
''Ada pasien yang ingin bertemu dengan kamu bi.'' Hilto memberi tahu bianca.
Bianca yang akan masuk ruangan nya langsung menoleh, Sebenar nya ia ingin istirahat sebentar karena baru saja melakukan operasi.
''Apa dia pasien ku ?'' Tanya bianca mengikuti langkah hilto.
''Sebenar nya sih tidak! Cuma lihat lah sendiri.'' Sahut hilto.
Hilto Sekarang memang menjaga jarak dari bianca, Ia hanya berbicara masalah pekerjaan saja. Semua itu ia lakukan agar hati nya tidak semakin sakit, Jika ia berbicara pada bianca. Maka cinta nya akan semakin menggebu.
''Ini orang nya.'' Ujar hilto.
Seorang pria yang duduk di kursi roda langsung tersenyum senang ketika melihat bianca, Bagian bawah tubuh nya di tutupi selimut.
''Anda mencari saya tuan ?'' Sapa bianca lembut.
''Iya nak, Karena saya ingin kamu yang merawat ku saat di rumah sakit ini.'' Jawab pria itu.
Bianca menatap orang orang di sekeliling pria tua ini, Tampak nya pria ini bukan orang sembarangan.
''Kenapa saya ?''
''Karena kamu baik dan juga sopan, Dan lagi jika aku melihat mu. Aku bagai kan melihat putri ku yang sudah tiada.'' Jawab nya menunduk sedih.
''Aaah, Baik lah.'' Angguk bianca tersenyum hangat.
''Panggil saja aku ayah lord.'' Pinta lordus.
__ADS_1
''Baik ayah lord, Ayo kita lakukan pemeriksaan.'' Ajak bianca tersenyum lucu melihat wajah jenaka lordus.
Dengan di antar bodyguard nya, Lordus memasuki ruangan pemeriksaan. Bianca dengan telaten mengurus lordus yang ternyata juga menderita diabetes.
''Apa tidak ada keluarga ayah yang lain ?'' Tanya bianca ketika sudah selesai memeriksa lordus.
''Tidak ada.'' Jawab lord menunduk.
''Jadi ayah sudah sendirian sekarang.'' Bianca merasa iba.
''Dulu ayah punya keluarga, Tapi sekarang semua sudah pergi.'' Ujar lord.
''Baik lah, Ayah harus istirahat sekarang. Nanti bianca akan datang lagi saat waktu nya minum obat.'' Ucap bianca.
''Terima kasih nak.'' Ujar lord tersenyum.
''Dia mulai memperlihat kan diri tuan.'' Lapor lukas.
''Bagus, Masih saja belum kapok tua bangka ini.'' Sinis jasson.
''Langkah apa yang akan kita ambil sekarang ?'' Tanya lukas.
''Ikuti saja permainan nya.''
Jasson menggenggam pena di tangan nya hingga patah, Musuh nya di masa lalu datang lagi. Bahkan kini lordus juga mendekati istri nya.
''Panggil delia.'' Titah jasson.
__ADS_1
Hampir lima menit jasson menunggu, Hingga pintu terbuka. Senyum menghiasi wajah cantik delia.
''Tuan memanggil saya ?'' Tanya delia.
''Hhmm, Aku hanya ingin mengetahui kesehatan janin mu.'' Ucap jasson.
Bunga langsung mekar di hati delia, Bos nya terang terangan memberi perhatian pada kandungan nya.
''Kandungan saya sehat dan kuat tuan.'' Ujar delia tersenyum malu.
''Bagai mana jika kau melakukan USG.'' Tawar jasson.
''Nanti jika saya sudah mendapat gaji saja tuan.'' Sahut delia.
Jasson bangkit dari kursi kebesaran nya, Ia mendekati wanita yang tengah hamil muda ini dengan wajah ramah.
''Ayo kita pergi sekarang! Aku akan menemani mu.'' Ajak jasson.
''Tapi tuan, Saya takut nyonya bianca marah.'' Ucap delia seolah tidak enak hati.
''Tidak usah pikir kan dia.''
Dengan cepat jasson menarik tangan delia meninggal kan ruangan nya, Tentu saja delia sangat senang di perlakukan seperti ini.
''Masuk lah.''
Jasson membuka kan pintu untuk delia, Banyak karyawan nya yang melihat adegan bos dan sekertaris nya ini.
__ADS_1
Namun jasson malah senang jika mereka bisa melihat nya, Dengan begitu. Gosip akan cepat menyebar.