaman rumah kaca milik jasson.
''Akhir nya kita sampai.'' Bianca bersorak girang.
''Aaah, Akhir nya aku tidak ngeri lagi di kejar buaya.'' Ujar jesslyn memasuki rumah.
Jasson dengan perlahan membaring kan big di lantai yang ada karpet nya, Aroma amis menguar dari tubuh big.
''Eeuugg!''
''Big! Sadar lah big!'' Seru jasson menepuk pelan pipi bodyguard nya.
''Berikan koper ku.'' Pinta bianca pada bodyguard yang tersisa.
Koper bianca yang satu ini hanya terisi beberapa lembar baju, Sisa nya adalah obat obatan.
''Di mana obat bius nya ?!'' Panik bianca.
''Mungkin kamu lupa memasukan nya bi.'' Ujar jasson.
Tidak ingin malah ribut dengan obat bius, Bianca membuka kemeja big yang semula berwarna putih. Kini menjadi berwarna merah, Tampak pula menganga.
__ADS_1
''Pelan pelan bi.'' Ujar jesslyn yang ngeri sendiri.
''Diam lah sayang.'' Ujar niko karena tidak ingin jika bianca sampai naik darah lagi.
''Apa kita akan menjahit nya hidup hidup sayang ?'' Tanya jasson.
''Terpaksa kita lakukan, Karena aku tidak membawa obat bius.'' Jawab bianca yang dengan telaten membersih kan luka big.
''Sshh!''
Big mendesis ketika bianca sudah mulai menjahit luka nya, Jasson langsung memangku kepala big yang tergeletak.
''Kau harus kuat big!'' Ujar jasson memberi semangat.
''Aku masih hidup kah tuan ?'' Tanya big pelan.
''Tentu saja kau masih hidup, Jika kau mati siapa yang akan ku gaji.'' Jawab jasson.
''Aarrkkhh!''
Teriakan big nyaring memenuhi rumah kaca, Bianca sedikit gemetar karena hampir saja terkena tendangan big.
''Tahan sebentar big.'' Pinta bianca.
''Aakkh, Sakit sekali tuan.'' Rintih big pada tuan nya.
''Hanya sebentar ya, Nanti kau akan sembuh big.'' Hibur jasson.
''Bagai mana jika aku tidak sembuh tuan ?'' Tanya big dengan wajah pucat.
''Kau pasti sembuh! Percaya pada ku ya.'' Pinta jasson dengan mata berembun.
''Akhir nya selesai yang ini.'' Ujar bianca.
''Masih ada luka di paha kanan nya bi.'' Betitahu niko.
''Yah, Namun tidak separah ini uncle.'' Sahut bianca.
''Tapi dia akan lebih kesakitan.'' Jawab niko cemas.
''Kenapa memang nya sayang ?'' Tanya jesslyn tidak paham.
''Luka di perut hanya koyak, Yang di paha daging nya hilang.'' Bisik niko.
Bianca menahan nafas ketika melihat luka di paha big, Luka ini tidak akan bisa di jahit saat ini. Bianca hanya bisa memberikan kan obat dan membalut nya dengan perban.
''Obat ini harus rajin di oles, Agar daging nya cepat menyatu.'' Ujar bianca.
''Uncle, Bawa lah dia berganti baju. Agar bersih dan tidak bau amis lagi.'' Ucap jesslyn.
''Kalian pergi lah dulu, Aku akan membersih kan tubuh big.'' Titah jasson.
Karena big akan telanjang, Jesslyn dan bianca pergi dari ruang tamu. Mereka mencari kamar yang akan di tempati untuk tidur.
''Sudah pukul tujuh malah.'' Desis bianca lelah.
__ADS_1
...****************...
Mendapat laporan dari jasson kalau big sudah di bersih kan, Bianca kembali mendatangi ruang tamu.
''Minum obat nya big.'' Bianca mengangsur kan obat dan sebotol air.
''Terima kasih nona.'' Ujar big pelan.
Jasson menolong big memasukan pil kedalam mulut nya, Tak lupa ia juga meminum kan air dari botol.
''Kita akan pulang setelah lukas datang.'' Ujar jasson.
''Lukas akan datang ?'' Tanya bianca.
''Iya, Dia akan menjemput kita.'' Sahut jasson.
''Yah, Kita bisa membawa big kerumah sakit.'' Ucap bianca penuh perhatian.
Air mata big meluncur karena merasa terharu dengan perhatian bos nya, Tapi ia juga merasa bersalah karena sudah mengganggu bulan madu mereka.
''Kenapa kau big ?'' Heran jasson.
''Maaf kan saya tuan, Karena saya anda tidak bisa menikmati bulan madu.'' Sesal big.
''Apa yang kau bicarakan ? Kami masih bisa mengulang bulan madu kapan saja.'' Tukas bianca.
''Terima kasih atas perhatian anda nona.'' Ucap big.
''Aku jadi tidak suka kau panggil nona big, Bagai mana jika kau memanggil ku kakak saja.'' Ujar bianca.
''Tapi aku tidak mau jika sampai menikah dengan nona jessica.'' Ujar big pula.
''Siapa yang akan menikah kan mu dengan jessica ?'' Heran jasson dan bianca.
''Tapi anda ingin di panggil kakak oleh saya, Berarti saya menjadi adik ipar anda.'' Sahut big.
''Astaga big!''
Pasangan suami istri ini menepuk jidat nya karena ucapan big, Karena big berpikir bianca akan menjodoh kan nya dengan jessica.
''Tapi saya itu sebenar nya lebih cocok dengan anda nona, Sedang kan tuan jasson cocok dengan nona jessica.'' Cetus big.
''Kenapa begitu ?!'' Sengit jasson.
''Nama kami kan berawal dari huruf B, Sedang kan nama tuan dan nona jessica kan sama sama J. Bisa jadi cuple itu.'' Sahut big.
''Big bianca dan jasson jessica.'' Bianca menimang nimang ucapan big.
''Tidak ada istilah seperti itu!'' Sewot jasson.
''Kok ngamuk ?!'' Heran bianca.
''Bodo amat!'' Kesal jasson meninggal kan mereka berdua.
''Kejar lah tuan nona.'' Ucap big.
__ADS_1
''Baik lah, Kau istirahat ya.'' Ujar bianca menepuk pelan pundak big.
Meski big tidur di ruang tamu, Tapi ranjang besar sudah ada di sana. Di tambah big juga bisa melihat lihat sekeliling nya yang tampak indah.