
Sekilas mereka melihat ada tanda-tanda benda pusaka tersebut. Tetapi yang membuat mereka terkejut benda tersebut melayang di udara sepertinya memang hal yang hampir sulit dicerna akal manusia.
" Jo, apa kamu lihat benda pusaka itu tampak sedikit ada percikan api ,lalu melayang-layang di udara ? " Ahmad bertanya pada Johan.
" Iyy..ya..aku melihatnya, tapi kenapa ya kok aku malah merinding si." jawab Johan yang merasakan takut.
" Tapi Jo, sebelum terlambat baiknya kita ambil lagi lalu tebus kesalahan kita tadi." bantah Ahmad.
" Maksudmu kesalahanmu sendiri kan? " tanya balik Johan sambil menatap Ahmad.
" Oke..oke..memang kesalahanku, tapi ini bukan waktunya untuk berdebat, aku mohon bantulah aku." kata Ahmad meminta.
" Baiklah aku bantu, tapi jika nanti tiba masanya kau yang akan mengambil. Aku hanya menemanimu." jawab Johan.
Pada akhirnya, Johan mau menemani Ahmad, mereka berjalan mengendap-ngendap dengan perasaan was-was. Meskipun tidak ada gelagat aneh, tapi mereka justru meyakini jika akan ada kejutan.
" Kenapa kita berjalan begitu lambat Jo ? " tanya Ahmad.
" Hussst, sebenarnya ini hanya perasaanku saja tapi aku takutnya ada jumpscare seperti di game." jawab Johan.
" Haaah game katamu, bisa-bisa kau akan menjadi parno seperti Iwan nantinya kalau terlalu berlebihan." timpal Ahmad.
" Yaa kau boleh berpendapat sesukamu, tapi kalau di game saja menakutkan apalagi aslinya." Johan memberi peringatan pada Ahmad, ia mengkhawatirkan jikalau ada yang mengusik mereka berdua di keheningan malam itu.
Jam menunjukan pukul 02.00 dini hari, tak terasa sudah lama mereka berjalan menelusuri hutan hanya untuk mencari benda pusaka yang telah dilempar Ahmad, tetapi belum menunjukan gambaran atau petunjuk yang mengarah pada benda pusaka tersebut. Hingga saat jam 2 lebih sepuluh menit dini hari, baik Johan maupun Ahmad sudah mulai lelah dan mereka kini mengantuk yang membuat fokus mereka telah menurun.
" Fyuh, aku lelah sekali, aku sudah mengantuk dan tidur." keluh Ahmad.
" Aku juga sudah mengantuk, tetapi bagaimana dengan benda pusaka itu, apa akan kau biarkan begitu saja ? " tanya Johan.
" Tidak akan kubiarkan, tapi kita istirahat dulu di bawah pohon sebentar ya, kakiku sudah pegal-pegal." keluh Ahmad.
__ADS_1
Johan mengiyakan permintaan Ahmad untuk beristirahat ,sambil mengurangi rasa lelah. Kantuk yang sudah tak tertahan berpengaruh pada fokus dan pikiran mereka.
" Ahmad ,meskipun kau mengantuk tapi jangan sampai pikiranmu kosong ya." pinta Johan.
" Yayaya aku sudah tahu kok." jawaban dari Ahmad yang langsung tertidur.
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar seperti ada langkah kaki yang sangat cepat ,seperti orang atau hewan yang berjalan di atas tanah dengan menjejakkan kakinya hingga terdengar sampai jauh. Johan yang sudah was-was segera membangunkan Ahmad. Ahmad yang kaget langsung marah karena baru saja pulas sudah dibangunkan.
" Aduuh Jo. Aku baru saja pulas ,ada apa si ? " tanya Ahmad.
" Diamlah dan jangan mengeluh. Kau dengar langkah orang yang menjejakkan kakinya ke tanah dengan keras ? " tanya balik Johan.
" Oiya aku mendengarnya, tapi diskusinya berbisik-bisik saja sambil jongkok. Aku takut makhluk tersebut mendengar hal yang kita bicarakan lalu membuatnya mendekat kemari." ujar Ahmad.
Mereka berdua berbisik-bisik membicarakan rencana mereka selanjutnya. Tanpa ada pertanda tanpa ada suara atau fenomena apapun ,tiba-tiba saja di belakang mereka sudah ada satu sosok makhluk yang berpostur tinggi besar, saking besarnya kira-kira tiga sampai 4 kali lipat ukuran manusia umumnya. Namun ,Johan dan Ahmad tidak menyadari adanya sosok tersebut. Hingga saat Ahmad mulai merasakan kegerahan.
" Entah kenapa tadinya aku merinding sekarang malah merasakan gerah, terasa panas sekali." ujar Ahmad.
" Aku juga merasakan kepanasan, ada apa ya ? " tanya Johan.
" Aaarrggh,.tolong..tolong.." teriak Johan.
" Ada yang mencekik kita Jo." ujar Ahmad.
Tak hanya dicekik, tapi mereka berdua juga diangkat hingga kaki mereka tak menapak di tanah. Tampak situasinya semakin memburuk bagi Johan dan Ahmad, mungkin mereka sedang tidak beruntung hari ini.
" Sepertinya ini bukan halusinasiku atau mimpi burukku." gumam Johan dalam hatinya.
" Ini semua kesalahanku, mungkinkah aku akan mati disini? " isi hati Ahmad.
Mereka berdua terus dicekik hingga mereka lemas dan kekurangan oksigen, kondisi yang membahayakan bagi nyawa mereka. Hingga suatu ketika ,Johan dan juga Ahmad, membaca doa dan berharap makhluk itu bisa melepaskan cengkeramannya dan membiarkan Johan dan Ahmad bebas. Keajaiban terjadi, makhluk tersebut mulai melemah cengkeramannya setelah mendengar bacaan-bacaan doa dari Johan dan Ahmad.
__ADS_1
Mereka berhasil lepas dari belenggu makhluk besar tersebut. Namun ,kini mereka telah lelah karena tenaga mereka telah habis ,yang membuat mereka berdua tak sadarkan diri seketika. Kesialan mereka tak berhenti sampai disitu saja, karena setelah mereka tertidur, mereka diseret oleh beberapa anak kecil yang bercirikan berpakaian serba putih dengan senyum lebar dan berlari cepat. Mungkin jenis hantu itulah yang dinamakan tuyul.
Johan dan Ahmad diseret hingga ke sebuah pohon besar yang sudah tua. Pohon tersebut mungkin sudah berusia puluhan tahun. Mereka berdua diseret ke dalam pohon tersebut, karena di bagian akarnya sudah berlubang besar. Dengan keadaan tak sadarkan diri tentunya membuat Johan dan Ahmad semakin terancam nyawanya.
Hingga malam menjelang pagi, mereka berdua belum tersadar. Sementara itu, teman-teman mereka baru saja membuka mata.
" Huuh dingin sekali semalam, aku hampir saja tidak bisa tidur." Selly membuka obrolannya dengan Cindy.
( Mengusap mata) " betul, aku malah mungkin baru tidur setengah jam setelah masuk ke tenda." kata Cindy.
Kemudian Iwan keluar dari tenda sudah bersiap-siap, Selly dan Cindy heran dengan Iwan. Mereka bertanya-tanya tak biasanya Iwan bersikap seperti itu.
" Mau kemana Wan ? " tanya Cindy.
" Iya tumben sekali kamu sudah rapi pagi-pagi." imbuh Selly.
" Ehehe sebenarnya setelah sholat tadi, aku langsung siap-siap, karena semalam.." jawab Iwan.
" Semalam aku mendengar sedikit obrolan Ahmad dan Johan, mereka membahas sesuatu yang mereka temukan siang hari ketika mereka pergi." tambahnya.
" Jadi kamu menguping pembicaraan mereka semalam kan, ceritakan pada kami juga secara detailnya." seru Selly.
" Baik, aku akan menceritakannya pada kalian." kata Iwan.
Lalu ia duduk di dekat Selly dan Cindy.
" Semalam aku sangat mengantuk, lalu aku izin untuk tidur dulu sebelum mereka berdua, dan ternyata mereka membahas apa ya, intinya si tentang benda pusaka, mungkin benda tersebut memiliki pengaruh aneh atau bisa jadi milik dari para penghuni daerah sini." ujar Iwan.
" Lalu sekarang kenapa mereka berdua belum bangun Wan ? " tanya Selly.
" Nah itulah alasan kenapa aku sudah rapi pagi-pagi ,karena aku ingin mencari mereka berdua. Semalam mereka tidak kembali ke tenda, jujur saja itu membuatku khawatir." jawab Iwan.
__ADS_1
" Kalau begitu, kami akan ikut denganmu Wan." kata Selly dan Cindy.
Bersambung....