Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Mari Kita Mulai


__ADS_3

Mereka berkumpul sebelum mereka berangkat, penelusuran malam ini ,mereka hanya berempat , keempat orang itu Kakek Dul, Iwan, Selly, serta Cindy yang kali ini ikut berpartisipasi. Kakek memberi peringatan pada mereka,


" Misi pencarian Ahmad kali ini akan lebih berbahaya daripada tadi siang. Pastikan kalian terus ada di dekatku."


Mereka telah setuju dan sudah menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kakek memimpin rombongan tersebut, dikegelapan malam yang dingin setelah hujan, mereka mencoba seteliti mungkin melihat apakah Ahmad ada disana.


Iwan adalah yang paling mengenal sifat Ahmad. Ia dan Ahmad sering berbagi pengalaman yang membuat ikatan persahabatan mereka begitu kuat.


"Seketika aku teringat pada Ahmad. Ia yang memiliki rasa penasaran yang besar, terutama hal yang bersifat mistis. Entah mengapa ia tidak takut akan hal itu, malah sebaliknya. Aku seperti mengerti kemana ia akan menuju kemana, ke tempat yang bisa dianggap memiliki segudang rahasia." kata Iwan pada teman-temannya.


Kakek lantas menghentikan rombongan tersebut, dan ia meminta pendapat pada Iwan,


" Iwan ada yang ingin kakek pastikan tentang Ahmad padamu." ucap kakek.


Iwan menanyakan pada kakek mengenai hal yang ingin ia pastikan.


" Hal apa kek? " tanya Iwan pada kakek.


Kakek sedikit melirihkan suaranya,


" Sebelum kakek memastikan sesuatu tentang Ahmad ,kakek ingin memberitahu kalian. Sebenarnya dari tadi Iwan diikuti sosok makhluk halus, dan ia terlihat semenjak tadi memperhatikan gerak-gerik Iwan dari tadi." kata kakek.


Mereka lantas mendekatkan diri dengan kakek. Merinding ,bulu kuduk berdiri, telah mereka rasakan dari langkah pertama mereka berangkat dari pondok. Hanya saja kakek tak ingin memberitahu pada mereka, agar mereka tak mengurungkan diri. Cindy pun bertanya pada kakek,


" Kenapa kakek tidak memberitahu kami sebelumnya ?" tanyanya dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


Kakek hanya menjawab,


" Jika kakek memberitahu kalian dari awal,pasti kalian akan mengurungkan niat kalian." ujar kakek.


Kakek menambahkan,


" Daripada nanti semakin banyak yang mengikuti kita,sebaiknya Kita bergegas. Sebentar lagi kita akan sampai di lokasi yang akan kita tuju." ajak kakek.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka, hingga akhirnya sampailah mereka di hutan yang diselimuti kabut yang tebal. Senter yang mereka genggam pun tak bisa menembus tebalnya kabut malam itu. Suasana ditempat itu jauh lebih dingin daripada tempat sebelumnya. Mereka berpegangan tangan ,sekedar untuk berjaga-jaga agar mereka tak terpisah. Kemudian meminta syal milik Ahmad yang sedang dipegang oleh Selly.


" Selly ,kakek minta syal milik Ahmad ,tolong bawa kesini. Sepertinya dia sudah dekat." kata kakek.


Entah apa yang dimaksudkan oleh si kakek. Mereka semua hanya terdiam, dan berharap semua berjalan lancar sesuai dengan rencana. Kakek terlihat mengeluarkan seperti dupa yang ia bawa di kantong yang ia bawa. Setelah itu, kakek melakukan semacam ritual pemanggilan, kakek menyuruh mereka untuk duduk, mematikan senter,dan tidak melakukan gerakan apapun. Kakek lantas membakar dupa yang telah ia siapkan tersebut.


Tak berselang lama, suasana disana mendadak menjadi panas. Seakan-akan mereka berempat berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Terlintas di benak mereka, mengapa tiba-tiba panas ,tapi mereka merasa takut jika tidak mendengar saran dari kakek. Sekitar setengah jam mereka duduk melakukan ritual pemanggilan. Namun belum mendapatkan hasil, atau petunjuk apapun. Mereka mulai bosan menunggu, dan hingga saat salah satu dari keempat orang itu pikirannya kosong, ia adalah Selly. Selly dirasuki sosok yang memiliki gaya bicara yang terkesan angkuh. Ia bertingkah seakan-akan ia ini yang paling berkuasa ditempat itu. Ketika Selly kerasukan jin tersebut, Iwan dan Cindy berlindung di belakang kakek. Kakek mencoba berkomunikasi dengan Jin yang merasuki Selly.


Kemudian jin itu menjawab,


" Aku penunggu disini, kenapa memangnya? mau menantangku?" kata jin tersebut.


Mendengar jawaban dari jin yang merasuki tubuh Selly, kakek memperingatkan Iwan dan Cindy untuk jangan dulu mendekati Selly, serta menyuruh mereka untuk tetap di belakangnya.


" Kalian jangan mencoba untuk mendekati Selly, sekarang ini tubuhnya dirasuki sosok yang lumayan kuat, bisa dibilang dia yang menunggu pohon besar ini." kata kakek sambil menunjuk pada pohon besar yang ada di hadapan mereka.


"Manusia, dasar makhluk rendahan. Berani-beraninya kalian mengotori tempat tinggalku ini!" kata jin yang merasuki Selly dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Apa maksudmu mengatakan hal itu? sebenarnya siapa anda ? mengapa masuk ke tubuh anak ini?" tanya kakek pada jin tersebut.


" Bukankah kalian yang melakukan pembunuhan ditempat ini, menjadikan tempat ini tempat mesum, dan banyak berbuat kerusakan di hutan ini. Aku adalah penjaga wilayah sekitar sini, aku masuk ke tubuh anak ini karena pikirannya kosong." jawab jin tersebut.


" Jika tidak tahu siapa pelakunya jangan menuduh orang sembarangan. Kau harus tau, manusia itu tak semuanya memiliki sifat yang sama." kata kakek membantah perkataan jin.


Setelah itu ,kakek mencoba mengeluarkan jin tersebut dari tubuh Selly. Namun sepertinya usaha kakek itu masih cukup sulit, jin itu menolak untuk keluar dan berusaha melawan dengan menggunakan tubuh Selly. Akhirnya , terjadilah pertarungan antara kakek dengan Jin penunggu pohon besar. Pertarungan berjalan cukup sengit. Namun pada akhirnya dimenangkan oleh kakek. Setelah jin itu kalah , jin itu segera keluar dari tubuh Selly. Selly kembali sadar, lalu ia memuntahkan darah, yang dibarengi dengan keluarnya belatung-belatung. Terlihat menakutkan memang melihat kondisi Selly, yang membuatnya seperti kehilangan tenaga. Cindy bertanya pada kakek,


" Kakek, apakah Selly akan baik-baik saja setelah memuntahkan darah?" tanya Cindy sambil memegangi Selly.


Kakek menenangkan mereka,


" Selly baik-baik saja, ini hanyalah sebagian kecil guna-guna dari jin penunggu tadi untuk Selly." jawab kakek pada Cindy.


Iwan Kemudian bertanya,


" Bagaimana dengan kondisi kakek sendiri, aku lihat ada sedikit darah di bibir bawah kakek." tanya Iwan mengenai kondisi kakek Setelah pertarungannya dengan Jin penunggu pohon besar.


Kakek terlihat kewalahan menghadapi jin tadi. Namun ia tak terlalu mempersoalkan lukanya.


" Kakek baik-baik saja ,ini hanya luka ringan. Meskipun kakek tadi kewalahan yang membuat tenaga kakek seakan-akan habis." jawab kakek.


Iwan mengajak mereka untuk beristirahat sejenak sambil memulihkan kondisi mereka. Ketika mereka tengah beristirahat, tiba-tiba saja Cindy melihat ada seperti api yang besar tiba-tiba muncul dari balik pohon besar yang merupakan tempat kakek melakukan ritual pemanggilan tadi.


" Teman-teman, lihatlah ada api besar yang muncul dari balik pohon besar tempat kakek melakukan ritual." kata Cindy sambil menunjuk ke arah pohon besar tersebut.

__ADS_1


Mereka semua terkejut ,dan sontak mereka melihat ke arah pohon besar. Hal yang dikatakan kakek benar adanya. Hanya beberapa yang bisa melihat jika ada fenomena atau penampakan yang terlihat jika dalam rombongan yang banyak. Diantara mereka hanya kakek ,Cindy dan selly yang bisa melihatnya. Sedangkan Iwan tidak.


__ADS_2