Sugar Baby Tuan Jasson

Sugar Baby Tuan Jasson
Bhonchap3


__ADS_3

Kandungan bianca sudah menginjak tujuh bulan, Perut nya tampak lebih besar. Tapi ia masih bekerja karena tidak ingin bosan di rumah.


''Sudah lama kita tidak anu anu ya sayang.'' Ujar jasson sambil membelai perut istri nya.


''Lama dengkul mu! Baru tadi malam ya kau membuat ku jungkir balik.'' Rutuk bianca.


''Iya kah?''


Bianca memutar bola mata nya dengan malas, Sedikit menyesal ia datang mengunjungi kantor jasson.


''Anak nya lukas perempuan loh sayang.'' Ujar bianca.


''Lalu kenapa? Anak kita malah sepasang.'' Sahut jasson bangga.


''Syukurlah, Jadi aku tidak melahir kan lagi setelah ini.'' Ujar bianca.


''Kok gitu? Aku mau punya banyak anak.'' Ucap jasson.


Plukk.


Bantal sofa menghantam kepala jasson, Meradang bianca mendengar ucapan jassson yang ingin punya anak banyak.


''Apa kau pikir melahir kan itu tidak bertaruh nyawa! Bagaimana jika aku mati saat melahir kan, Sedang kan kedua anak ku masih kecil!'' Sentak bianca.


''Sabar sayang, Aku hanya bercanda kok.'' Rayu jasson.


Walau pun cemberut, Namun bianca kembali duduk di samping suami nya. Tapi ia memilih bermain ponsel.


Ceklek.


Big masuk sambil membawa kantong camilan, Tentu saja bianca menyambut nya dengan gembira.


''Aaaiih, Kau memang adik ku yang terbaik.'' Puji bianca.


''Tadi aku tidak sengaja lewat.'' Ujar big tersenyum.


''Bagaimana kabar uncle mark dan berliana ?'' Tanya bianca membuka bungkus ice cream.


''Sehat, Dia ingin kau datang mengunjungi nya.'' Jawab big ikut duduk.


Jasson menatap bangga pada mantan bodyguard nya, Kini big sudah kembali pada mark dan mengelola perusahaan ayah nya.


''Bagaimana pekerjaan mu ?'' Tanya jasson.


''Berjalan lancar, Proyek ku sebentar lagi berjalan.'' Sahut big.


''Usaha sudah lancar, Kapan lagi kau akan menikah big?'' Tanya jasson iseng.

__ADS_1


''Belum terpikir kesana tuan.'' Jawab big.


Walau pun big sudah tidak bekerja lagi pada jasson, Tapi ia masih sungkan untuk memanggil nama atau pun sebutan lain nya.


''Jangan sampai kau jadi bujang tua, Nanti tiba tiba kau malah menikahi anak perempuan ku.'' Cetus jasson.


''Bagus juga jika kau jadi menantu ku big.'' Sahut bianca sembari tertawa.


Big tersenyum mendengar candaan bianca, Memang ia belum terpikir kan untuk menikah dan berkomitmen.


''Aku tidak mau punya menantu kau big.'' Ujar jasson.


''Saya juga tidak ingin menjadi menantu nya bujang tua tuan.'' Sahut big berlalu pergi.


''Yah! Kau mengatai ku big!" Teriak jasson.


Tapi big sudah hilang di balik pintu, Tinggal jasson yang ngedumel karena di katai oleh mantan bodyguard nya.


"Sudah lah, Aku pulang dulu." Pamit bianca.


"Kenapa buru buru sayang ?" Jasson cepat merangkul istrinya.


"Aku harus kesalon, Nanti kan kita ada pesta." Ujar bianca mengingat kan undangan mereka.


"Oh iya, Kita di undang oleh tuan raul." Ucap jasson baru ingat.


"Yang ini." Tunjuk jasson pada bibir nya.


Bianca hanya melambai kan tangan, Ia tahu level kemesuman suami nya ini. Dengan langkah yang mulai berat, Bianca pergi meninggal kan kantor jasson.


Malam pesta.


Semua mata memandang takjub pada pasangan yang baru datang, Suami yang selalu siaga sedang menuntun istri nya menaiki tangga.


"Selamat malam tuan jasson." Sapa rahul senang karena jasson mau datang di acara nya.


"Malam." Jawab jasson.


"Terima kasih sudah mau menghadiri undangan saya tuan dan nyonya, Mari silahkan di nimati hidangan nya." Ucap rahul.


"Terima kasih." Jawab bianca ramah.


Lidah nya sudah tidak bisa lagi menahan selera melihat berbagai macam tart yang berwarna cerah, Segera ia mengambil beberapa makanan.


"Sayang, Aku sekarang pasti gemuk ya ?" Tanya bianca pada jasson yang duduk di depan nya.


"Mampus aku!" Batin jasson yang mendapat pertanyaan istrinya.

__ADS_1


"Enggak kok baby." Jawab jasson meminum wine.


"Bohong! Berat ku saja sekarang sudah enam puluh delapan kilo." Sambar bianca sudah cemberut.


"Wajar dong baby, Kan kamu hamil anak kembar." Ujar jasson.


Merengut masam sang singa betina yang sedang hamil ini, Bianca merasa iri melihat wanita yang seliweran berbadan langsing.


" Sayang! Apa itu kakak nya big?" Tanya jasson menunjuk kedatangan big bersama wanita cantik.


"Iya, Nama nya berliana." Angguk bianca.


"Cantik juga ya anak nya mark." Puji jasson kelepasan.


Melotot tajam bianca mendengar suami nya memuji kecantikan berliana, Pisau di tangan nya ia kepal dengan erat.


"Tapi masih cantik istriku." Ralat jasson yang merasa terancam.


"Dia memang cantik! Maka nya bisa membuat adam tergoda. Sebentar lagi suamiku juga tergoda!" Ketus bianca.


"Mana ada sayang!" Sambar jasson langsung merangkul istrinya.


"Heleh."


"Biar pun dia secantik bidadari, Tapi cintaku hanya untuk mu bi." Rayu bianca.


"Cih! Mulut anj!ng siapa itu yang menggonggong." Sindir bianca.


"Sayang! Kamu itu sedang hamil anak ku. Jadi mana mungkin aku tega untuk berpaling." Ujar jasson.


Masih diam tidak ada jawaban, Tampak nya mood bianca sudah hancur bersama kue yang ia makan.


"Bi, Kalau kamu masih saja diam. Aku akan mencium mu sekarang." Ancam jasson.


"Lakukan saja jika kau punya nyali." Tantang bianca.


Cup.


Jasson mencium bibir istri nya di hadapan orang banyak, Bukan hanya ciuman. Jasson bahkan ******* bibir bianca hingga menimbul kan suara.


"Kau gila jasson!" Sentak bianca di tengah rasa malu nya.


"Kenapa? Kau kan istrku." Jawab jasson santai.


Ingin sekali bianca menjitak kepala jasson, Namun ia juga merasa senang dengan perlakuan jasson yang membuat sebagian orang menatap iri.


Jika dulu ia sempat ragu pada cinta suami nya, Kini bianca sudah yakin untuk melabuh kan hati nya pada jasson de lamozada.

__ADS_1


Hallo guys, Jangan lupa mampir di cerita kenzo dan dinara ya🙏


__ADS_2