Survival: Kelam, Kejam, Mencekam

Survival: Kelam, Kejam, Mencekam
Antara Hidup dan Mati 2


__ADS_3

Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja muncul seekor burung gagak. Burung gagak tersebut seperti memperhatikan mereka berempat, hingga muncullah prasangka buruk diantara mereka semua. Burung gagak terlihat terbang sembari memperhatikan sekeliling mereka, terutama ketika Cindy yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya.


" Lihatlah ke angkasa, kenapa bisa ada burung gagak ? " Tanya Iwan.


" Mungkin saja burung gagak itu sedang mencari makanan, burung gagak kan makhluk hidup juga." Jawab Ahmad.


" Bukan itu maksudku Ahmad, tapi kenapa bisa tiba-tiba ada disaat Cindy...Cindy baru saja menghembuskan napas terakhirnya." Ujar Iwan.


" Bahkan burung itu sempat terlihat sebelum Cindy meninggal." Sahut Johan.


" Jadi menurut kalian keberadaan burung gagak tersebut merupakan pertanda kesialan atau pertanda buruk datangnya musibah ? " Tanya Ahmad.


" Betul ,tapi ini masih dugaanku saja entahlah benar atau hanya mitos belaka." Sambung Iwan.


" Sudahlah ,tidak usah membahas hal-hal yang tidak penting ,fokus kita saat ini mengurus pemakaman Cindy, hanya itu." Tegas Selly.


" Bukan memikirkan mitos peninggalan nenek moyang yang belum pasti dan tidak ada manfaatnya." Pungkas Selly.


Seketika ucapan Selly membuat Johan , Iwan ,dan Ahmad terdiam dan tertunduk. Mereka kini dihadapkan dengan situasi sulit, pagi hari yang cerah berubah kesan menjadi pagi yang gelisah, di satu sisi mereka tidak memungkiri ada keajaiban yang datang dan bisa menghidupkan kembali Cindy. Selly masih menangisi kepergian Cindy, tubuh Cindy yang sebelumnya masih hangat perlahan mulai dingin dan terbujur kaku.


" Sekarang bagaimana ini, kita tidak punya kain kafan dan juga tidak ada air yang cukup untuk memandikan jenazah Cindy, yang bisa kita lakukan tak lain tak bukan hanya meratap serta menangisi kepergiannya." Kata Selly tersendu-sendu.

__ADS_1


Baik Iwan ,Johan maupun Ahmad sebenarnya tidak tega dengan Selly, karena ialah satu-satunya perempuan yang tidak memiliki ketegaran hati sekuat baja, tidak seperti teman laki-lakinya. Mereka bertiga meyakinkan diri untuk berniat membuat liang lahat sebagai tempat peristihatan terakhir Cindy, meskipun mereka sadar sahabatnya seharusnya bisa mendapatkan persembahan yang lebih baik lagi, jika tidak di hutan tersebut.


" Sebaiknya ayo kita mulai saja, tidak ada lagi waktu nanti harus kita lakukan sekarang juga teman-teman." Ajak Ahmad.


" Jadi kita lakukan sekarang ya, tanpa kain kafan hanya seadanya saja ya." Sahut Iwan.


" Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi Ahmad, Iwan tapi sebelum itu kita harus menggali liang lahat terlebih dahulu, sebelum hari semakin siang." Sanggah Johan.


Lantas mereka bertiga mencari alat-alat yang memungkinkan mempermudah menggali tanah. Di sekitar mereka hanya ada batu, dan kapak yang biasa mereka gunakan untuk memotong kayu bakar, jadi mereka memanfaatkan peralatan tersebut.


" Hanya ada ini Johan, Wan." Teriak Ahmad sembari menunjukan peralatan yang ia genggam.


" Tidak apa-apa kita manfaatkan sebisanya." Jawab Iwan.


Sementara itu, Cindy yang telah menghembuskan napas terakhirnya, justru sedang mengalami kejadian mengerikan. Cindy yang telah keluar rohnya melihat jasad dirinya yang sedang diseka oleh sahabatnya Selly ,dan memperhatikan Johan ,Iwan ,dan Ahmad yang bercucuran keringat menggali tanah. Roh Cindy hendak menenangkan Selly dengan memegang bahu Selly, akan tetapi roh Cindy tak bisa melakukannya karena ia menembusnya. Roh Cindy mencoba menyampaikan pesan bahwa dirinya tidak apa-apa , malah jika ditangisi secara berlebihan akan menahannya untuk pergi. Dengan berbisik pada mereka berempat tapi usahanya sia-sia saja, hingga ia menyadari diirnya sudah berbeda alam dengan teman-temannya.


" Jadi aku benar-benar sudah meninggal ya, meninggalkan dunia fana ,meninggalkan semua termasuk mereka berempat." Gumam Roh Cindy.


Tampaknya hal ini membuktikan jika orang yang sudah meninggal masih berada di tempat tersebut untuk beberapa saat ,sebelum nantinya naik. Roh Cindy hanya terdiam menyaksikan teman-temannya. Akan tetapi, roh Cindy bukan tidak mengalami kejadian apapun, justru ia mengalami seperti mimpi buruk yang mengerikan. Saking mengerikannya gambaran tersebut, ia sampai ikut terenyuh dan memahami rasa sakit yang sama. Roh Cindy kembali ke tubuhnya, tapi bukan untuk hidup lagi melainkan setelahnya mendapatkan penglihatan mengenai gambaran alam kubur. Alam kubur yang menjadi batas antara alam dunia dan akhirat itu terlihat jelas oleh Cindy. Ia melihat dirinya ,tiba-tiba saja sudah berada di alam kubur untuk menyaksikan penyiksaan ,dan pembalasaan nyata terhadap perbuatan manusia selama hidupnya, jeritan tangisan seakan tak tertolong karena sudah meninggal.


" Dimana aku ini, kenapa aku dibawa ke tempat seperti ini , sangat gelap tanpa ada penerangan sedikitpun." Kata Cindy.

__ADS_1


Sesaat setelahnya ,Cindy merasa was-was mengenai dirinya sendiri, apakah yang akan ia dapatkan ,apa yang akan terjadi pada dirinya nanti tidak ada yang tahu ataupun menolongnya.


" Banyak sekali orang yang menjerit menangis sejadi-jadinya disini disiapkan bagi mereka hukuman atas perbuatan mereka selama di dunia. Akan tetapi ,kenapa aku hanya diam disini menyaksikan." Gumam Cindy.


Setelah itu, Cindy melihat gambaran orang yang mendapatkan kenikmatan, dengan seksama memperhatikan orang-orang yang mendapatkan kenikmatan di akhirat wajahnya tampak sumringah ,bersih ,bercahaya seperti berbeda 180° daripada golongan orang-orang sebelumnya yang dilihatnya.


" Golongan orang-orang ini pasti amal baiknya bagus daripada amal buruknya, makanya mereka mendapatkan balasan kenikmatan yang kekal serta berkali-kali lipat." Ujar Cindy.


Cindy yang penasaran terus memperhatikan orang-orang yang bisa ia lihat, seakan-akan ia berharap nantinya setelah ditimbang amal perbuatan baiknya lebih berat, agar tidak mendapatkan balasan siksa kubur yang mengerikan, sulit untuk dirinya membayangkan karena perbedaan hukuman di alam kubur dengan hukuman di dunia. Meskipun Cindy adalah seorang yang baik ,rajin beribadah ,taat dan patuh pada kedua orangtuanya tapi ia mengira itu saja belum cukup, ketidaktahuan apakah indahnya sudah benar atau belum terus membayang-bayangi pikirannya.


" Orang yang baik saja memiliki keburukan mendapatkan balasan, bagaimana dengan teman-temanku yang masih berada di dunia." Kata Cindy cemas.


" Ingin sekali rasanya memberikan kabar ini pada mereka, tapi sepertinya sudah tidak mungkin jika melihat kondisinya seperti ini." Tambahnya.


Cindy masih berada di alam kubur ,tengah menantikan gilirannya untuk dipanggil. Dengan menguatkan hati, ia menyiapkan dirinya untuk menghadapi semuanya, tetapi belum sempat ia mendapat panggilan tiba-tiba saja keajaiban terjadi pada dirinya.


" Deg-deg, deg-deg" bunyi detak jantung.


" Tunggu dulu, kenapa aku mendengar suara detak jantung, detak jantung siapa itu ? " Tanya Cindy penasaran.


Sontak, Cindy melihat sekelilingnya tapi ia tidak melihat satupun orang di dekatnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2