
Seperti biasa setelah melakukan ibadah dan makan malam, ini adalah bagi mereka berlima untuk berbagi pengalaman yang mereka alami ataupun sekedar intermeso.
" Tadi sore ketika aku dan Cindy membersihkan ikan di sungai, kami melihat ada bola api yang menyala-nyala di dalam air." kata Selly membuka obrolan mereka.
Mendengar hal itu, Ahmad langsung penasaran dengan hal yang dialami oleh Selly dan Cindy.
" Dimana Sell, dimana kau melihat bola api tersebut?" tanya Ahmad yang tertarik dengan cerita Selly.
" Eee di dekat batu besar itu ,yang ada di bawah pohon rindang." jawab Selly sambil menunjuk ke arah batu besar tersebut.
Sontak saja mereka semua terkejut, terutama Iwan yang sedari awal ia yang pertama kali merasakan hal-hal tersebut. Iwan mulai berpikir,
" Apa ini semua gara-gara aku ya yang buang air di dekat baru besar tersebut, tapi sepertinya tidak ,karena aku telah membaca doa dan permisi terlebih dahulu." ucap Iwan dalam hatinya.
Johan yang melihat Iwan terdiam dan seperti kosong pikirannya segera menepuk pundak Iwan.
" Wan,apa yang kamu pikirkan. Ingatlah jangan sampai pikiranmu kosong, apa kamu mau nanti tiba-tiba ada yang merasukimu lalu mengambil alih tubuhmu." kata Johan mengingatkan Iwan untuk tidak kosong pikirannya.
Seketika Iwan menyadari hal itu, ia hampir saja tak menyadarinya.
Jam menunjukan pukul 21.46 ,tak terasa obrolan mereka hingga malam. Kali ini mereka tak ingin lagi merasakan hal-hal aneh lagi seperti malam-malam kemarin saat bercerita tentang kejadian mistis, kali ini mereka memutuskan untuk beristirahat jika hari sudah semakin malam. Ketika mereka semua telah bersiap untuk tertidur, entah mengapa mata mereka tak mau terpejam meskipun awalnya sudah sangat mengantuk.
Di tengah kebingungan mereka harus apa, Johan mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya. Ternyata yang diambil oleh Johan adalah kartu, kartu gaple itu ternyata sudah disiapkan oleh Johan jika saja mereka memiliki waktu luang ,terutama pada malam hari serta menghangatkan suasana.
__ADS_1
" Johan, tapi sebelum kita mulai permainannya ,aku akan masak air dulu sebentar ya agar semakin nikmat." kata Ahmad menawarkan dirinya memasak air.
" Aku punya teh celup di kantong kecil tas bagian samping, selain teh ada juga kopi sachetan dan susu sachetan juga. Kalian mau yang Mana?" tanya Ahmad pada Johan dan Iwan.
" Kalau kopi nanti malah kita begadang jadi tidak bisa tidur, kalau teh tanpa gula kurang nikmat di malam hari. Jadi susu panas saja." kata Iwan kompak dengan Johan.
Ahmad segera menyalakan api ,lalu mempersiapkan panci kecil untuk memasak air. Sembari menunggu airnya mendidih, mereka bermain kartu gaple. Ditemani dengan minuman hangat ,bermain kartu bersama teman-teman di malam hari membuat pikiran mereka tenang, sebentar menjernihkan dan mencari inspirasi ,serta obrolan ringan. Iwan yang berkali-kali dikalahkan dalam permainan kartu,meskipun begitu itulah cara mereka menghilangkan kebosanan dan menghidupakn suasana terutama ketika masih ada di hutan.
Ketika mereka masih asik bermain kartu, tak terasa udara semakin dingin, suasana semakin mencekam ketika tiba-tiba saja terdengar dari kejauhan ada suara kegaduhan di semak-semak.
" Kalian mendengar suara itu kan?" tanya Iwan sambil menatap ke arah Ahmad dan Johan.
" Iya, terdengar kegaduhan. Aku merasa ini menakutkan, apalagi jika yang mendekat ke arah kita itu.." kata Ahmad dengan suara lirih.
" Ini tidak apa-apa ,mungkin hanya binatang yang lewat. Tapi tunggu ,jika binatang yang lewat berarti bisa saja binatang buas,semacam b*bi hutan ,harimau, serigala, a**ing liar ataupun binatang lainnya."
Karena mereka takut sesuatu tersebut mendekat, mereka segera memperbedar api unggun di depan tenda mereka. Sekedar pengetahuan yang mereka ketahui ,api unggun bisa mengusir atau menjauhkan binatang liar dari tenda. Ternyata setelah mulai mendekat, secara tak sengaja senter milik Iwan yang biasa ia bawa kemanapun terpencet tombol powernya, sehingga sorotan lampunya menyoroti makhluk yang ada di depan tenda mereka.
Alangkah terkejutnya mereka setelah mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bukan harimau, bukan serigala, bukan binatang liar yang mereka lihat, tetapi ternyata yang seperti kegaduhan di semak-semak itu adalah makhluk berbulu hitam dengan perawakan yang tinggi besar, serta mata merah yang sedang menatap ke arah mereka. Setelah melihat hal yang tak terduga tersebut, mereka bertiga masuk ke dalam tenda sambil membaca doa-doa agar tidak diganggu makhluk tersebut.
Di dalam tenda mereka membicarakan penampakan tadi.
" Aku takut kenapa sosok tersebut bisa muncul, Karena mungkin saja kita tadi terlalu terbawa oleh suasana yang membuat mereka terganggu." ujar Ahmad yang ketakutan.
__ADS_1
Meskipun mereka bertiga melihat penampakan sosok tadi ,namun hanya Ahmad yang bisa mendengar lebih jelas daripada Johan dan Iwan. Dengan kemampuan indra keenamnya ,Ahmad ternyata mendengar geraman yang keras, yang terdengar seperti sedang sangat marah.
" Aku mendengar geraman yang terdengar sangat marah, setelah kemunculan makhluk tadi. Apakah kalian mendengarnya juga?" tanya Ahmad pada Johan dan Iwan.
Tentu saja Iwan dan Johan tidak bisa mendengarnya karena mereka tidak memiliki kemampuan spesial tersebut. Daripada mereka melihat yang menakutkan lagi, Johanpun menyarankan untuk tidur saja. Apalagi hari sudah larut malam, yaitu sekitar 23.26 atau sudah hampir jam 12 malam.
" Sudah jam sebelas lebih, hampir setengah 12 ,sebaiknya kita segera tidur saja. Aku takut nantinya malah kita melihat hal seperti tadi." ajak Johan.
Iwan dan Ahmad mengiyakan saran Johan, dan merekapun berusaha untuk segera tidur.
Jam menunjukan pukul 00.35 atau setengah satu dini hari ,belum lama tertidur lagi-lagi Iwan merasakan perutnya sakit.
" Aduh..aduh kenapa lagi ini dengan perutku. Belum juga lama tertidur malah perutku sakit sekali. Sepertinya aku akan buang air lagi malam ini." kata Iwan dalam hatinya.
Kali ini Iwan akan berangkat sendirian meskipun dalam hati sebenarnya ia merasa takut untuk pergi ke sungai kecil jika hanya sekedar buang air.
" Johan dan Ahmad sudah tertidur pulas, apalagi Selly dan Cindy. Jadi apa aku harus pergi sendirian lagi, tapi agak mengerikan jika pergi sendirian jika ditahan sampai besok malah nanti takut akan berbahaya. Aku pergi sendiri sajalah." ucap Iwan dalam hatinya di tengah keraguan dirinya.
Sebelum berangkat ia mengambil senter miliknya ,lalu berdoa dan berangkat. Malam Itu terasa lebih dingin, kabut yang turun menjadikan suasana semakin horor bagi Iwan.
Sesampainya Iwan di sungai ,ia tidak memilih tempat yang kemarin ia datangi ,karena ia takut akan membuat marah para penghuni atau sosok gaib yang mendiami baru besar tersebut. Iwan memilih untuk buang air sedikit naik ,tepatnya di aliran atas sungai meskipun sangat gelap, dan hanya ditemani senter kecil miliknya ,Iwan tetap memberanikan diri jika sudah tidak tahan untuk buang air. Ketika Iwan tengah buang air, Iwan dikejutkan dengan bunyi-bunyi misterius,sepertinya bunyi yang asing ditelinganya.
Tiba-tiba saja, dari arah hutan ada seekor b*bi hutan berukuran besar sedang menuju ke arah sungai yang ada di bawahnya. Iwan yang ada sedikit di atas mencoba untuk tetap tenang, dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan buang airnya.
__ADS_1